
IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini, Selasa (9/6). Sementara itu, analis merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) hingga PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG berpeluang rebound atau berbalik arah apabila mampu ditutup di atas level 5.314, yang merupakan target ideal wave III berdasarkan proyeksi Fibonacci. Namun, risiko penurunan lanjutan masih terbuka hingga ke level 5.052 bahkan 4.858.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Selasa (9/6). MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Level support IHSG diperkirakan berada di level 5.314, 5.052 dan 4.858, sementara level resistance di level 5.732, 5.964, 6.264 dan 6.459.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga ke Rp 7.425 serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 4.860
Lalu PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP) dengan target harga ke Rp 7.250, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga ke level 472 dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target harga ke Rp 900.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan MBMA.
Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut setelah indeks ditutup di bawah level rata-rata pergerakan 200 bulan (MA200 monthly). “Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5.100,” demikian isi dokumen analisis.
Dari sisi fundamental, Phintraco menyoroti penurunan cadangan devisa Indonesia dari US$ 146,2 miliar pada April menjadi US$ 144,9 miliar pada Mei. Posisi ini menjadi yang terendah sejak Juni 2024.
Penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, cadangan devisa saat ini masih setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar internasional yang berada di level tiga bulan impor.
Menurut Phintraco, penurunan cadangan devisa yang berlanjut berpotensi memengaruhi kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memperkuat kepercayaan pasar, mendorong ekspor, menekan impor, serta meningkatkan arus investasi asing.
Selain itu, Phintraco mencermati pelemahan daya beli masyarakat yang tercermin dari penurunan penjualan sepeda motor. Penjualan sepeda motor pada Mei turun 5,1% secara tahunan menjadi 479.388 unit, setelah tumbuh 28,1% pada April. Penurunan ini dinilai dipengaruhi meningkatnya beban pengeluaran masyarakat. Meski begitu, secara kumulatif penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Mei masih tumbuh 0,7% menjadi 2,61 juta unit.