
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoretis saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) setelah perusahaan mengumumkan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue.
Kebijakan ini diterapkan sebagai pedoman transaksi serta penghitungan indeks di pasar saham.
Dalam pengumuman resmi dikutip Senin (12/1/2026), rasio HMETD ditetapkan sebesar 5:102. Artinya, setiap pemegang 5 saham lama PACK mempunyai 102 HMETD, dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 OWK dengan harga pelaksanaan Rp100 per 1 unit OWK. Adapun setiap 1 OWK dapat dikonversi menjadi 1 saham baru.
: Abadi Nusantara Hijau (PACK) Incar Dana Rp3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi Wajib Konversi
Sebelum penyesuaian, harga saham PACK pada akhir perdagangan cum-rights tanggal 9 Januari 2026 berada di level Rp3.280 per saham.
Berdasarkan formula perhitungan harga teoretis, nilai saham setelah aksi HMETD ditetapkan sebesar Rp248,59 dan disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp248 untuk perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi hari ini. Penyesuaian ini juga berdampak pada perubahan harga dasar untuk penghitungan Indeks Harga Saham Individual PACK.
: : Gerak Cepat Abadi Nusantara (PACK) di Bisnis Nikel, Potensi Rising Star?
“Harga Teoretis saham PACK yang dicantumkan di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 12 Januari 2026 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp472,” tulis pengumuman yang ditandatangani oleh Pande Made Kusuma Ari A. dan Vera Florida dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebelumnya, PACK menyampaikan akan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi dengan mekanisme rights issue. PACK akan menawarkan sebanyak-banyaknya 32,58 miliar OWK dengan jumlah dana yang akan dikumpulkan sebanyak-banyaknya Rp3,28 triliun.
: : Abadi Nusantara (PACK) Akuisisi Dua Perusahaan Tambang di Konawe Utara
Dalam keterbukaan informasi, PACK akan menawarkan sebanyak-banyaknya 32,58 miliar OWK dengan nilai nominal Rp10 per unit OWK. Setiap pemegang 5 saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) 2 Desember 2025 berhak memperoleh 102 rights issue.
Setiap 1 HMETD akan memberikan hak ke pemegang sahamnya untuk membeli sebanyak 1 OWK dengan harga pelaksanaan sebesar Rp100. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam rights issue ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp3,28 triliun.
PT Eco Energi Perkasa yang merupakan pemegang 47,16% saham perseroan yang juga pembeli siaga, akan melaksanakan seluruh haknya untuk membeli OWK yang ditawarkan dalam aksi korporasi ini.
Adapun jika OWK yang ditawarkan dalam rights issue ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan ke pemegang HMETD lainnya yang telah melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.
Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari HMETD ini akan digunakan sebesar 86,76% untuk pemberian pinjaman ke entitas anak yaitu APR dan SCR untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada KS dan KKU. Sisa dana dari HMETD ini akan digunakan oleh perseroan untuk pembiayaan modal kerja.
Adapun, jadwal dari pelaksanaan OWK ini yaitu DPS yang berhak memperoleh HMETD pada 2 Desember 2025, lalu cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 28 November 2025. Ex-HMETD pada pasar reguler dan negosiasi pada 1 Desember 2025, cum HMETD di pasar tunai pada 2 Desember 2025, ex-HMETD di pasar tunai pada 3 Desember 2025, dan distribusi HMETD pada 3 Desember 2025.
Pencatatan HMETD pada 4 Desember 2025, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 4-10 Desember 2025. Akhir pelaksanaan HMETD pada 10 Desember 2025, dengan akhir pembayaran pemesanan tambahan OWK pada 8-12 Desember 2025.
Penjatahan pemesanan tambahan OWK akan dilakukan 15 Desember 2025, pembayaran dari pembeli siaga pada 15 Desember 2025, distribusi OWK pada 17 Desember 2025, dan pengembalian uang pemesanan pada 17 Desember 2025.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.