
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim melaporkan telah melakukan pembelian saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) atau Bank Banten dengan nilai transaksi Rp742,82 juta pada 5 November 2025.
Dalam keterbukaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Jatim menyebutkan pembelian saham Bank Banten dilakukan dalam rangka penyertaan modal pembentukan KUB antara Bank Jatim dengan Bank Banten.
“Disampaikan pada 5 November 2025 Bank Jatim telah melakukan pembelian saham Bank Banten (BEKS),” tulis manajemen Bank Jatim, dikutip Minggu (9/11/2025).
: Penyaluran Kredit Bank Jatim Tembus Rp80,2 Triliun pada Kuartal III/2025
Manajemen Bank Jatim menuturkan pembelian saham BEKS dilakukan di pasar reguler (secondary market) dengan harga Rp27 per saham. Total saham yang dibeli mencapai 275.119 lot atau 27.511.900 lembar senilai Rp742,82 juta.
Akibat transaksi ini, maka Bank Jatim kini menjadi salah satu pemegang saham Bank Banten.
: : Laba Bank Jatim (BJTM) Naik 23,51% Jadi Rp1,14 Triliun per September 2025
Sejalan dengan hal tersebut, Bank Banten berencana melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025.
Setidaknya, akan ada dua agenda yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama, persetujuan penetapan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Kedua dan Bank Induk Kelompok Usaha Bank (KUB) Perseroan sesuai dengan amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
: : Bank Banten (BEKS) Cetak Laba Bersih Kuartal III/2025 senilai Rp10,7 Miliar
Kedua, persetujuan atas rencana aksi pemulihan perseroan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Sementara itu, mengutip laporan keuangan Bank Banten, modal inti (tier 1) perseroan tercatat mencapai Rp1,29 triliun pada kuartal III/2025. Modal pelengkap (tier 2) tercatat sebesar Rp38,31 miliar. Dengan demikian, total modal yang dimiliki Bank Banten tercatat sebesar Rp1,33 triliun.
Sementara itu, Bank Jatim membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,148 triliun hingga pengujung kuartal III/2025. Angka itu meningkat 23,51% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp930,06 miliar pada periode sembilan bulan tahun lalu.
Capaian laba bersih itu didorong oleh pendapatan bunga bersih Bank Jatim yang tumbuh 29,25% menjadi Rp5,1 triliun, dibandingkan Rp3,94 triliun per September 2024.
Perinciannya, pendapatan bunga Bank Jatim tumbuh 28,36% YoY menjadi Rp7,42 triliun dari posisi akhir kuartal III/2024 sebesar Rp5,78 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga ikut terkerek 26,52% YoY dari Rp1,83 triliun menjadi Rp2,32 triliun hingga September 2025.
Adapun Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) individu Bank Jatim tercatat 23,14%, naik dari 23,06%. Angka ini mengindikasikan tingkat permodalan yang tetap kuat dan jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK).