
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga minyak lanjut menguat pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.33 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 75,75 per barel, naik 1,46% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 74,66 per barel.
Harga minyak naik karena para pedagang menimbang dampak perang AS dan Israel melawan Iran yang semakin meluas, dan akan berdampak para pasar energi.
Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinan kampanye militer, meski jadwal operasi masih belum jelas.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam berjanji untuk mengintensifkan dan memperluas pemogokan dalam beberapa hari mendatang.
Peluang Kala Koreksi, Emiten Saham EMAS Diprediksi Ubah Rugi Jadi Laba Di 2026
Penutupan Selat Hormuz masih menjadi kekhawatiran utama pasar, lantaran Selat Hormuz menjadi jalur lalu lintas air utama, termasuk kapal tanker minyak dan gas.
Penutupan Selat Hormuz akan menghambat pasokan minyak mentah dari Iran serta negara-negara Teluk Persia lainnya.
“Penghentian pasokan akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan di Timur Tengah telah dimulai,” ujar analis JPMorgan Chase & Co, termasuk Natasha Kaneva seperti dikutip Bloomberg.
“Pertanyaan kuncinya sekarang adalah seberapa cepat produksi dapat kembali setelah jalur ekspor normal kembali. Kami memperkirakan sebagian besar ladang dapat beroperasi kembali dalam beberapa hari. Kapasitas penuh biasanya dipulihkan dalam dua hingga tiga minggu.”
Dongkrak Transaksi, CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto di Indonesia
Untuk mengatasi hambatan di Selat Hormuz, AS mengusulkan pemberian jaminan asuransi kepada kapal dan pengawalan angkatan laut.