Pergerakan harga emas Antam kembali mencuri perhatian. Pada perdagangan Rabu (20/8), harga emas Antam tercatat mengalami penurunan sebesar Rp 7.000 per gram, kini dibanderol Rp 1.890.000. Angka ini menunjukkan harga emas yang lebih rendah dibandingkan posisi hari sebelumnya, Selasa (19/8), yang masih berada di level Rp 1.897.000 per gram.
Tren penurunan harga emas juga merembet ke harga jual kembali atau buyback emas Antam. Pada hari yang sama, harga buyback ditetapkan sebesar Rp 1.736.000 per gram, juga mengalami penurunan Rp 7.000 dari sebelumnya Rp 1.743.000 per gram. Dengan demikian, bagi masyarakat yang berencana menjual koleksi emas batangan mereka, harga yang berlaku adalah Rp 1.736.000 per gram.
Menariknya, meskipun harga emas saat ini mengalami koreksi, bagi para investor jangka panjang yang membeli emas Antam sejak November 2022, periode ini masih sangat menguntungkan. Sebagai perbandingan, pada 26 November 2022, harga emas hanya berada di level Rp 936.000 per gram. Ilustrasinya, jika seseorang membeli 5 gram emas Antam pada waktu itu dengan total harga Rp 4.680.000, penjualan saat ini dapat menghasilkan Rp 8.680.000 (belum termasuk pajak), dengan potensi keuntungan mencapai Rp 4.000.000. Ini menunjukkan potensi investasi emas sebagai aset lindung nilai.
Di sisi lain, pergerakan harga emas global juga menunjukkan tren serupa. Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar internasional sedikit melemah pada Selasa, dipicu oleh penguatan dolar AS. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh penantian investor terhadap pidato penting Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di Jackson Hole pada akhir pekan. Pada perdagangan spot, harga emas turun 0,4 persen menjadi USD 3.317,71 per ons, bahkan sempat menyentuh level terendah sejak 1 Agustus di awal sesi.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turut terkoreksi 0,6 persen, ditutup pada USD 3.358,7. Pelemahan emas terjadi seiring dengan Indeks Dolar AS (DXY) yang memangkas kerugian dan menunjukkan stabilitas, serta penurunan imbal hasil obligasi acuan 10 tahun.
Kinerja emas sebagai aset investasi non-imbal hasil seringkali dipengaruhi oleh kebijakan moneter. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya diketahui terus mendesak Federal Reserve untuk melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Secara tradisional, emas dianggap sebagai aset lindung nilai yang kuat di masa ketidakpastian ekonomi dan cenderung menunjukkan kinerja positif dalam lingkungan suku bunga rendah. Hal ini karena suku bunga rendah mengurangi daya tarik investasi berimbal hasil seperti obligasi, membuat emas lebih menarik.
Adapun, berikut adalah rincian harga emas Antam berdasarkan berbagai pecahan yang berlaku di Butik Emas LM, Graha Dipta, per Rabu (20/8), sebelum dikenakan pajak:
Harga emas 1 gram: Rp 1.890.000
Harga emas 5 gram: Rp 9.225.000
Harga emas 10 gram: Rp 18.395.000
Harga emas 25 gram: Rp 45.862.000
Harga emas 50 gram: Rp 91.645.000
Harga emas 100 gram: Rp 183.212.000
Harga emas 250 gram: Rp 457.765.000
Harga emas 500 gram: Rp 915.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 1.830.600.000