IHSG berpeluang menguat terbatas pada Jumat (6/3), ini rekomendasi analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound pada perdagangan Kamis (5/3/2026). IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710 setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai penguatan IHSG tersebut sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional Asia. Secara teknikal, kenaikan ini dinilai sebagai technical rebound setelah IHSG terkoreksi cukup dalam pada beberapa hari sebelumnya.

“IHSG hari ini ditutup menguat sekitar 1,67% dan pergerakannya masih sejalan dengan bursa global maupun regional Asia. Kami melihat penguatan ini lebih bersifat technical rebound setelah sebelumnya IHSG terkoreksi cukup agresif,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/3/2026).

Menurut Herditya, peluang technical rebound masih terbuka pada perdagangan Jumat (6/3/2026), meskipun penguatan diperkirakan terbatas. Pergerakan IHSG juga berpotensi mendapat sentimen dari kenaikan harga komoditas global.

Reksadana Saham Outperform IHSG, Proyeksi Return Bisa Capai 10%-15% di 2026

Untuk perdagangan Jumat (6/3/2026), Herditya memperkirakan IHSG bergerak dengan area support di 7.654 dan resistance di 7.781.

“Pergerakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas, didukung peluang technical rebound dan pengaruh dari kenaikan harga komoditas dunia,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai rebound IHSG turut didorong oleh penguatan mayoritas indeks di bursa Asia serta aksi bargain hunting oleh pelaku pasar.

“IHSG berhasil rebound didorong sentimen positif dari penguatan indeks global serta aksi bargain hunting, meskipun masih terjadi profit taking pada beberapa saham yang sebelumnya sudah mengalami reli,” jelasnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan dan ditutup di level Rp16.905 per dolar AS, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Alrich menambahkan, secara teknikal indikator stochastic RSI IHSG berada di area oversold dan berpotensi mengalami reversal. Namun, indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram negatif sehingga pergerakan indeks diperkirakan cenderung berkonsolidasi.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.550 hingga resistance 7.800 pada perdagangan Jumat, serta pivot di 7700,” paparnya.

Dari sisi sentimen, pelaku pasar juga menantikan sejumlah rilis data ekonomi penting. Di dalam negeri, investor menunggu data cadangan devisa Indonesia periode Februari 2026 yang diperkirakan berpotensi menurun di tengah pelemahan rupiah.

Konflik AS-Iran Tekan Rupiah, Investor Pantau Cadangan Devisa Begini Arah Rupiah

Sementara dari Amerika Serikat, pasar menantikan rilis data nonfarm payrolls, tingkat pengangguran Februari 2026, serta data penjualan ritel Januari 2026. Konsensus memperkirakan nonfarm payrolls melambat menjadi sekitar 59.000 pada Februari dari 130.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 4,3%.

Dari sisi rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor mencermati ARCI pada kisaran Rp1.935-Rp2.160, INCO di rentang Rp6.500-Rp7.000, serta NICL pada area Rp1.110-Rp1.205.

Sementara itu, Alrich merekomendasikan sejumlah saham pilihan yakni TLKM, BBCA, BMRI, ESSA, dan ASII sebagai top picks untuk perdagangan Jumat (6/3/2026).