
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke 6.149,24 pada Jumat (29/5/2026). Kenaikan ini seturut dengan laju kencang sederet saham terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG meningkat 0,31% atau 19,05 poin ke 6.149,24 hingga pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 6.111,97 dan sempat ke posisi 6.153,71.
Tercatat, sebanyak 230 saham menguat, lalu 251 saham terkoreksi, dan 230 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.757,60 triliun.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 29 Mei 2026
Sejumlah saham terafiliasi Prajogo Pangestu tercatat meningkat signifikan, di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 25% ke Rp3,300, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tumbuh 24,75% menjadi Rp630, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 11,58% ke Rp2.120.
Saham lainnya, seperti PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) turut meningkat sebesar 3,63%, disusul saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 3,24%, serta saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tumbuh 0,48%.
: : Rebalancing MSCI Efektif Hari Ini (29/5), Arah IHSG Dibayangi Volatilitas
Sebaliknya, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi penekan indeks komposit dengan penurunan sebesar 9,09% menuju level Rp1.600 per saham. Kemudian ada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang membukukan pelemahan sebesar 4,85% menjadi Rp2.940 per saham.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan masih rawan melanjutkan koreksi. Sentimen maraknya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing serta fluktuasi bursa regional Asia menjadi penahan laju indeks.
: : Berlindung di Saham Defensif Saat IHSG Diterpa Kombinasi Sentimen Negatif
Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG terparkir di zona merah dengan pelemahan sebesar 1,23%. Kejatuhan indeks diiringi aksi keluar modal asing, di mana investor asing membukukan net sell mencapai sekitar Rp1,89 triliun.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan indeks masih berisiko mengalami tekanan lanjutan.
Pergerakan indeks komposit diperkirakan bergerak pada rentang batas bawah di level 6.000 – 6.070, sementara resistance tertahan di kisaran 6.200 – 6.300.
“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini,” pungkas Fanny dalam publikasi riset harian BNI Sekuritas, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, laju IHSG akan dibayangi tren pergerakan bursa Asia yang mayoritas ditutup melemah kemarin akibat sinyal yang saling bertentangan dari Amerika Serikat dan Iran terkait prospek kesepakatan damai.
Untuk diketahui, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47%, Topix melemah 0,41%, Hang Seng Hong Kong merosot 1,27%, dan Kospi Korea Selatan melemah 0,53%.
Pelaku pasar di Asia juga dinilai berhati-hati setelah Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap negosiasi program nuklir dan menegaskan tidak akan membiarkan negara mana pun mengendalikan Selat Hormuz.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi Wall Street yang justru kompak mencetak rekor tertinggi baru (all-time high), ditopang oleh kesepakatan awal perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, serta reli saham teknologi global yang dipimpin oleh Snowflake dan Advanced Micro Devices (AMD).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
IDX COMPOSITE INDEX – TradingView