
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis (12/3/2026) bergerak menguat. Sejumlah saham terafiliasi konglomerat, seperti INDF, MSIN, hingga AADI melaju pada tiga jam pertama perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menutup laju sesi I perdagangan dengan menguat 0,53% ke posisi 7.428,78. Sepanjang hari, indeks diperdagangkan pada level 7.323,74—7.434,66. IHSG mengalami rebound setelah sempat bergerak melemah pada pembukaan perdagangan.
Sejumlah saham konglomerat juga bertenaga pada perdagangan hari ini. Saham Anthoni Salim misalnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menguat 3,45% ke Rp7.500, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 0,41% ke Rp6.050, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) menguat 2,75% ke Rp1.310, dan saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) menguat 2,56% ke Rp600.
: Menakar Peluang IHSG Kembali ke Level 9.000
Begitu juga dengan saham-saham Hary Tanoe, dengan PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) naik 4,48% ke Rp70, PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) naik 1,96% ke Rp104, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) menguat 12,14% ke Rp545, dan PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) naik 0,58% ke Rp174.
Saham-saham milik Boy Thohir juga tidak kalah bertenaga, dengan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) naik 6,23% ke Rp10.225, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 2,42% ke Rp1.905, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 5,96% ke Rp2.490, dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) naik 4,86% ke Rp755.
Namun, tidak semua saham konglomerat bergerak menguat. Saham milik Happy Hapsoro misalnya, dengan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) terkoreksi 3,27% ke Rp1.035, PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) melemah 3,55% ke Rp272, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) melemah 1,38% ke Rp3.560, dan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) melemah 3,23% ke Rp5.250.
Begitu juga dengan saham-saham Aburizal Bakrie, seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melemah 1,19% ke Rp830, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 2,34% ke Rp418, PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) melemah 4,55% ke Rp42, dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) melemah 8,28% ke Rp266.
Pada hari ini, IHSG dinilai berpotensi terkoreksi setelah sebelumnya ditutup melemah 0,69% ke level 7.300. Adapun sentimen negatif datang dari fluktuasi harga komoditas energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa kemarin, IHSG tertekan oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp730 miliar. Sejumlah saham big caps menjadi sasaran jual utama, antara lain BBCA, BBRI, serta saham komoditas seperti BUMI, DEWA, dan TINS.
“IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini dengan rentang support di level 7.180 hingga 7.300 dan resistance pada level 7.450 hingga 7.500,” ucap Fanny dalam publikasi riset harian, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, dia menuturkan pasar global saat ini tengah dicengkeram kekhawatiran akibat perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada perdagangan Rabu, Wall Street mayoritas memerah setelah pasukan AS dilaporkan menenggelamkan kapal Iran di Selat Hormuz sebagai respons atas upaya penanaman ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut.
Eskalasi ini memicu lonjakan harga minyak mentah. Harga West Texas Intermediate (WTI) melesat di atas 4% ke US$87,25 per barel, sementara Brent Crude naik 4,8% ke US$91,98 per barel.
Lonjakan ini terjadi meski International Energy Agency (IEA) berencana melepas 400 juta barel cadangan darurat. Di sisi lain, bursa Asia Pasifik bergerak beragam. Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan menguat, sementara indeks Hang Seng Hong Kong tertekan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.