
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak fluktuatif di hari terakhir perdagangan jelang libur panjang Lebaran, Selasa (17/3).
Hari ini, IHSG ditutup melemah 114,92 poin atau 1,61% ke 7.022,28 pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak 180 saham naik, 542 saham turun dan 98 saham stagnan.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, IHSG bergerak terkoreksi seiring dengan pergerakan bursa global dan mayoritas regional Asia yang bergerak terkoreksi.
Sentimen utama koreksi IHSG berasal dari investor yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama menyangkut Selat Hormuz perihal ketersediaan atau suplai minyak mentah secara global.
Harga Emas Turun di Tengah Kekhawatiran Inflasi, Harga Minyak Tembus US$ 100
Lalu, investor juga akan mencermati dari FOMC Meeting yang akan berlangsung pada pekan ini dan diproyeksikan secara konsensus masih tetap di 3,75%,
“Dari dalam negeri, koreksi diperkirakan karena menyambut libur panjang Nyepi dan Idul Fitri,” ungkapnya kepada Kontan, Senin (16/3).
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pelemahan IHSG hari ini diiringi dengan net foreign buy sebesar Rp177 miliar. Pergerakan indeks juga sempat tertekan di awal sesi perdagangan.
“Namun, lalu mulai membaik menjelang penutupan didorong oleh penguatan pada saham-saham komoditas emas, seperti PSAB, ARCI, dan EMAS, setelah masuk ke dalam indeks global junior gold miners,” ujarnya kepada Kontan, Senin.
Herditya melihat, sentimen pelemahan IHSG masih dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan inflasi global serta meningkatkan risiko pelebaran defisit APBN Indonesia.
Selain itu, pelaku pasar juga cenderung wait and see menjelang periode libur panjang, sehingga aktivitas transaksi relatif lebih terbatas.
Herditya memperkirakan, IHSG berpeluang menguat dalam jangka pendek dengan support di level 6.982 dan resistance di 7.038 pada Selasa esok. Pergerakan IHSG besok sangat bergantung dari sentimen hari terakhir perdagangan jelang libur panjang hari raya.
Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham BBCA dengan target harga Rp 6.925 – Rp 7.275 per saham, SUPA Rp 860 – Rp 955 per saham, dan TINS Rp 3.530 – Rp 4.040 per saham.
Reza memproyeksikan, pergerakan IHSG Selasa esok cenderung terbatas (sideways) dengan area support 7.000 psikologis dan resistance di 7.100 – 7.200.
Level 7.000 menjadi area kunci yang perlu dijaga. Jika mampu bertahan, IHSG berpeluang mengalami technical rebound. Namun apabila ditembus maka berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan.
“Sentimen pasar masih didominasi sikap wait and see menjelang libur panjang, serta perhatian investor terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diproyeksikan tetap berada di level 4,75% di tengah stabilitas rupiah, tekanan inflasi, dan ketidakpastian geopolitik global,” katanya.
Reza pun merekomendasikan beli untuk TAPG, AKRA, dan BUKA dengan target harga masing-masing di Rp 1.765 – Rp 1.800 per saham, Rp 1.300 – Rp 1.340 per saham, Rp 141 – Rp 146 per saham.
Jelang Rapat Dewan Gubernur BI, Rupiah Sempat Jebol Rp 17.000 per Dolar AS