Kemenkeu Soal Himbara Kerek Bunga Deposito Valas Jadi 4%: Saya Belum Update

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menanggapi bank-bank milik negara atau himbara yang kompak menaikkan suku bunga deposito valuta asing atau valas dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4% per tahun.

Hal itu dilakukan di tengah rencana pemerintah membuat insentif untuk menarik atau merepatriasi dolar milik WNI yang ditaruh di luar negeri.

Rencana tersebut diungkap oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pertama kali usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

: Bank Himbara Kompak Naikkan Bunga Deposito Dolar AS ke 4%

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengaku belum mendengar terkait dengan hal tersebut. Dia pun belum bisa mengonfirmasi apabila langkah himbara itu merupakan insentif yang dimaksud Purbaya sebelumnya.

“Saya belum ter-update, nanti saya lihat dulu ya,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di kantor Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Rabu (24/9/2025).

: : Laba Himbara Semester I/2025: BMRI dan BBRI Saling Pepet, Siapa Jawarannya?

Febrio pun mengaku belum tahu apakah Kemenkeu bakal memimpin dalam pembentukan insentif itu. “Belum terupdate. Saya lihat dulu ya,” ujarnya.

Repatriasi Dolar WNI

Sebelumnya, pada konferensi pers APBN KiTa, Senin (22/9/2025), Menkeu Purbaya menyebut langkah untuk merepatriasi dolar WNI di luar negeri itu akan ditempuh dengan mekanisme berbasis pasar atau market-based, bukan paksaan.

: : BRI Naikkan Suku Bunga Deposito Valas USD, Perkuat Daya Tarik Indonesia bagi Investor Global

Dia justru menyebut pembahasan masih berlangsung di lingkup Istana Kepresidenan.

“Nanti kalau sudah clear baru dikasih tahu. Di Istana yang mikirin,” ujarnya saat konferensi pers APBN KiTa di Kemenkeu, Senin (22/9/2025).

Purbaya mencontohkan, banyak orang Indonesia yang lebih memilih menaruh dolar AS di Singapura karena mendapat keuntungan tertentu. Ia mengungkap, ratusan juta dolar AS pindah ke Singapura atau negara lain setiap bulannya.

Menurutnya, pemerintah tengah menghitung potensi risiko dari kebijakan ini. Namun, Kemenkeu tetap berupaya menghilangkan insentif yang membuat WNI lebih memilih menyimpan dananya di luar negeri.

“Kita akan menghilangkan keuntungan itu biar enggak ada lagi orang mempunyai insentif, mempunyai niat untuk naruh di sana. Kira-kira gitu,” ucapnya.

Meski baru menjabat kurang dari sebulan sebagai Menkeu, Purbaya menilai peluang untuk menarik dolar WNI dari luar negeri cukup besar. “Nanti kita lihat seperti apa. Ini masih kita hitung juga ada risikonya apa enggak. Tapi kelihatannya sih bisa jalan,” tuturnya.

Pada pemberitaan Bisnis sebelumnya, empat bank BUMN, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN, serta BSI yang merupakan anak usaha BMRI mengumumkan kenaikan suku bunga tersebut dalam situs resmi mereka.

Bunga deposito dolar AS sebesar 4,00% itu diberikan untuk semua tiering nominal dan tenor simpanan. Sebelumnya, suku bunga yang diberikan untuk simpanan deposito dolar AS bank-bank BUMN berkisar dari 0,20% hingga 2,5% per tahun.