Ussindonesia.co.id JAKARTA. Pergerakan rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan cukup dalam. Namun, sejumlah sentimen positif dinilai mulai muncul dan berpotensi menopang penguatan mata uang Garuda ke depan. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan, keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi sinyal kuat bagi pasar. “Kenaikan ini menjadi sinyal...
Read More »SUPR resmi kantongi restu go private, harga tender offer Rp45.000 per saham
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk go private dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/5). Direktur Utama Solusi Tunas Pratama Juliawati Gunawan Halim menjelaskan rencana go private atau penghapusan pencatatan saham ini masuk dalam salah satu mata agenda yang sudah disetujui RUPS. Dia bilang SUPR bersama Protelindo telah melakukan evaluasi secara...
Read More »Rupiah menguat ke Rp 17.653 per dolar AS, begini proyeksinya untuk Kamis (21/5/2026)
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah kombinasi sentimen eksternal dari perkembangan konflik Timur Tengah dan respons pasar terhadap kebijakan domestik. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.654 per dolar AS, menguat 0,29% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp 17.703 per dolar AS. Sementara...
Read More »Obligasi korporasi masih solid, namun semester II-2026 perlu diwaspadai
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi, minat korporasi untuk menerbitkan surat utang dinilai masih cukup kuat sepanjang tahun ini. Chief Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Suhindarto, menyebut pasar obligasi korporasi bahkan masih mencatatkan pertumbuhan positif hingga April 2026. Pefindo mencatat sejak Januari hingga April 2026, penerbitan surat utang...
Read More »BI ramal The Fed tahan suku bunga sepanjang 2026
Bank Indonesia memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga 3,50%-3,75% hingga 2026, dengan kemungkinan kenaikan pada 2027 karena inflasi AS yang tinggi.
Read More »BI rate naik 50 bps, Bank Indonesia longgarkan aturan RIM dan tambah insentif KLM
Bank Indonesia naikkan BI Rate 50 bps dan longgarkan aturan RIM serta tambah insentif KLM untuk dorong intermediasi perbankan dan stabilitas keuangan.
Read More »BI soroti kredit sektor pertanian masih rendah, bank didorong kreatif cari pendanaan
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus mendorong perbankan memperluas penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif yang masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Di saat bersamaan, bank juga diminta lebih kreatif mencari sumber pendanaan di luar dana pihak ketiga (DPK). Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Intermediasi Makroprudensial...
Read More »BI kerek suku bunga, rupiah ditutup menguat ke Rp 17.654 per dolar AS hari ini (20/5)
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot makin perkasa hingga penutupan perdagangan hari ini. Rabu (20/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.654 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,29% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.706 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Penguatan rupiah terjadi seiring keputusan Bank Indonesia (BI) kerek suku...
Read More »BI mencatat kredit perbankan tumbuh 9,98% pada April 2026
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada April 2026 sebesar 9,98% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 yang sebesar 9,49% yoy. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, peran kredit perbankan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional masih perlu diperkuat di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah. “Pertumbuhan kredit ini...
Read More »Alasan XLSMART (EXCL) absen bagi dividen tahun ini
XLSMART (EXCL) tidak membagikan dividen 2026 karena kerugian akuntansi akibat percepatan depresiasi aset pascamerger, meski pendapatan dan operasional tumbuh.
Read More »