Dari 16 calon emiten yang antre IPO, empat peruahaan dari sektor kesehatan. #bisnisupdate #update #bisnis #text
Read More »Saat DXY melemah, cermati prospek yen, yuan, dan franc Swiss
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke kisaran 98 mulai mengerek kinerja sejumlah mata uang utama dunia. Sejumlah valas seperti yuan China (CNY), yen Jepang (JPY), dan franc Swiss (CHF) terpantau menguat terhadap dolar AS di tengah perubahan sentimen global. Melansir Trading Economics pada 16.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) menurun tipis 0,12% ke 98,098 secara harian, namun turun 1,99% dalam sebulan terakhir. Sejalan dengan...
Read More »Kinerja Jayamas Medica (OMED) solid, cek rekomendasi sahamnya
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) sepanjang 2025 dinilai solid, dengan pertumbuhan yang diikuti perbaikan profitabilitas. Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, capaian tersebut mencerminkan efisiensi operasional serta kuatnya penetrasi perseroan di pasar alat kesehatan domestik. “Kinerja 2025 solid, mencerminkan efisiensi operasional dan kuatnya penetrasi pasar alat kesehatan domestik,”...
Read More »Reksadana campuran berbalik melemah, prospek masih menarik tapi selektif
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan,...
Read More »Indeks dolar AS loyo, yen jadi primadona valas safe haven
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY ke level 98 mulai mendorong penguatan sejumlah mata uang safe haven. Melansir Bloomberg, pada Jumat (17/4/2026) indeks dolar AS (DXY) ada di level 98,09, turun 0,12% dibanding sehari sebelumnya, namun turun 1,99% dalam sebulan terakhir. Sejalan dengan itu, pairing valas safe haven turut melemah. Pasangan USD/JPY tercatat melemah 0,76% secara bulanan ke level 158,62....
Read More »4 faktor yang harus dipertimbangkan saat menjual saham
Menjual saham bukan hanya soal kapan harga sedang naik-naiknya, namun juga terkait pada strategi dan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Banyak investor yang terburu-buru dalam menjual saham karena mengalami panik terhadap fluktuasi pasar, sehingga justru menimbulkan kerugian yang bisa dihindari. Mengetahui waktu terbaik untuk menjual saham dap...
Read More »Di Pertemuan IMF, Gubernur BI dan Menkeu Purbaya Komitmen Jaga Inflasi hingga Defisit APBN
Gubernur BI dan Menkeu Purbaya berkomitmen menjaga inflasi dan defisit APBN di bawah 3% pada pertemuan IMF di AS, fokus pada stabilitas ekonomi dan transformasi struktural.
Read More »CIMB Niaga (BNGA) siap tebar dividen Rp 4,07 triliun, cek jadwal lengkapnya
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 4,07 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026), manajemen CIMB Niaga menyebut nilai dividen yang dibagikan maksimal setara 60%...
Read More »Pengelola gerai KFC (FAST) catat rugi Rp 366 miliar pada tahun 2025
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten pengelola restoran KFC Indonesia dan Taco Bell, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan rugi bersih di tengah pendapatan yang naik tipis. Dalam catatan laporan keuangannya, FAST melaporkan rugi bersih sebesar Rp 366,04 miliar di tahun 2025. Perolehan itu susut 54,05% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 796,711 miliar. Penjualan dan pendapatan usaha FAST tercatat...
Read More »Reksadana campuran berbalik melemah, ini strategi manajer investasi
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik melemah pada Maret 2026 setelah sempat mencatatkan hasil positif pada bulan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan pasar di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%. Baca Juga: Pengelola Gerai KFC (FAST) Catat...
Read More »