
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Yen Jepang (JPY) stabil di sekitar 158 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa (20/1), setelah menghadapi volatilitas yang meningkat pada sesi sebelumnya. Ini karena ketidakpastian politik membebani sentimen pasar.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi mengumumkan akan membubarkan parlemen pada hari Jumat dan mengadakan pemilihan umum sela pada 8 Februari untuk mengamankan dukungan pemilih bagi rencana pengeluaran dan kebijakan yang lebih luas.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (20/1), pemilihan tersebut akan memperebutkan semua 465 kursi di majelis rendah dan menandai ujian elektoral pertama Takaichi sejak menjabat.
Investor juga fokus pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang minggu ini, ketika suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah setelah kenaikan pada bulan Desember.
Pasar akan mengamati sinyal-sinyal agresif dari Gubernur Kazuo Ueda di tengah spekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juni.
Para pedagang juga tetap waspada terhadap potensi intervensi yen oleh otoritas Jepang, mengingat kekhawatiran tentang dampak mata uang yang lemah terhadap inflasi domestik.