Penjualan batu bara ITMG naik kuartal I/2026, siap guyur dividen

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal I/2026 seiring dengan meningkatnya volume penjualan. Perusahaan juga menjadwalkan pembayaran dividen tunai sebesar US$65 juta atau setara Rp992 per saham pada 19 Mei 2026.

ITMG mencatatkan pendapatan US$497,57 juta pada kuartal I/2026, atau setara dengan Rp8,45 triliun dengan asumsi kurs Rp16.993 per Maret 2026. Pendapatan tersebut naik 3,12% year on year (YoY) dari US$482,51 juta per kuartal I/2025.

Manajemen ITMG menyebut produksi batu bara tercatat sebesar 4,7 juta ton pada kuartal I/2026, turun dari 5,3 juta ton pada kuartal I/2025. Penurunan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca yang menghambat operasional tambang.

: Prospek Saham ITMG, ADRO, ANTM, dan INCO di Tengah Penangguhan Kenaikan Tarif Royalti

Namun demikian, volume penjualan naik 6% menjadi 6,3 juta ton. Kenaikan penjualan itu berhasil menopang pendapatan meskipun harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) turun dari US$82 per ton menjadi US$79 per ton.

Dari sisi profit, Indo Tambangraya Megah mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$54,67 juta atau setara Rp929,07 miliar per Maret 2026. Laba bersih tersebut terkoreksi 15,84% YoY dari US$64,96 juta per Maret 2025.

: : Menambang Peluang di Saham Batu Bara ADRO, PTBA, ITMG Cs, Masih Menarik?

Penurunan laba salah satunya disebabkan beban pokok pendapatan yang naik 5% secara tahunan seiring dengan meningkatnya penjualan batu bara. Hal itu termasuk kontribusi penjualan batu bara pihak ketiga sebesar 0,7 juta ton.

Beban pajak penghasilan juga meningkat menjadi US$26 juta pada kuartal I/2026, dari US$19 juta pada kuartal I/2025. Sementara itu, royalti kepada pemerintah meningkat sebesar 9% menjadi US$58 juta karena kenaikan volume penjualan.

ITMG juga mencatat posisi kas yang masih solid. Hingga akhir Maret 2026, kas dan setara kas perseroan mencapai US$747 juta, ditambah deposito jangka pendek sebesar US$192 juta. Total keduanya setara dengan 39% dari total aset perusahaan yang mencapai US$2,4 miliar.

Struktur neraca perseroan juga tetap kuat dengan total liabilitas turun menjadi US$480 juta dari US$498 juta pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi US$1,925 miliar.

ITMG juga memastikan pembagian dividen final tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 17 April 2026, pemegang saham menyetujui total dividen sebesar US$115 juta atau setara 60% dari laba bersih perusahaan.

Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar US$50 juta atau Rp738 per saham pada November 2025.

Adapun, sisa dividen tunai sebesar US$65 juta atau setara Rp992 per saham dijadwalkan dibayarkan pada 19 Mei 2026.

Indo Tambangraya Megah Tbk. – TradingView