
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada kisaran level 7.150-7.200 pada pembukaan perdagangan Rabu (25/3), setelah libur Lebaran 2026.
Sebelumnya, pada Selasa (17/3), IHSG ditutup meroket 84,55 poin atau setara 1,20 persen ke level 7.106,839.
Menurut Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, proyeksi pergerakan pasar saham RI setelah libur panjang Nyepi dan Lebaran pada dasarnya masih akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan faktor musiman domestik.
Menurutnya, jika melihat kondisi global selama libur panjang, pasar saham AS dan Asia cenderung menguat seiring meredanya tensi geopolitik dan mulai stabilnya harga energi, sehingga kondisi ini menjadi sentimen positif awal bagi pasar saham Indonesia.
“Secara historis, IHSG juga memiliki kecenderungan mengalami technical rebound setelah libur panjang Lebaran karena sebelum libur panjang biasanya investor melakukan profit taking dan wait and see, sehingga setelah libur berakhir terjadi aliran dana yang kembali masuk ke pasar,” jelas Hendra, kepada kumparan, Rabu (25/3).
Dengan kondisi itu, menurut Hendra, IHSG berpotensi bergerak menguat pada awal pembukaan pagi ini. Namun, penguatan diperkirakan masih bersifat terbatas dan cenderung berada dalam fase konsolidasi dengan potensi menguji area resistance di kisaran 7.150–7.200.
Di sisi lain, Hendra melanjutkan, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai risiko eksternal karena apabila tensi geopolitik kembali memanas, terjadi lonjakan harga energi atau kebijakan suku bunga The Fed kembali lebih ketat dari ekspektasi pasar, maka IHSG berpotensi kembali tertekan dan menguji area support psikologis di level 7.000.
“Pergerakan pasar pada pekan ini juga sangat mungkin akan merespon perkembangan global yang terjadi selama libur panjang, termasuk pergerakan harga komoditas seperti emas dan energi,” lanjutnya.
Saham-saham yang dapat direkomendasikan Hendra pada Rabu (25/3) meliputi SRTG, SUPA, EMTK, dan SCMA.
Sedangkan menurut Mirae Asset Sekuritas, IHSG pada Rabu (25/3) berpotensi mengalami gap adjustment di awal pekan sebagai respons terhadap akumulasi sentimen global selama periode libur panjang, ke level 7.257-7.482.
“Sebagian pelaku pasar masih dalam fase libur atau belum kembali ke market secara penuh membuat prospek volume atau transaksi perdagangan di BEI masih relatif moderat,” jelas Senior Analis Mirae, Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya.
Menurut dia, pelaku pasar cenderung akan bersikap prudent dan mengamati dinamika geopolitik khususnya di kawasan Timur Tengah dan menunggu arah kebijakan pemerintah atau BI pascalibur panjang, serta rilis data ekonomi AS terbaru.
“Namun, adanya window dressing pada akhir Maret dan bargain hunting pada berbagai saham big caps dapat menjadi faktor penahan penurunan bagi IHSG,” lanjut Nafan.
Saham-saham yang dapat direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Rabu (25/3) meliputi ANTM, INKP, dan MBMA.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.