Saham Indospring (INDS) terbang, investor antisipasi pembagian dividen

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Saham emiten suku cadang otomotif, PT Indospring Tbk. (INDS) mencatatkan tren kenaikan di tengah rangkaian aksi korporasi afiliasi dan prospek pembagian dividen pada semester I/2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham INDS kini berada di level Rp555 per saham. Banderol tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 145,58% sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD).

Kenaikan harga saham ini seturut langkah perseroan memperkuat efisiensi operasional. Pada Desember 2025, INDS mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset dari entitas anak, PT Indobaja Primamurni (IBPM).  

: Indospring (INDS) Bidik Laba Bersih Melonjak jadi Rp117 Miliar Tahun Ini

Perseroan tercatat menyerap delapan unit mesin dan empat unit komputer bekas senilai Rp3,01 miliar (di luar PPN) guna menunjang produksi.

Untuk 2026, INDS juga mengamankan perjanjian sewa kantor dengan entitas induk, PT Indoprima Investama (IIV) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. 

: : Indospring (INDS) Membagikan Dividen Rp65,6 Miliar atau Rp100 Per Saham

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai pergerakan harga saham INDS tidak hanya dipicu oleh pengalihan aset, tetapi juga cerminan antisipasi terhadap potensi pembagian dividen dan re-rating valuasi.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham, mengingat pada semester pertama 2026 terdapat beberapa sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, dividen, dan pemulihan sektor otomotif,” ujar Wafi, Kamis (15/1/2026).

: : Penjualan Indospring (INDS) Semester I/2023 Capai Rp1,97 Triliun

Sementara itu, respons pasar juga didorong oleh rekam jejak perseroan dalam membagikan keuntungannya. Pada tahun lalu, INDS tercatat menebar dividen tunai sebesar Rp52,49 miliar atau setara dengan Rp8 per saham.

Selain itu, manajemen perseroan juga menyisihkan cadangan wajib sebesar Rp1,5 miliar dan membukukan saldo laba senilai Rp15,59 miliar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.