
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dia menjanjikan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang lebih erat guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Usai menjalani fit and proper test kemarin, Senin (26/1/2026), pria yang akrab disapa Tommy itu menjelaskan sikapnya terkait dengan burden sharing antara BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dia menuturkan bahwa burden sharing sejatinya adalah berbagi beban bunga pembiayaan APBN. Hal ini utamanya dilakukan saat pandemi Covid-19, ketika BI diperbolehkan membeli SBN pemerintah langsung dari pasar primer.
: Harga Emas Antam Hari Ini, 27 Januari 2026 di Pegadaian: Per Gram Naik jadi Rp3,2 Juta
Tommy mengatakan sinergi moneter dan fiskal itu tidak akan dilakukan lagi ke depan, karena motivasinya sudah berbeda. Sinergi antara BI dan Kemenkeu nantinya lebih difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“[Burden sharing] yang sebelumnya itu sangat diperlukan karena masa Covid tadi. Cuma saat ini targetnya lain, targetnya adalah pertumbuhan ekonomi,” terangnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
: : Nilai Tukar Rupiah Berbalik Menguat, Pengamat: BI Kirim Sinyal Positif ke Pasar
Di sisi lain, BI selama ini diketahui mendukung kebijakan fiskal dengan membeli SBN namun di pasar sekunder. Pada 2025 lalu, otoritas moneter telah memborong surat utang pemerintah senilai Rp327,45 triliun sampai dengan 16 Desember 2025.
Kemudian, di awal 2026, BI sudah membeli SBN pemerintah senilai Rp23,69 triliun sampai dengan 20 Januari lalu. Ke depan, Tommy memastikan dukungan bank sentral terhadap APBN itu berlanjut sesuai dengan kebutuhan.
: : Pengesahan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI pada Paripurna Hari Ini (27/1)
“Itu [pembelian SBN di pasar sekunder] adalah sesuatu yang sedang—yang terus berlangsung ya. Itu apakah ada dan tidaknya, saya rasa itu berdasarkan kebutuhan,” tutur keponakan Presiden Prabowo Subianto itu.
U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH – TradingView
Didukung Seluruh Fraksi
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan pengesahan Wamenkeu Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI akan dilakukan pada rapat paripurna DPR, Selasa (27/1/2026).
Adapun pria yang akrab disapa Tommy itu resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung, yang mengundurkan diri, usai fit and proper test yang diselenggarakan hari ini, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan pantauan, rapat internal Komisi XI DPR setelah pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan tersebut berlangsung singkat, sekitar 10 menit, sebelum pimpinan komisi mengumumkan hasilnya.
“Bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono, dan hari ini kami sepakati diputuskan bersama menjadi keputusan Komisi 11 di rapat internal, dan nanti akan dibawa ke DPR RI untuk disahkan dalam rapat paripurna besok,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Politisi Partai Golkar itu menyebutkan, Tommy dipilih menjadi anggota Dewan Gubernur BI karena dinilai dapat diterima oleh seluruh partai politik di DPR. Menurut Misbakhun, delapan fraksi di parlemen menyetujui pengangkatan tersebut secara musyawarah mufakat.
“Semua [fraksi menerima] secara musyawarah mufakat. Tidak ada catatan sama sekali. Bahkan banyak catatan-catatan yang masuk justru adalah catatan yang sangat positif. Mengenai komitmen untuk memperkuat profesionalisme, independensi BI, dan sebagainya,” kata Misbakhun.