BNI Sekuritas soroti strategi swing trading untuk investor pemula

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT BNI Sekuritas mendorong investor pemula untuk memahami strategi transaksi saham, salah satunya melalui pendekatan swing trading yang memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek hingga menengah.

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan, pemahaman strategi transaksi menjadi fondasi penting bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar modal yang volatile.

“Strategi seperti swing trading dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung perencanaan yang matang, disiplin, serta manajemen risiko yang terukur,” kata Teddy dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).

Bani Maulana Mulia Belanja 1,09 Juta Saham Samudera Indonesia (SMDR)

Swing trading merupakan strategi yang memanfaatkan momentum pergerakan harga saham dalam rentang beberapa hari hingga beberapa minggu.

Di pasar Indonesia, strategi ini umumnya diterapkan pada saham-saham berlikuiditas tinggi agar lebih mudah dianalisis dan dipantau pergerakannya.

Dalam praktiknya, investor membeli saham saat harga berada di area support atau mengalami koreksi, lalu menjual ketika harga mendekati resistance. Keputusan transaksi biasanya didukung indikator teknikal seperti moving average (MA), relative strength index (RSI), MACD, serta level support dan resistance.

Geoprima Solusi (GPSO) Ungkap Transaksi Material Rp 700 Miliar, Ini Opsi Pendanaannya

BNI Sekuritas menekankan pentingnya manajemen risiko melalui penetapan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal transaksi. Pendekatan ini dinilai membantu investor menjaga disiplin serta menghindari keputusan emosional saat pasar berfluktuasi.