
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Minat investor ritel terhadap produk reksadana masih menunjukkan tren positif. Namun, di tengah dinamika pasar keuangan global, mulai terjadi pergeseran preferensi investor terhadap jenis reksadana yang dipilih.
Chief Operating Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan nilai transaksi ritel pada produk reksadana di platform Bareksa masih cenderung meningkat. Di saat yang sama, terdapat perubahan dominasi kelas aset dari sebelumnya didominasi reksadana pasar uang, kini bergeser ke reksadana pendapatan tetap.
Menurut Ni Putu, perubahan ini dipengaruhi oleh semakin mudahnya investor ritel mengakses informasi kinerja reksadana melalui platform digital. Transparansi tersebut membuat investor lebih leluasa membandingkan performa produk dan memaksimalkan potensi imbal hasil.
“Hal ini yang membuat minat investor ritel di industri reksadana lebih resilien di tengah tekanan pasar keuangan,” ujar Ni Putu dalam agenda media gathering Bareksa di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
IHSG Terkoreksi 0,69% ke 7.389, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin
Di tengah ketidakpastian global, minat investor terhadap reksadana pendapatan tetap juga meningkat karena dinilai lebih stabil.
Di platform Bareksa, porsi reksadana pendapatan tetap bahkan kini telah mencapai sekitar 65% dari total investasi reksadana investor ritel.
Selain itu, minat diversifikasi investasi ke reksadana berbasis dolar Amerika Serikat atau USD juga mulai meningkat.
Instrumen tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif lindung nilai (hedging) di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.
Ke depan, Bareksa melihat tren diversifikasi investasi akan terus berkembang seiring meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan portofolio yang seimbang.