
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar saham Indonesia akan memasuki periode musiman yang kerap menjadi perhatian investor, yaitu perayaan Tahun Baru Imlek dan datangnya bulan Ramadan mulai pekan depan.
Situasi ini dinilai berpotensi memberikan dorongan positif bagi emiten di sektor ritel seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menilai kedekatan dua momen besar tersebut menciptakan periode puncak belanja yang berlangsung lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Momentum Festive dan MBG Topang Prospek Saham Konsumer 2026, Ini Rekomendasi Analis
“Umumnya terdapat jeda antara lonjakan konsumsi saat Imlek dan Ramadan. Namun, ketika kedua momentum ini berdekatan, emiten ritel berpeluang menjaga tingkat kunjungan konsumen tetap tinggi sejak awal tahun hingga Maret atau April,” kata David kepada Kontan Jumat (13/2/2026).
Selain itu, emiten ritel juga akan didukung oleh sentimen makroekonomi, terutama pada konsumsi rumah tangga Indonesia masih tumbuh solid di kisaran 5,11%.
Di sisi lain, proyeksi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menuju 4,25% turut mendorong masyarakat lebih percaya diri melakukan belanja, termasuk melalui fasilitas kredit.
Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengamini momentum Imlek dan Ramadan yang berdekatan menjadi katalis positif karena memperpanjang periode belanja masyarakat sejak awal tahun hingga menjelang Lebaran.
“Permintaan biasanya meningkat untuk kebutuhan rumah tangga, fesyen, serta produk gaya hidup,” ucap Abida kepada Kontan, Minggu (15/2/2026)
Emiten yang Diuntungkan
David juga mengungkapkan sejumlah emiten ritel diperkirakan mencatat peningkatan pendapatan signifikan selama periode ini.
Pertama, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Sebagai jawara di segmen lifestyle dan fashion, MAPI sangat sensitif terhadap momentum Imlek (belanja baju baru/hadiah) dan Ramadan. Loyalitas konsumen kelas menengah-atas MAPI juga dinilai cenderung lebih stabil terhadap inflasi.
Kedua, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) . Sebagai ritel kebutuhan pokok (groceries), AMRT akan kebanjiran permintaan stok pangan dan parsel menjelang Lebaran. Jaringan gerainya yang luas hingga ke pemukiman membuatnya sangat mudah diakses saat permintaan melonjak.
Ketiga, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), momentum bagi-bagi angpao saat Imlek dan THR saat Lebaran seringkali dialokasikan masyarakat untuk upgrade gadget. Keempat, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), juga diuntungkan oleh tradisi bersih-bersih dan renovasi rumah menyambut tamu saat hari raya.
Sementara itu, Abida berpendapat emiten seperti ACES, AMRT, dan MAPI berpotensi mencatat kinerja lebih kuat.
Pasalnya, AMRT diuntungkan dari penjualan kebutuhan pokok yang meningkat saat Ramadan, MAPI terdorong oleh permintaan fesyen dan gaya hidup menjelang Lebaran, sementara ACES berpeluang mendapat tambahan transaksi dari belanja kebutuhan rumah tangga dan musiman.
Momentum Imlek, Ramadhan & Lebaran Bisa Dongkrak Saham Konsumer Kuartal I 2026
David menyarankan agar investor mengantisipasi pola ‘Buy the Rumor, Sell the Fact’. Harga saham ritel biasanya mulai naik satu hingga dua bulan sebelum perayaan. Dus, investor sebaiknya masuk saat harga masih dalam fase konsolidasi, bukan ketika euforia sudah memuncak.
“Menyikapi sentimen musiman ini, investor perlu menerapkan strategi yang terukur,” ucap David.
Selain itu, David juga menyarankan investor untuk memperhatikan fundamental emiten.
“Pilih emiten yang memiliki manajemen persediaan (inventory) yang baik. Kedekatan dua hari raya menuntut logistik yang efisien agar tidak terjadi kekosongan stok,” tambah David.
Adapun Abida berpendapat bahwa investor bisa melakukan akumulasi bertahap pada saham ritel dengan fundamental solid dan jaringan distribusi luas.
Momentum musiman ini dapat menjadi pendorong kinerja jangka pendek, namun tetap perlu mencermati realisasi penjualan dan margin setelah periode Lebaran untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan.
Dari sisi saham pilihan, David merekomendasikan ERAA, sejalan dengan peluang meningkatnya permintaan perangkat elektronik di tengah momentum belanja masyarakat. Lalu MAPI, ditopang oleh konsumsi segmen menengah yang tetap kuat serta potensi penurunan suku bunga yang dapat mendorong belanja ritel.
Kemudian, AMRT yang dinilai sebagai pilihan defensif dengan potensi peningkatan kinerja selama periode Ramadan. Serta ACES, yang berpotensi memperoleh tambahan penjualan seiring naiknya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan menjelang hari raya.
Di samping itu, Abida merekomendasikan buy untuk ACES dengan target harga Rp 450, MAPI dengan target harga Rp 1.500, dan AMRT dengan target harga Rp 2.000. Ketiganya dinilai memiliki posisi pasar kuat dan berpotensi memanfaatkan momentum konsumsi domestik pada 2026.
Buka Rumahsakit Baru, Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Berpeluang Tumbuh Agresif di 2026