Kabar reshuffle menguat usai Prabowo panggil para tokoh dan elite politik

Kabar perombakan kabinet (reshuffle) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali memanas. Pertemuan intensif Presiden dengan tokoh-tokoh di Hambalang dan Istana Negara—termasuk Luhut Binsar Pandjaitan dan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman pada 23 April 2026— menguatkan kabar akan terjadi perubahan di kabinet.

Isu reshuffle kali ini juga menguat didorong oleh kondisi ekonomi yang sedang “tidak baik-baik saja” dampak kondisi ekonomi global akibat perang AS-Israel vs Iran.

Analis komunikasi politik, Henri Satrio (Hensat), menilai jika reshuffle ini terealisasi, Prabowo akan tercatat sebagai Presiden yang paling rajin merombak kabinet demi mengejar efektivitas kinerja.

Menurut Hensat, ada tiga variabel utama yang selalu mendasari keputusan Prabowo dalam mengganti pembantunya yakni soal masalah subjektif (like and dislike) yang terkait faktor kenyamanan dan kepercayaan personal Presiden.

Baca juga:

  • Kabar Reshuffle Muncul, Prabowo Diminta Evaluasi Pos-pos Ini
  • Seskab Teddy Respons Isu Reshuffle: Tunggu Saja, Presiden yang Akan Bercerita
  • Prabowo Dikabarkan Segera Reshuffle Kabinet Secara Bertahap

Kedua, objektif (kinerja) atau evaluasi atas pencapaian kementerian. Ketiga, politis yakni akomodasi kekuatan partai pendukung agar tetap solid.

“Begitu isu reshuffle sudah tidak lagi dibicarakan publik, di situlah beliau biasanya beraksi,” ujar Hensat kepada Katadata, Senin (27/4).

Informasi yang diperoleh Katadata, beberapa pos kepala badan yang akan diganti adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan Kepala Badan Karantina Nasional. Muhammad Qodari, Kepala KSP, akan bergeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom.

Sedangkan Kepala KSP akan dijabat oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, yang saat ini merupakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Adapun, Kepala Badan Karantina akan ditempati oleh Abdul Kadir Karding, politisi PKB yang sempat menjabat Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) 2024-2025.

Selain itu, mantan Kepala PCO (President Communication Office) Hasan Nasbi bakal memangku jabatan baru sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Saat dikonfirmasi, Hasan Nasbi mengatakan belum bisa mengonfirmasi kabar tersebut. “Saya belum bisa mengonfirmasi. Kita tunggu pengumuman resmi saja,” ujarnya kepada Katadata, Minggu (26/4).

Katadata juga sudah mencoba menghubungi Kepala KSP, Qodari, untuk meminta konfirmasi. Namun hingga berita ini diturunkan, Qodari tidak membalas permintaan konfirmasi dari Katadata.