
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten produsen batubara, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan penurunan kinerja keuangan hingga akhir 2025.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha AADI berkurang 7,71% year on year (yoy) menjadi US$ 4,91 miliar pada 2025, dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 5,32 miliar.
AADI mencatatkan pendapatan berupa penjualan batubara ke pasar domestik sebesar US$ 1,14 miliar pada 2025. Di pasar ekspor, mayoritas penjualan AADI ditujukan ke Malaysia dengan nilai US$ 947,05 juta pada 2025. Setelah itu diikuti oleh India sebesar US$ 783,58 juta, China US$ 783,58 juta, Jepang US$ 456,16 juta, dan Korea Selatan US$ 392,74 juta.
Laba Bersih Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Anjlok 67,56% pada Tahun 2025
Beban pokok pendapatan AADI menurun 5,19% yoy menjadi US$ 3,65 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya yakni US$ 3,85 miliar.
AADI membukukan laba bruto sebesar US$ 1,26 miliar pada 2025 atau menyusut 14,29% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada 2024 yaitu US$ 1,47 miliar.
Laba usaha AADI juga ikut terkikis 29,73% yoy menjadi US$ 1,04 miliar pada 2025, dari periode sebelumnya US$ 1,04 miliar. Hasil ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan lain-lain AADI sebesar 91,51% yoy dari US$ 330,77 juta pada 2024 menjadi US$ 28,07 juta pada 2025.
Wall Street Anjlok Imbas Pasar Kerja AS yang Melemah dan Kenaikan Harga Minyak
Pada saat yang sama, beban usaha AADI berkurang 21,68% yoy dari US$ 315,50 juta pada 2024 menjadi US$ 247,09 juta pada 2025.
Hingga akhir 2025, AADI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 760,18 juta. Angka ini merosot 37,22% yoy dibandingkan laba bersih pada 2024 yaitu US$ 1,21 miliar.
AADI memiliki total aset sebesar US$ 5,71 miliar pada 2025 yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,06 miliar dan ekuitas US$ 3,65 miliar.