
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga minyak rebound pada perdagangan Kamis (8/1/2026) pagi, setelah anjlok kemarin. Pukul 07.20 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2026 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 56,32 per barel, naik 0,59% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 55,99 per barel.
Mengutip Bloomberg, harga minyak naik karena para pedagang mencerna lebih banyak langkah dari AS terkait Venezuela, termasuk rencana untuk mengontrol penjualan minyak di masa mendatang tanpa batas waktu, dan penyitaan dua kapal tanker yang dikenai sanksi.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, awalnya AS akan menawarkan minyak mentah yang disimpan, dan kemudian menjual pasokan Venezuela.
Trump Guncang Wall Street: Saham Properti dan Pertahanan Anjlok
Departemen Energi mengatakan minyak sedang dipasarkan.
Perusahaan minyak negara Venezuela dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Washington mengenai penjualan minyak mentah melalui kerangka kerja yang mirip dengan kesepakatan dengan Chevron Corp.
Presiden AS Donald Trump mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk membangun kembali industri energi di Venezuela, dan dijadwalkan akan bertemu dengan para eksekutifnya pada Jumat.