
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Pergerakan saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi sorotan pasar pada hari ini Selasa (21/4/2026) setelah pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International atau MSCI.
MSCI kembali membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026 meskipun otoritas domestik telah melakukan berbagai reformasi pasar modal. Meski demikian MSCI tidak lagi menyinggung risiko turunnya Indonesia ke pasar frontier market.
Sejumlah saham yang terafiliasi dengan Grup Barito tercatat mengalami pergerakan signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
: BEI Respons Pengumuman MSCI, Siap Perkuat Komunikasi dengan Penyedia Indeks
Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dibuka menguat 7,94% pada level Rp2.150 pada awal perdagangan hari ini. Adapun, selama sepekan terakhir saham ini naik 5,02%, dan dalam sebulan terakhir meningkat 69%.
Selanjutnya saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dibuka menghijau pada level R6.100 atau naik 6,17%. Selama sepekan saham TPIA masih mencatatkan pelemahan, tetapi dalam sebulan terakhir saham TPIA terpantau meningkat 25,37%.
: : IHSG Dibuka Tergelincir ke Zona Merah Usai MSCI Keluarkan Pengumuman Terbaru
Berikutnya saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dibuka melemah 1,63% ke level Rp1.530. Namun demikian pergerakan harga sahamnya selama sepekan dan sebulan terakhir, masing-masing mencatat kenaikan 5,59% dan 34,22%.
Kemudian PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga mengalami pergerakan serupa dengan CDIA. Pada hari ini saham BREN dibuka melemah 6,82% ke level Rp6.150 tetapi dalam sepekan dan sebulan terakhir harga sahamnya sudah naik masing-masing sebesar 0,82% dan 6,03%.
: : MSCI Sorot Saham Terkonsentrasi Tinggi, BREN, DSSA hingga LUCY Masuk Daftar HSC
Adapun saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) dibuka stagnan pada level Rp1.1120 dengan peningkatan 2,22% selama sepekan terakhir dan melejit 47,44% selama sebulan terakhir.
PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang dibuka melemah tetapi pada level Rp6.025 tetapi terbang tinggi selama sepekan terakhir sebesar 4,17% dan 45,25% selama sebulan terakhir.
BARITO RENEWABLES ENERGY TBK – TradingView
Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan MSCI masih mengevaluasi konsistensi, cakupan, dan efektivitas kebijakan baru, khususnya terkait peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.
Sebagai dampaknya, MSCI tidak akan melakukan penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), tidak ada kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), tidak ada penyesuaian jumlah saham (NOS), serta tidak ada kenaikan klasifikasi ukuran saham (misalnya dari small cap ke standard). Kebijakan ini mencerminkan sikap hati-hati MSCI dalam menjaga kualitas investability pasar Indonesia.
Meski demikian, MSCI tetap akan menghapus saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) dan secara terbatas menggunakan data kepemilikan di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float. Namun, data baru dari reformasi belum sepenuhnya digunakan hingga proses evaluasi selesai.
Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan bahwa meskipun reformasi telah dilakukan oleh regulator Indonesia, MSCI masih membutuhkan waktu untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut benar-benar efektif sebelum kembali melakukan normalisasi rebalancing indeks.
PETRINDO JAYA KREASI TBK – TradingView
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.