
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Masa penawaran SBN ritel sukuk tabungan seri ST016 resmi ditutup pada hari ini. SBN ritel yang ditawarkan pada 8 Mei – 3 Juni 2026 ini menarik minat investor karena mencatat pemesanan tertinggi dibanding SBN ritel yang telah ditawarkan pada tahun 2026.
Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, secara umum, minat masyarakat untuk berinvestasi pada Sukuk Tabungan seri ST016 cukup tinggi.
“Berdasarkan data sementara per pukul 15.00 WIB, pemesanan ST016 telah mencapai Rp 22,62 triliun yang berasal dari 81.667 investor melalui dukungan 32 Mitra Distribusi,” ujar Deni kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).
PMI Manufaktur Indonesia Mulai Mendaki, Cek Efeknya ke Emiten
Deni bilang, data pemesanan tersebut masih akan melalui proses rekonsiliasi sebelum penetapan hasil penjualan pada hari Senin, 8 Juni 2026. Capaian tersebut merupakan pemesanan tertinggi untuk SBN ritel yang telah ditawarkan sepanjang tahun 2026. Tingginya pemesanan tersebut menunjukkan bahwa SBN ritel, khususnya instrumen syariah, tetap mendapat kepercayaan yang kuat dari masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik.
Deni menyebut, ST016 tetap menarik bagi investor karena menawarkan instrumen investasi yang aman, sesuai prinsip syariah, mudah diakses secara online, serta memberikan imbalan yang kompetitif. Selain itu, ST016-T4 merupakan Green Sukuk yang hasil penjualannya akan dialokasikan untuk pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ke depan, Pemerintah bersama para Mitra Distribusi dan stakeholders terkait akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan dalam setiap penerbitan SBN ritel, baik dari sisi desain produk, strategi pemasaran, edukasi investor, maupun penguatan kanal distribusi digital.
Pemerintah juga akan terus mencermati perkembangan pasar dan kebutuhan pembiayaan APBN agar penerbitan SBN ritel berikutnya tetap relevan dan kompetitif.
“Kami optimistis SBN ritel masih akan menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat dalam rangka diversifikasi portfolio instrumen investasinya,” ucap Deni.
Selain memberikan manfaat finansial bagi investor, Deni menuturkan bahwa SBN ritel juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung pembiayaan APBN dan pembangunan nasional.
Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengatakan, SBN ritel ST016 ini jauh lebih diminati dibanding seri-seri sebelumnya di tahun ini. Ia mengaku di Bareksa angka penjualan melebihi target. Kenaikan minat ini karena kupon yang ditawarkan ST016 lebih tinggi dari sebelumnya. Juga dengan kenaikan BI rate, ada harapan kenaikan kupon lagi saat masa penyesuaian kupon.
“Tenor yang (banyak) diminati yang tenor 2 tahun. Sebagian besar investor di usia 21 tahun sampai 40 tahun,” ungkap Ni Putu.
PMI Manufaktur Indonesia Naik, Prospek Emiten Masih Menantang