
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat idAA untuk PT Pertamina Bina Medika IHC.
“Pefindo menetapkan peringkat idAA dengan prospek negatif untuk PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC). Prospek negatif mencerminkan potensi perubahan tingkat dukungan induk setelah penandatanganan perjanjian pengalihan saham bersyarat (CPSA), yang mengindikasikan rencana pengalihan IHC ke PT Danantara Asset Management (Danantara AM) dalam waktu dekat,” jelas Qorri Aina & William Siregar, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).
Pengalihan ini dapat mengubah kerangka dukungan yang ada, dengan mekanisme dukungan likuiditas saat ini dari PT Pertamina (Persero) kemungkinan tidak akan tetap berlaku.
IHSG Menguat 2,1% ke 7.660,7 di Sesi Pertama, Top Gainers LQ45: BRPT, DSSA, BBTN
Akibatnya, Pefindo menilai tingkat dukungan dapat menjadi lebih bergantung pada prioritas portofolio Danantara AM yang lebih luas, dimana IHC dapat dipandang memiliki urgensi strategis yang lebih rendah dibandingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain di bawah kendali Danantara AM dan berpotensi membatasi ketepatan waktu dan tingkat dukungan luar biasa.
Peringkat mencerminkan peran strategis IHC sebagai holding rumah sakit milik negara, posisi bisnis yang sangat kuat, dan pelanggan dan lokasi yang terdiversifikasi dengan baik. Peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang moderat.
“Peringkat dapat diturunkan jika pengalihan IHC ke Danantara AM terealisasi sesuai rencana. Prospek dapat direvisi menjadi stabil tanpa penurunan peringkat jika pengalihan disertai kerangka dukungan yang lebih kuat. Yakni dengan mekanisme yang memastikan ketersediaaan dan ketepatan waktu dukungan luar biasa. Atau jika transfer tidak berjalan dan kerangka dukungan dengan Pertamina yang ada tetap berlaku,” jelas Pefindo dalam laporannya.
Seperti diketahui, IHC merupakan holding rumah sakit milik negara. Perusahaan mengoperasikan 38 rumah sakit yang tersebar di kota – kota besar di Indonesia. per 31 Desember 2025, pemegang saham IHC adalah Pertamina (81,1%), PT Perkebunan Nusantara I (9,3%), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (6%), dan lain – lain.
Fluktuasi IHSG, Investor Perlu Pantau Antrian Order Saham Secara Real Time