
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Pemegang saham pengendali PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC), J Trust Co., Ltd., melepas sebagian kepemilikan sahamnya pada awal Januari 2026. Aksi korporasi ini membuat porsi kepemilikan J Trust di BCIC turun dari sebelumnya 72,23% menjadi 67,38%.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi pada 12 Januari 2026, J Trust Co., Ltd. melego secara tidak langsung sebanyak 878,37 juta saham BCIC pada 9 Januari 2026 dengan harga transaksi Rp310 per saham.
Dengan transaksi tersebut, jumlah saham BCIC yang dimiliki J Trust menyusut dari 13,08 miliar saham menjadi 12,20 miliar saham. Meski demikian, J Trust tetap berstatus sebagai pemegang saham pengendali dan menyatakan akan mempertahankan pengendalian atas Bank JTrust Indonesia.
: Penuhi Aturan Free Float, BEI Segera Cabut Suspensi Saham Bank JTrust (BCIC)
Dalam laporan itu disebutkan bahwa transaksi dilakukan dalam skema repurchase agreement (repo) dengan tujuan penerimaan investasi. Seluruh saham yang dilepas merupakan saham biasa dan tidak disertai perubahan status pengendalian perusahaan.
Meski kepemilikan berkurang, J Trust masih menguasai lebih dari dua pertiga saham BCIC, sehingga arah kebijakan dan strategi bank dinilai tetap berada di bawah kendali induk usaha asal Jepang tersebut.
Bank JTrust Indonesia Tbk. – TradingView
Adapun, saham Bank JTrust melonjak tajam pada perdagangan Senin (12/1/2026). Hingga pukul 14.52 WIB, saham BCIC menguat 19,35% atau naik 36 poin ke level Rp222 per saham.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BCIC dibuka di harga Rp208 dan sempat bergerak di rentang Rp189–Rp242 per saham sepanjang sesi perdagangan. Level tertinggi tersebut sekaligus menjadi harga tertinggi dalam 52 minggu terakhir.
Dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp186 per saham, saham BCIC langsung bergerak di zona hijau dan mempertahankan penguatannya hingga sesi II. Kapitalisasi pasar Bank JTrust Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp3,98 triliun.