
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendalami penyebab insiden kecelakaan di kawasan tambang emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Adapun, insiden itu terjadi pada pekan lalu. Kejadian itu menimbulkan tiga korban jiwa.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM Jeffri Huwae mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi tambang. Tim diterjunkan untuk mendalami apakah ada unsur pelanggaran hukum atau tidak.
Dia menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, terdapat asap yang berasal dari terowongan tambang. Kemudian, terdeteksi terjadi peningkatan kadar CO2 yang tinggi dan berkembang menjadi kebakaran di dalamnya.
“Kami langsung cek dan melakukan koordinasi dengan PT Antam. Apakah itu kecelakaan tambang atau human error, atau hal-hal yang terkait dengan force majeure,” ucap Jeffri di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (20/1/2026).
Jeffri menuturkan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Antam. Dia mengingatkan bahwa prosedur keselamatan harus diutamakan, sebelum penegakan hukum.
“Kami sampaikan, prosedur keselamatan didahulukan. Selalu saya sampaikan, sebelum ke penegakan hukum, aspek kemanusiaan itu didahulukan,” katanya.
Terkait dengan dugaan adanya tambang ilegal yang menerobos wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Antam, Jeffri menyampaikan Kementerian ESDM masih melakukan pendalaman.
Dia mengaku belum menemukan hubungan antara keberadaan tambang ilegal dengan kecelakaan yang terjadi di tambang Antam.
“Ini kan garis merahnya tidak ada. Tambang ilegal itu dilarang, tetapi tidak boleh menyalahkan tambang ilegal kalau ada kecelakaan tambang,” kata Jeffri.
Sebelumnya, Antam menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan terkait insiden di sekitar wilayah Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor, dengan melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban yang ditemukan di area tersebut.
Perusahaan pelat merah itu pun menegaskan komitmennya untuk mengedepankan aspek kemanusiaan, keselamatan, serta penegakan keamanan wilayah tambang.
Berdasarkan hasil penelusuran bersama aparat dan otoritas berwenang, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan tanpa izin (gurandil) yang menerobos wilayah IUP Antam. Area tersebut berada di luar kegiatan operasi resmi perusahaan.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menegaskan, peristiwa ini menjadi perhatian serius manajemen dan akan menjadi dasar penguatan pengawasan serta penegakan keselamatan kerja dan keamanan wilayah tambang.
“Keselamatan manusia adalah prioritas utama. Antam tidak menoleransi aktivitas penambangan ilegal karena berisiko tinggi dan dapat menimbulkan korban. Ke depan, kami akan memperketat pengawasan, penegakan K3, serta pengamanan wilayah tambang agar aktivitas ilegal tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak lagi menjadi korban,” ujar Untung melalui keterangan resmi, Senin (19/1/2026).
Dia menuturkan, Antam bersama tim gabungan dan aparat berwenang telah berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa di lokasi insiden. Proses evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif lintas instansi, dengan mengedepankan prosedur keselamatan kerja yang ketat serta mempertimbangkan kondisi teknis dan keamanan di lokasi.
Seluruh tahapan evakuasi dilaksanakan secara cepat, terukur, dan berhati-hati, dengan prioritas utama pada keselamatan personel tim di lapangan. Antam, kata Untung, turut menyampaikan empati dan duka mendalam kepada keluarga korban.
Untung menambahkan, penguatan pengamanan wilayah tambang akan dilakukan secara terintegrasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait. Ini termasuk peningkatan sistem pemantauan dan pengendalian akses di area IUP.
Menurut Untung, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Antam dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) secara konsisten, khususnya pada aspek keselamatan kerja, perlindungan masyarakat sekitar tambang, serta tata kelola operasi yang bertanggung jawab.
“Penegakan K3 dan keamanan wilayah bukan hanya untuk melindungi operasional perusahaan, tetapi juga untuk melindungi masyarakat. Tambang ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan jiwa,” tegasnya.
: Antam (ANTM) Bantah Terjadi Ledakan di Tambang Emas Bogor