
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Harga buyback emas Antam telah mengalami kenaikan dua digit pada periode berjalan 2026.
Berdasarkan data Logam Mulia Kamis (7/5/2026), harga buyback emas Antam naik Rp20.000 ke Rp2.645.000. Posisi itu mencerminkan kenaikan 12,07% untuk periode berjalan 2026.
Kendati demikian, harga buyback emas Antam tercatat masih terpaut dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.
: Bisikan Harga Emas Kembali Berkilau 2026, Siap Pesta Rekor Lagi?
Sebagaimana diketahui, harga buyback emas Antam merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram. Pergerakan mengikuti harga emas di pasar global.
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Dupoin Futures Indonesia mengungkapkan muncul kombinasi sinyal teknikal yang solid serta dukungan dari faktor fundamental global pada sesi perdagangan Rabu (6/5/2026).
: : Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis 7 Mei 2026
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe harian mulai menunjukkan indikasi kuat pembalikan arah setelah sebelumnya berada dalam tekanan.
Dari sisi teknikal, harga emas berhasil membentuk swing low yang valid di area support kuat pada level US$4.523. Level ini menjadi titik penting yang menandai berhentinya tren penurunan sebelumnya.
“Ketika harga mampu bertahan di atas area tersebut, hal ini biasanya menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai beralih dari fase bearish menuju fase bullish.
Selain itu, terbentuknya candlestick bullish marubozu semakin memperkuat sinyal tersebut,” jelasnya dalam riset terbaru Rabu (6/5/2026).
Pola ini, lanjut dia, mencerminkan dominasi pembeli yang cukup kuat dalam satu periode perdagangan, di mana harga ditutup mendekati level tertingginya. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan beli mulai mendominasi pasar dan membuka peluang bagi kelanjutan kenaikan harga.
Sinyal penguatan juga menurutnya diperkuat oleh terbentuknya pola double bottom, yang merupakan salah satu pola pembalikan tren yang cukup kuat dalam analisis teknikal. Pola ini menandakan bahwa harga telah menemukan titik terendahnya dan berpotensi bergerak naik dalam periode selanjutnya.
Sejalan dengan itu, dia mengungkapkan indikator stochastic juga menunjukkan pergerakan yang mulai mengarah ke atas setelah keluar dari area oversold atau jenuh jual. Hal ini menjadi konfirmasi tambahan bahwa momentum penurunan telah melemah dan peluang kenaikan semakin terbuka.
“Dengan kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level US$4.660. Jika momentum bullish tetap terjaga, maka peluang untuk melanjutkan penguatan hingga ke level US$4.740 semakin besar,” jelas Geraldo.