BI buka suara soal ramai bank sentral borong emas

Bank Indonesia (BI) menanggapi tren bank sentral yang memborong emas untuk menambah cadangan devisa. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya mengatakan, pengelolaan cadangan devisa, yang di dalamnya termasuk emas, tergantung dari strategi masing-masing bank sentral.

“Memang bank sentral ada alokasi pengelolaan cadangan devisa, komposisi mata uang apa, termasuk di situ ada emas. Ya itu global fenomena, bahwa itu pengelolaan cadangan devisa seperti itu termasuk emas, itu komposisi itu strategi masing-masing internal central bank,” ujar Juli dalam Editor Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2).

Peningkatan harga emas global ke level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak lembaga keuangan dan bank sentral global membeli emas. Ekonom global mengatakan tren pembelian emas ini karena bank sentral melakukan strategi untuk mengatasi depresiasi mata uangnya terhadap dolar AS. Selain itu juga sebagai langkah diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS ke emas.

Meski demikian, Juli enggan membeberkan secara detail mengenai berapa banyak jumlah emas yang ada dalam cadangan devisa Indonesia. “Internal, tergantung masing-masing bank sentral,” jelasnya.

Berdasarkan data International Monetary Fund’s Dissemination Standards Bulletin Board (DSBB) di Statistik BI, total cadangan devisa Indonesia per Januari 2026 sebesar USD 154,58 miliar, turun dari bulan sebelumnya USD 156,47 miliar. Dari jumlah cadangan devisa itu, emas senilai USD 14,46 miliar, naik dari bulan sebelumnya USD 11,93 miliar. Namun demikian, data emas itu tidak mencakup volume (ton).

Salah satu bank sentral yang rajin membeli emas batangan adalah People’s Bank of China (PBoC). Cadangan emas batangan PboC naik sebanyak 160.000 troy ounces (satuan emas batangan) menjadi 72,96 juta troy ounces dibanding pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan World Gold Council, total cadangan devisa PBoC adalah USD 3,74 triliun, dengan volume cadangan emas 2.306 ton per kuartal IV 2025. WGC memprediksi pembelian emas oleh bank sentral menjadi penopang tren pembelian tetap berkelanjutan.

Tak Berpengaruh ke Inflasi RI

Kenaikan harga emas batangan global juga diikuti oleh harga emas di Indonesia. Emas Antam dan Galeri24 bahkan harganya sempat mencetak rektor tertinggi di awal tahun ini, yang menyentuh Rp 3 juta per gram.

Juli mengatakan, kenaikan harga emas batangan biasanya sejalan dengan emas perhiasan, yang masuk dalam komponen Indeks Harga Konsumen (IHK) atau laju inflasi. Dia memastikan, laju inflasi Indonesia akan tetap terjaga sebesar 2,5 plus minus 1 persen di tahun ini dan tahun depan.

“Kemudian inflasi, ada sebetulnya yang masuk ke IHK iu emas perhiasan, ini kan link dengan emas logam mulia. Ada dampaknya terhadap inflasi, tapi kita lihat inflasi inti, yang menggambarkan interaksi penawaran, ini masih di level yang cukup rendah, ada di level sekitar 2,3 persen,” tambahnya.