Sinyal positif pimpinan baru OJK bawa IHSG melaju di zona hijau

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK dan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dinilai memberikan sinyal stabilitas kuat bagi pasar keuangan. 

DPR telah mengesahkan lima pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (12/3/2026). Pengesahan itu dilakukan oleh Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna (Rapur) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Friderica lantas ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK dan Hasan Fawzi ditunjuk menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. 

Sementara itu, Komisi XI DPR turut menetapkan Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK dan posisi Kepala Eksekutif Pengawas Aset Keuangan Digital dan Kripto diisi oleh Adi Budiarso.

: Arah Kebijakan Para Pemimpin Baru OJK

Dari lantai Bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I hari ini dengan kenaikan 0,53% menuju level 7.429 setelah sempat melemah pada awal sesi perdagangan.

Adapun penguatan indeks komposit terjadi di tengah mayoritas pelemahan bursa utama Asia yang tertekan oleh kenaikan harga minyak dunia.

Founder Republik Investor Hendra Wardana menjelaskan bahwa kedua figur Friderica dan Hasan Fawzi bukan sosok baru di lingkungan regulator. Rekam jejak panjang keduanya, mulai dari karier di BEI hingga posisi strategis di OJK, dipandang pelaku pasar sebagai jaminan kesinambungan kebijakan. 

“Dengan latar belakang tersebut, pelaku pasar menilai kepemimpinan baru ini kemungkinan besar tidak akan membawa perubahan kebijakan yang terlalu drastis, melainkan lebih melanjutkan agenda reformasi yang selama ini sudah berjalan,” ucapnya saat dihubungi pada Kamis (12/3/2026). 

Menurutnya, dari perspektif investor, faktor kepemimpinan baru adalah kemampuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal. Terlebih, pasar saat ini sangat sensitif terhadap isu tata kelola, transparansi, dan perlindungan investor. 

Munculnya Friderica dan Hasan pun diharapkan memperkuat agenda reformasi pasar modal, termasuk penguatan pengawasan terhadap praktik manipulasi transaksi dan peningkatan transparansi kepemilikan saham.

“Jika agenda reformasi ini dijalankan konsisten, dampaknya tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor domestik, tetapi juga memperkuat persepsi investor asing terhadap kualitas pasar modal Indonesia,” pungkasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.