
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan bahwa obligasi dan sukuk ijarah yang diterbitkan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo senilai Rp 500,6 miliar akan jatuh tempo pada April 2026.
Obligasi dan Sukuk Ijarah yang dimaksud antara lain Obligasi Berkelanjutan II tahap I tahun 2023 seri B (peringkat idA) sebesar Rp 211,3 miliar jatuh tempo tanggal 4 April 2026. Sukuk Ijarah Berkelanjutan II tahap I tahun 2023 seri B (peringkat idA(sy)) sebesar Rp 141,1 miliar jatuh tempo tanggal 4 April 2026.
Bukit Uluwatu (BUVA) Beri Penjelasan soal Rights Issue 50 Miliar Saham
Kemudian, Obligasi Berkelanjutan II tahap III tahun 2025 seri A (peringkat idA) sebesar Rp 71,5 miliar jatuh tempo tanggal 30 April 2026. Sukuk Ijarah Berkelanjutan II tahap III tahun 2025 seri A (peringkat idA(sy)) sebesar Rp 76,7 miliar jatuh tempo tanggal 30 April 2026.
“Perusahaan berencana untuk melunasi instrumen utang yang jatuh tempo menggunakan dana internal,” ujar Tsanya Chindra & Naufal Buntoro, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Pefindo menyampaikan bahwa dana internal akan disiapkan dua minggu sebelum tanggal jatuh tempo. Per tanggal 31 Desember 2025, ISSP memiliki saldo kas sebesar Rp 956,53 miliar dan proyeksi EBITDA sebesar Rp 831,10 miliar.
ORI029 Masih Menarik di Tengah Volatilitas Pasar, Ini Kata Analis