IHSG hari ini (25/2) dibuka naik, saham ASII, TLKM, hingga BBCA kompak menguat

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 8.357,03 pada hari ini, Rabu (25/2/2026). Seturut hal itu, saham big caps seperti AMMN, ASII, TLKM, hingga BBCA kompak melaju di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,92% atau 76,19 poin ke level 8.357,03 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.316,66 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.360,09.

Tercatat, sebanyak 357 saham menguat, lalu 108 saham terkoreksi, dan 187 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp15.047,03 triliun.

: Indeks Bisnis-27 Hari Ini (25/2) Menguat, Saham INCO, NCKL, ADMR Melaju

Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar 2,01% ke Rp7.600 dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) tumbuh 1,53% ke Rp6.650 per saham. 

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga meningkat 1,40% menuju level Rp3.630 per saham dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatat penguatan sebesar 1,38% menjadi Rp7.325 per saham. 

: : BEI Suspensi Wanteg Sekuritas (Kode Broker: AN), Intip Kondisi Keuangannya

Astra International Tbk. – TradingView

Adapun saham emiten emas juga mencatat kenaikan. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), misalnya, naik 1,85% ke Rp3.860, sementara saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) menguat 1,80% menjadi Rp565.

Lebih lanjut, saham top gainers hari ini meliputi saham PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA) yang melesat 21,67% ke Rp146 dan saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA) terapresiasi 19,90% menuju level Rp6.175 per saham. 

: : Aturan ETF Emas Masuk Harmonisasi, OJK Bocorkan Kisi-Kisinya

Sementara itu, saham paling boncos atau top losers dihuni saham PT Indospring Tbk. (INDS) yang turun 14,97% menjadi Rp1.505 dan saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV) terkoreksi sebesar 9,80% ke Rp3.680 per saham.

Hari ini, indeks komposit diproyeksikan melanjutkan tren koreksi pada. Secara teknikal, pergerakan IHSG mulai menunjukkan sinyal pelemahan momentum.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan bahwa pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,37% ke level 8.280,83. Meskipun sempat menyentuh level tertinggi di 8.437 pada awal sesi, aksi jual terutama di sektor energi menyeret indeks ke zona merah.

“Secara teknikal, momentum penguatan histogram MACD mulai melemah dan terjadi pembentukan death cross Stochastic RSI di area overbought. IHSG juga kembali ditutup di bawah level MA5,” ujar Valdy dalam riset harian.

Dia memproyeksikan IHSG hari ini akan menguji level support di rentang 8.200 hingga 8.250. Namun, rebound yang terjadi di bursa Wall Street diharapkan mampu memberikan dorongan penguatan bagi IHSG pada awal sesi.

Pelemahan indeks kemarin juga beriringan dengan tertekannya nilai tukar rupiah yang parkir di level Rp16.829 per dolar Amerika Serikat (AS). Valdy menilai hal itu sejalan dengan penguatan dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan tarif AS serta prospek suku bunga The Fed yang diprediksi tetap ketat.

Dari sentimen global, dia menuturkan bahwa investor tengah mencermati langkah bank sentral Tiongkok yang mempertahankan suku bunga pinjaman (LPR) untuk tenor 1 tahun di level 3% dan 5 tahun di level 3,5%.

Sementara itu, dari zona Eropa, pasar menanti rilis data inflasi Januari 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 1,7% (year on year/YoY), serta data kepercayaan konsumen Jerman yang diproyeksikan sedikit membaik.

Di tengah potensi volatilitas ini, Phintraco Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan hari ini, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI). 

Adapun saham PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga masuk daftar. 

Secara terperinci, Phintraco Sekuritas mematok level resistansi indeks komposit hari ini di angka 8.350, dengan titik pivot pada 8.300 dan support kuat di 8.200.

 

 —

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.