Bumi Serpong Damai (BSDE) catat marketing sales Rp 10,04 triliun sepanjang 2025

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan pendapatan pra penjualan alias marketing sales Rp 10,04 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini melampaui target perseroan di tahun lalu yang sebesar Rp 10 triliun.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya bilang, pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan dibandingkan hasil marketing sales tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 9,72 triliun.

“Ini sekaligus mencerminkan ketahanan kinerja BSDE di tengah dinamika pasar properti nasional serta kuatnya permintaan terhadap portofolio produk BSDE yang beragam,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (30/1/2026).

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Resmi Rencanakan Stock Split, Ini Jadwal Lengkapnya

Secara komposisi, segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar pra penjualan BSDE dengan nilai mencapai Rp 4,19 triliun atau setara 42% dari total pra penjualan 2025. Capaian ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian.

Sementara itu, segmen komersial, yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen, memberikan kontribusi sebesar Rp 3,73 triliun atau setara dengan 37% dari total prapenjualan 2025.

“Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan juga menjadi kontributor signifikan dengan nilai mencapai Rp2,13 triliun atau setara 21% dari total pra penjualan 2025,” ujarnya.

Secara geografis, proyek-proyek yang berlokasi di BSD City masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 69% dari total pra penjualan 2025.

Capaian ini didukung oleh berbagai proyek unggulan, antara lain Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, serta klaster terbaru Vireya yang diluncurkan di BSD City.

“Kontribusi signifikan juga berasal dari kawasan pengembangan lainnya, seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, yang mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan BSDE,” ungkapnya.

Saham Big Banks Menguat pada Penutupan Jumat (30/1), BMRI Pimpin Kenaikan

Lebih lanjut, Hermawan mengaku, BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti ke depan. 

Stabilitas makro ekonomi domestik yang terjaga, serta keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%, memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.

“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE pada periode mendatang,” paparnya.