
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan untuk penghematan berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Purbaya mengatakan, kepala negara menginginkan anggaran untuk program prioritasnya itu terpakai lebih efektif dan efisien.
“(Realisasi hingga April 2026) MBG sudah mencapai Rp 75 triliun, itu 2,4% dari APBN yang sebesar Rp 335 triliun. Tapi nanti bukan Rp 335, nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Pak Presiden,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5) malam.
Adapun Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan pagu anggaran untuk MBG pada 2026 sebesar Rp 268 triliun. Purbaya membuka kemungkinan adanya efisiensi, namun angkanya masih dalam perhitungan pemerintah.
“Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut, masih dihitung. Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi,” kata Purbaya.
Baca juga:
- Bahlil Sebut Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi meski Tren ICP Naik Terus
- Ini Alasan Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR Besok
- WNI Diculik Israel Terancam Disiksa, GPCI Dorong Pemerintah Percepat Pembebasan
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menjelaskan realisasi MBG hingga April 2026 telah menjangkau 61,96 juta penerima melalui 27.952 SPPG. “Ini program yang bagus, akan kita terus dukung, tapi dengan peningkatan efisiensinya nanti ke depan,” katanya.
Purbaya juga mengatakan, Prabowo tengah menghitung penghematan tanpa mengganggu efektivitas MBG. Menurut dia, presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang.
Bendahara negara itu pun menegaskan, pemerintah tidak bersikap antipati terhadap masukan yang diberikan masyarakat terkait efektivitas program dan penggunaan anggaran untuk MBG.
“Jadi bukan ‘imun’ terhadap masukan, cuma Bapak (Prabowo) itu, Bapak kita itu, Pak Presiden sedang menghitung gimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah,” kata Purbaya.
Pembagian MBG sudah Dipangkas Jadi 5 Hari
Akhir Maret lalu, pemerintah sudah lebih dulu memangkas waktu pelaksanaan pembagian MBG dari enam menjadi lima hari per minggu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah penghematan guna mengantisipasi dampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Pemerintah mendorong optimalisasi program MBG yang diarahkan untuk pembagian makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3).
Kendati demikian, Airlangga memastikan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), siswa yang tinggal di asrama, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi akan menjadi pengecualian dari pemangkasan ini.
“Penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien produktif dan berdaya tahan,” kata dia.
Sementara Purbaya sebelumnya juga pernah mengungkapkan potensi penghematan anggaran Program MBG mencapai Rp 40 triliun lewat pemangkasan pembagian MBG dari semula enam hari menjadi lima hari per pekan. Dia mengatakan, opsi efisiensi itu disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana saat rapat bersama dengannya dan Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, 16 Maret 2026.
“Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh yang dia (Dadan) bilang aja Rp 40 triliun, hitungan kasar, tapi bisa lebih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).