Harga anjlok 53%, saham transportasi batubara ini mengandung dividen Rp 130 miliar

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) hingga Mei 2026 telah merosot jauh. Namun ada kabar kembira, investor saham RMKE akan mendapatkan dividen. 

Harga saham RMKE pada akhir perdagangan Kamis 21 Mei 2026 parkir di Rp 2.760, anjlok 430 poin atau 13,48% dibandingkan sehari sebelumnya. Sejak awal tahun 2026, harga saham perusahaan jasa logistik batubara ini telah berkurang Rp 3.190 atau 53,61%.

RMKE menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 130,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Nilai dividen tersebut setara 54,1% dari laba bersih tahun buku 2025. Dengan keputusan itu, pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 30 per saham.

Harga Saham Turun 40%, Emiten Ini Akan Sebar Dividen Jutaan Dollar AS

Direktur Utama RMKE Vincent Saputra mengatakan, kebijakan pembagian dividen tersebut menjadi bentuk apresiasi perseroan kepada para pemegang saham di tengah tantangan industri batu bara dan dinamika ekonomi global.

“Pembagian dividen ini mencerminkan apresiasi perseroan kepada pemegang saham sekaligus komitmen menjaga pertumbuhan jangka panjang. Perseroan terus menjaga fundamental bisnis yang sehat di tengah dinamika industri batu bara,” ujar Vincent dalam RUPST RMKE di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan perseroan serta menyetujui pengangkatan kembali jajaran Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan berikutnya.

Wall Street Ditutup Menguat Tipis, Pasar Didorong Harapan Perdamaian Timur Tengah

Fokus Pertumbuhan Bisnis RMKE

Vincent menegaskan, RMKE tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan dengan mengandalkan dua mesin pertumbuhan utama, yakni jasa logistik batu bara dan penjualan komoditas.

Menurut dia, pertumbuhan perseroan akan ditopang penambahan tambang baru yang terkoneksi langsung dengan hauling road milik RMKE, serta peningkatan volume jasa logistik dari klien baru.

“Kami masih optimistis dapat membukukan kinerja baik ke depan, dengan dua engine pendapatan jasa di area hulu dan hilir. Pertumbuhan akan didorong oleh penambahan tambang baru yang terhubung langsung dengan hauling road,” jelas Vincent.

Selain memperluas layanan logistik, RMKE juga berupaya meningkatkan volume penjualan batu bara yang berasal dari tambang yang telah terhubung dengan infrastruktur perseroan.

Tonton: IHSG Belum Bangkit, Sentimen Bearish Masih Dominan

Profil Bisnis RMKE

Sebagai informasi, RMKE merupakan perusahaan penyedia jasa logistik batu bara terintegrasi yang didukung jalur kereta api dan infrastruktur hauling.

Perusahaan yang berdiri pada 22 Juni 2009 tersebut resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November 2021.

Saat ini, RMKE mengoperasikan rantai logistik batu bara yang mencakup:

– Hauling road sepanjang 38 kilometer dari tambang menuju Stasiun Muat Gunung Megang

– Fasilitas bongkar muat di Stasiun Simpang

– Hauling road sepanjang 8 kilometer menuju Pelabuhan Musi 2 Kramasan

Selain bisnis jasa logistik, RMKE juga mengelola penjualan batu bara melalui PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), tambang dalam grup, serta pihak ketiga melalui pembelian batu bara di mulut tambang.

Dengan pembagian dividen lebih dari separuh laba bersih, RMKE menegaskan komitmennya untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga momentum ekspansi bisnis melalui penguatan jaringan logistik dan peningkatan volume penjualan batu bara.