
Layanan penukaran uang Rupiah di Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (15/2). Selain itu, kisah inspiratif bisnis diecast. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Kuota Pemesanan Sudah Dibuka, Begini Cara Tukar Uang Rupiah di Aplikasi BI
Bank Indonesia (BI) telah resmi membuka pendaftaran penukaran uang Rupiah baru melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Layanan ini, yang dapat diakses secara daring melalui aplikasi PINTAR, menyediakan total uang layak edar sebesar Rp 185,6 triliun hingga 15 Maret 2026.
Alokasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, mencerminkan proyeksi penguatan aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari jumlah tersebut, Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan seperti pengisian ATM dan kantor cabang, sementara Rp 8,6 triliun disediakan khusus untuk layanan penukaran langsung kepada masyarakat, dengan batas maksimal Rp 5,3 juta per paket.
BI memfasilitasi penukaran ini melalui 2.883 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk kas keliling BI dan kantor bank umum, serta layanan terpadu di lokasi strategis seperti GBK Basketball Hall di Jakarta. Selain itu, BI juga secara aktif mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi digital melalui layanan seperti BI-FAST dan QRIS sebagai alternatif yang cepat dan aman.
Jadwal pembukaan kuota di aplikasi PINTAR BI dilakukan dalam dua tahap, dimulai sejak 13 Februari 2026 untuk Pulau Jawa. Sinergi antara BI, perbankan, dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia (APJATIN) menjadi kunci dalam kelancaran distribusi uang tunai ini. BI juga terus mengedukasi masyarakat mengenai ciri keaslian uang Rupiah (3D) dan cara merawatnya (5J) guna menjaga kualitas dan keamanan mata uang.
Dari Hobi Jadi Ladang Cuan: Bisnis Diecast, Jual hingga Rp 12 Juta per Pcs
Koleksi miniatur mobil atau diecast, khususnya merek Hot Wheels, terbukti menjadi ladang cuan yang menjanjikan. Faisal (55), seorang pebisnis yang memulai usahanya di Senayan Trade Center (STC) sejak 2015, menyoroti potensi pasar yang besar di Indonesia.
Menariknya, segmen pembeli diecast didominasi oleh orang dewasa yang mencari hiburan, bukan hanya anak-anak. Nilai ekonomi dari diecast ini sangat bervariasi, dengan harga jual mulai dari Rp 25.000 hingga mencapai Rp 4 juta untuk koleksi Hot Wheels tertentu.
Lebih lanjut, koleksi diecast langka dapat mencapai harga fantastis. Faisal menyebutkan ada miniatur jenis Enzo Ferrari yang dibanderol hingga Rp 12 juta per pcs, menunjukkan betapa tingginya nilai investasi dan koleksi dalam hobi ini.
Dengan lebih dari 1.000 unit diecast yang tersedia di lapaknya, ia juga aktif dalam jual beli miniatur bekas, menawarkan opsi bagi kolektor untuk melepas atau mendapatkan barang langka. Keberlanjutan bisnisnya selama sepuluh tahun membuktikan bahwa hobi kolektor diecast memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan terus berkembang.