Rupiah sudah tembus Rp17.400 per dolar AS, BI upayakan terus intervensi pasar

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hingga menembus level Rp17.400 pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026). Bank Indonesia (BI) pun mengaku akan terus berada di pasar guna menjaga stabilitas mata uang Garuda.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menyampaikan bahwa bank sentral akan terus hadir untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan nilai tukar rupiah tetap sejalan dengan fundamentalnya, terutama di tengah eskalasi ketegangan geopolitik global.

Erwin menjelaskan bahwa tren pelemahan mata uang ini tidak hanya dialami oleh Indonesia. Pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini sejatinya masih sejalan dengan tekanan yang dialami oleh mayoritas mata uang negara berkembang (emerging market) lainnya.

“Philippine Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, India Rupee melemah 4,32%, demikian pula dengan Chile Peso minus 4,24%, Indonesia Rupiah turun 3,65%, dan Korea Won melemah 2,29%,” papar Erwin dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 5 Mei 2026

Demi meredam volatilitas dan menjaga stabilitas nilai tukar dari tekanan global yang berlanjut, dia menyatakan BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan intervensi di pasar valuta asing (valas).

Langkah intervensi tersebut mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore (luar negeri), transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Erwin.

Sebagai informasi, melansir data RTI Infokom pada pukul 09.15 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini mengalami koreksi sebesar 0,09% ke level Rp17.400. Sejak pembukaan perdagangan, pergerakan rupiah terbilang fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi di Rp17.401 dan level terendah di Rp17.385 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan lesunya kinerja sejumlah mata uang utama Asia lainnya terhadap dolar AS. Tercatat, yuan China ikut terkoreksi 0,06%, dolar Hong Kong melemah 0,03%, won Korea susut 0,25%, dolar Singapura minus 0,05%, dan baht Thailand turun paling dalam sebesar 0,46%.

Di kawasan Asia, hanya dolar Taiwan yang terpantau mampu menahan tekanan dan menguat tipis 0,11% terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.