Indeks Bisnis-27 ditutup menguat terdorong saham ADMR, MYOR, INCO & BUMI

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup menguat di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (23/1/2026). Saham ADMR, MYOR, INCO, dan BUMI tercatat menjadi penopang pertumbuhan indeks.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 0,33% atau 1,83 poin ke 564,84. Tercatat, sebanyak 16 saham menguat, 9 saham turun, dan 2 saham stagnan.

Saham dengan kenaikan harga tertinggi dipimpin PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) sebesar 5,07% ke Rp2.280 per saham, diikuti PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) yang menguat 4,11% menjadi Rp2.280 per saham.

: IHSG Sentuh ATH, Reksa Dana Saham Dinilai Masih Punya Peluang Tumbuh 2026

Saham lain yang terapresiasi adalah PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan kenaikan 3,83% menjadi Rp6.775 per saham, sementara saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga bertumbuh 3,45% ke level Rp360 per saham. 

Adapun penurunan ditorehkan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terkoreksi 5,82% ke Rp2.590, sementara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengalami penurunan 2,03% menjadi Rp1.205 per saham. 

IHSG sendiri turun 0,46% menuju posisi 8.951,01. Sepanjang hari ini, indeks komposit dibuka pada level 9.031,49 dan sempat ke posisi 9.039,67.  

Di samping itu, sebanyak 200 saham meningkat, 521 saham terkoreksi, dan 237 saham stagnan. Adapun, kapitalisasi pasar mencapai Rp16.243 triliun.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa IHSG sempat melemah 1,28% ke level 8.876,90 pada perdagangan sesi I. 

Secara teknikal, Valdy menyampaikan bahwa indeks komposit memperlihatkan adanya pelebaran pada negative slope dan stochastic RSI turun menuju oversold. 

“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8700-8850 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam riset harian. 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.