Mangkunegaran Run 2026 ditargetkan bisa pacu ekonomi lokal dan UMKM

Pura Mangkunegaran akan menyelenggarakan acara Mangkunegaran Run 2026 pada 3 Mei 2026. Acara ini diharapkan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal, hingga seluruh Indonesia.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengharapkan agenda ini menjadi sebuah ajang ikonik yang bisa menarik dukungan baik dari ekosistem usaha terutama UMKM di Indonesia. Permata Bank merupakan salah satu mitra utama dalam Mangkunegaran Run 2026.

“Kami bangga sekali setiap tahun kami melihat bahwa pertumbuhan daripada peserta, kemudian juga ekosistem yang terlibat makin besar,” ujar Meliza  dalam konferensi pers Mangkunegaran Run 2026 di Anjungan Tosari, Jakarta Pusat, Minggu (12/4).

Melisa mengatakan, agenda ini juga menjadi kesempatan bagi Permata Bank untuk bisa membuktikan bahwa dukungan ini tak hanya bersifat tahunan namun juga berkelanjutan.

PermataBank juga akan mengonversikan total emisi karbon yang bisa dihindarkan dari agenda lari ini menjadi jumlah pohon yang akan ditanam di Bukit 30 Jambi. 

“Penanaman ini dalam rangka mendukung habitat gajah Sumatera. Jadi nanti semakin banyak pelari yang bisa menambah langkah, tentu akan lebih banyak lagi pohon yang bisa kami tanam di Bukit 30 Jambi,” katanya.

Tahun ini ada tiga kategori lomba yang diikuti peserta, yakni lari untuk jarak 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer atau half marathon (HM)

Co-founder & COO Katadata Indonesia Ade Wahjudi mengatakan pada tahun depan ditargetkan Mangkunegaran Run bisa diikuti oleh 10.000 peserta.

“Kami juga pertimbangkan dan kaji untuk lomba ini bisa menyediakan (kategori) HM yang terbaik dan mungkin juga (bisa menyediakan) full marathon,” kata Ade.

Tahun lalu, acara Mangkunegaran Run telah memberikan efek berganda senilai Rp 40 miliar yang dirasakan baik untuk penyelenggara, UMKM, hotel, hingga pasriwisata.

“Kami dorong tumbuh dan perbesar serta meningkatkan kualitas dari Mangkunegaran Run,” kata Ade.

Adipati Pura Mangkunegara,  KGPAA Mangkoenagoro X, Bhre Sudjiwo mengatakan acara ini akan memadukan tiga unsur utama yakni olahraga, turisme, dan budaya. Tiga unsur dipilih karena menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia lintas generasi.

“Ini upaya yang saya rasa menyemangatkan supaya bisa (masyarakat) ramai-ramai nguri-nguri (menjaga) budaya,” katanya.

Unsur budaya dipilih karena hal tersebut merupakan salah satu landasan kokoh bagi Kota Solo yang memiliki perjalanan budaya yang sangat panjang.

Agenda lari ini merupakan salah satu rangkaian untuk memperingati hari ulang tahun Pura Mangkunegaran yang ke 269. Pada 2026 merupakan kali keempat acara lari ini berlangsung.

Bhre mengatakan antusiasme masyarakat terkait acara ini semakin bertambah dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi momentum penting untuk bisa memperkenalkan budaya ke masyarakat luas melalui kegiatan olahraga.