IHSG merosot, saham bank kompak merah di sesi I

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.318 pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (9/3/2026) atau melemah dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. 

Pelemahan indeks turut menyeret saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti di tengah meningkatnya tekanan sentimen global, mulai dari efek serangan Amerika Serikat-Israel kepada Iran yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Adapun, nilai tukar rupiah juga tercatat melemah hingga menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Sentimen tersebut turut menekan saham sektor perbankan yang memiliki bobot besar dalam pergerakan indeks. 

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 100 poin atau 1,43% ke level Rp6.900 per saham hingga sesi pertama. Sepanjang perdagangan, saham BBCA bergerak pada kisaran Rp6.825 hingga Rp6.950. Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp839,04 triliun, dengan price to earnings (P/E) ratio di kisaran 14,78 kali.

Bank Central Asia Tbk. – TradingView

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 160 poin atau 3,21% ke level Rp4.820 per saham dengan rentang perdagangan Rp4.780 hingga Rp4.870. BMRI saat ini memiliki nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp445,37 triliun, sementara rasio P/E berada di kisaran 7,99 kali.

Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 80 poin atau 1,87% ke level Rp4.190 per saham dengan rentang pergerakan Rp4.130 hingga Rp4.250. BBNI tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp154,71 triliun, dengan valuasi P/E sekitar 7,78 kali.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga terkoreksi 90 poin atau 2,45% ke level Rp3.580 per saham hingga sesi pertama. Pergerakan sahamnya berada di kisaran Rp3.560 hingga Rp3.630. 

Bank dengan fokus pada pembiayaan UMKM tersebut memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp537,16 triliun, dengan rasio harga terhadap laba (P/E) sekitar 9,52 kali.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView

Selain bank besar, pelemahan juga terjadi pada sejumlah saham bank lainnya. Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) turun 25 poin atau 1,41% ke level Rp1.745 per saham. Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp43,43 triliun dengan P/E sekitar 6,38 kali.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) melemah 50 poin atau 2,24% ke level Rp2.180 per saham. BRIS tercatat memiliki nilai pasar sekitar Rp99,10 triliun dengan rasio P/E sekitar 13,29 kali.

Sementara itu, saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI) mencatat penurunan paling dalam di antara bank lainnya, yakni turun 150 poin atau 4,17% ke level Rp3.450 per saham. Kapitalisasi pasar BNLI berada di kisaran Rp123,91 triliun, dengan P/E sekitar 12,66 kali.

: IHSG Sesi I Amblas 3,49%, Barisan Saham Konglomerat Tumbang

Pada kelompok bank digital, saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) turun 45 poin atau 3,26% ke level Rp1.335 per saham. Emiten ini memiliki nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp18,47 triliun, dengan rasio P/E sekitar 119,83 kali.

Sementara itu, saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) melemah 25 poin atau 2,86% ke posisi Rp850 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9,45 triliun.

Tekanan pada saham-saham perbankan tersebut turut membebani pergerakan IHSG mengingat sektor keuangan memiliki bobot besar dalam indeks. Pergerakan saham big banks seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI sering kali menjadi penentu arah pergerakan IHSG di pasar saham domestik.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.