IHSG turun 0,58% ke 8.884, cek net buy dan net sell terbesar asing di awal pekan

Ussindonesia.co.id   JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan awal pekan di zona merah, meski sempat dibuka menguat. Pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026), IHSG melemah 0,58% atau turun 52,03 poin ke level 8.884,72.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI menunjukkan pelemahan IHSG dipicu oleh turunnya enam dari total 11 indeks sektoral. Sektor infrastruktur menjadi penekan terbesar setelah terkoreksi 2,37%.

Pelemahan juga terjadi pada sektor teknologi yang turun 1,68%, energi 1,39%, keuangan 1,04%, barang konsumer primer 0,58%, serta sektor kesehatan 0,35%.

IHSG Terkoreksi, Cermati Saham-Saham Net Sell Terbesar Asing pada Kamis (8/1)

Di sisi lain, sejumlah sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor barang konsumer nonprimer memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,22%, disusul sektor perindustrian yang naik 2,20%.

Sektor transportasi dan logistik menguat 0,75%, barang baku naik 0,74%, serta sektor properti dan real estat bertambah 0,49%.

Di tengah koreksi IHSG, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 101,97 miliar di seluruh pasar.

Saham yang paling banyak diborong investor asing pada perdagangan Senin antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 234,56 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 215,61 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 159,26 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 129,15 miliar.

IHSG Berpeluang Lanjut Melemah pada Jumat (9/1/2026), Cek Rekomendasi Saham Berikut

Kemudian asing juga memborong saham  PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 108,57 miliar. Selain itu, aksi beli asing juga tercatat pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA),.

Asing juga mengoleksi saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Namun demikian, di saat yang sama investor asing juga mencatatkan aksi jual pada sejumlah saham.

Saham dengan net sell terbesar dipimpin oleh PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar Rp 285,97 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 279,65 miliar.

IHSG Tergelincir 0,22% ke 8.925, Top Losers LQ45: ANTM, ADMR dan NCKL, Kamis (8/1)

Lalu asing juga banyak melego saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 61,84 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 57,33 miliar, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 46,74 miliar.

Aksi jual asing juga terlihat pada saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Pelemahan IHSG di awal pekan ini mencerminkan masih selektifnya pelaku pasar dalam merespons pergerakan saham, meski aliran dana asing secara keseluruhan masih tercatat masuk ke pasar saham domestik.