
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) Dato’ Low Tuck Kwong kembali meningkatkan kepemilikan saham di emiten tambang tersebut. Pada periode Januari 2026, pengendali BYAN ini terus mengakumulasi saham perseroan.
Mengutip keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1), Low Tuck Kwong membeli sebanyak 3.700 lembar saham BYAN dengan rata-rata harga Rp16.990 per lembar.
Jumlah itu setara dengan Rp64,88 juta. Adapun, transaksi dilakukan pada 23 Januari 2026. Penambahan saham BYAN itu membuat saham milik pengendali menjadi sebanyak 13,406,897,470 lembar atau setara dengan 40,22%.
: Bayan Resources (BYAN) Cetak 4 Orang Terkaya Indonesia 2025 dari Bisnis Energi
“Tujuan transaksi untuk investasi,” tulis manajemen BYAN.
Sebagai informasi, pengendali BYAN sejak awal tahun terpantau terus menambah kepemilikan saham perseroan. Pada penutupan pasar Senin (26/1), saham BYAN berada pada Rp16.650, melemah 2,06%. Dengan harga itu, saham BYAN masih naik tipis 1,83% sejak awal tahun (year to date/YtD).
: : Deretan Saham Blue Chips Konglomerat BYAN, DCII, AMMN Pendorong IHSG Awal 2026
Pada sisi kinerja, BYAN membukukan penurunan laba bersih sebesar 15,89% menjadi US$522,15 juta sepanjang Januari-September 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan akhir September 2025, penurunan laba bersih sejalan dengan kinerja pendapatan BYAN yang turun 1,57% year on year (YoY) menjadi US$2,43 miliar hingga kuartal III/2025.
: : IHSG Cetak ATH Baru Awal 2026 ke 8.859, Saham BYAN hingga DCII Melesat
Pendapatan Bayan Resources mayoritas disumbangkan oleh segmen batu bara yang meraih US$2,42 miliar, sedangkan segmen non-batu bara berkontribusi US$14,54 juta.
Adapun, penurunan pendapatan terjadi di tengah beban pokok yang meningkat 6,6% YoY menjadi US$1,66 miliar. Hal tersebut membuat BYAN mencatatkan laba kotor senilai US$773,35 juta, turun 15,51% dari US$915,34 juta.
Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, BYAN menorehkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk senilai US$522,14 juta atau menurun 15,89% dari US$620,80 juta pada periode sama tahun lalu. Adapun, laba per saham perseroan tetap bertahan di level US$0,02.
—————–
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.