IHSG ditutup turun 3,27% ke 7.337, saham PGAS, AMMN, hingga NCKL jadi pemberat

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin  (3/9/2026) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) seiring meningkatnya tekanan sentimen global dan aksi jual investor di pasar saham.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup pada level 7.337, turun 248,31 basis point atau sebesar 3,27% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Mayoritas saham atau sebanyak 744 saham meemrah, 71 saham menguat, dan 141 saham stagnan.

Secara sektoral seluruh indeks ditutup melemah, dengan indeks transportasi mencatatkan koreksi terdalam sebesar 5,22% disusul peurunan sektor properti sebesar 4,57%.

Dari Indeks LQ-45, Saham PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk. (PGAS) mencatatkan koreksi terdalam hingga sebesar 13,5% ke level Rp2.050, disusul saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) anjlok 7,66% ke level Rp2.170, sleanjutnya saham PT Indosat Tbk. (ISAT) turun 7,41% ke level Rp2.000.

Berikutnya adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) ambles sebesar 6,94% ke level Rp5.700, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang melemah sebesar 6,62% ke level Rp1.270.

Sebaliknya, sejumlah saham yang mampu  menahan laju penurunan lebih dalam adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) yang  menguat 4,91% ke level Rp28.300, disusul saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menguat 1,46% ke level Rp10.450. Berikutnya ada saham PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. (BBNI) naik tipis 0,47% ke level Rp4.290 serta saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 0,40% ke level Rp1.260.

: : IHSG Merosot, Saham Bank Kompak Merah di Sesi I

Tekanan terhadap pasar saham terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan sikap hati-hati investor.

Selain itu pelemahan tersebut memperpanjang tren koreksi pasar saham domestik dalam sepekan terakhir. Bahkan pada perdagangan hari ini, indeks sempat mengalami tekanan cukup dalam sejak sesi pertama. IHSG sempat menyentuh kisaran 7.321 pada penutupan sesi I, mencerminkan tingginya volatilitas di pasar saham domestik.

: : IHSG Sesi I Amblas 3,49%, Barisan Saham Konglomerat Tumbang

Tim riset Phhintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan masih dibayangi sentimen global, terutama kekhawatiran meningkatnya inflasi dan potensi stagflasi di Amerika Serikat.

Sentimen negatif dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah serta pelemahan data tenaga kerja AS. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak hingga di atas US$90 per barel pada akhir pekan lalu, bahkan sempat menembus US$100 per barel pada awal pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Konflik antara AS/Israel dan Iran dikhawatirkan memperpanjang gangguan pasokan energi global.

Di sisi lain, data nonfarm payrolls AS turun menjadi 92.000 pada Februari 2026 dari 126.000 pada Januari. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,4%. Kombinasi kenaikan harga energi dan pelemahan pasar tenaga kerja tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko stagflasi.

Dalam kondisi tersebut, pelaku pasar pada pekan ini akan mencermati rilis data inflasi dari Amerika Serikat dan China sebagai indikator arah kebijakan moneter global.

Dari dalam negeri, investor menunggu sejumlah data ekonomi seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan ritel, dan penjualan otomotif.

Sementara itu, realisasi APBN hingga Februari 2026 mencatat defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53% dari PDB, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 0,13%.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.