
Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan terkendali.
Perusahaan terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut dengan tetap menjaga kelancaran distribusi energi melalui armada kapal tanker yang beroperasi di berbagai rute pelayaran internasional.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Saat ini terdapat empat kapal yang dioperasikan oleh Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di kawasan Timur Tengah. Seluruh kapal dan kru dilaporkan berada dalam kondisi aman serta tetap menjalankan operasional sesuai standar keselamatan pelayaran.
Dari empat kapal tersebut, dua kapal telah keluar dari wilayah Teluk Oman tanpa melalui Selat Hormuz untuk melanjutkan pelayaran melayani pihak ketiga. Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.
Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride yang bertugas mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional, serta kapal Gamsunoro yang melayani pengiriman bagi pihak ketiga. Meski demikian, operasional kedua kapal tersebut tetap terpantau dan seluruh awak kapal berada dalam kondisi aman.
Secara keseluruhan, perkembangan situasi di Timur Tengah tidak mengganggu pasokan energi Indonesia. Pertamina saat ini mengoperasikan sekitar 345 kapal untuk mendukung distribusi energi, mulai dari minyak mentah hingga produk bahan bakar.