Emiten Aguan pasang target penjualan konservatif, simak rekomendasinya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten properti afiliasi Sugianto Kusuma alias Aguan memasang target pendapatan pra penjualan alias marketing sales di tahun 2026.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menargetkan marketing sales Rp 4,3 triliun pada tahun 2026.  PANI membidik kinerja marketing sales yang konservatif pada 2026 dengan pendekatan yang prudent di tengah dinamika pasar properti. 

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan, strategi ini tercermin dari komposisi penjualan yang sebagian besar didominasi oleh segmen residensial kemudian diikuti oleh kavling tanah komersial dan produk komersial. 

Citra Marga Nusaphala (CMNP) Rights Issue Tawarkan 2,23 Miliar Saham, Ini Rinciannya

“Komposisi marketing sales yang kami tetapkan setelah mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi sehingga unsur kehati-hatian dan target yang dapat dicapai menjadi prinsip utama kami,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/4/2026).

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menargetkan jumlah marketing sales  sebesar Rp 563 miliar pada 2026, tumbuh 31% secara tahunan.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo melihat target ini sebagai cerminan menguatnya posisi kawasan CBD Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) sebagai pusat aktivitas bisnis. Sehingga, perusahaan berfokus mengoptimalkan monetisasi kavling tanah komersial di kawasan ini. 

Fokus ini lantaran CBDK melihat bahwa segmen kavling tanah komersial akan tetap menjadi pendorong utama kinerja keuangan tahun ini.

“Kami melihat adanya awal pemulihan appetite pelaku usaha untuk mengamankan lahan di lokasi strategis, sebagai bagian dari keberlanjutan dan ekspansi usaha ke depan,” jelasnya dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026). 

Sebagai gambaran, PANI mencatatkan marketing sales Rp 4,3 triliun sepanjang tahun 2025, setara dengan 100% dari target tahun lalu.

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Memulai Pengembangan PLTP Lumut Balai 4

Sementara, CBDK membukukan marketing sales Rp 430 miliar sepanjang 2025, hanya setara dengan 85% dari target tahun lalu yang sebesar Rp 508 miliar.

Target marketing sales PANI yang konservatif dianggap wajar. Ini lantaran kawasan PIK2 pada tahun lalu masih bagian dari proyek strategis nasional (PSN) sebelum dicabut statusnya oleh pemerintah pada Oktober 2025.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta melihat, PANI mempunyai peluang untuk mencapai target marketing sales sama dengan raihan tahun lalu.

“Lokasi PIK 2 strategis, sehingga pengembangan skala propertinya bisa dilaksanakan secara masif. Apalagi, landbank PANI juga besar,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/4).

Ke depan, PANI bisa memperkuat infrastruktur pendukung agar bisa meningkatkan recurring income di tengah suku bunga yang masih di era tinggi. Asal tahu saja, suku bunga Bank Indonesia (BI) ada di level 4,75% dan kemungkinan akan bertahan di level yang sama dalam beberapa waktu mendatang.

Sementara, target CBDK yang naik 31% yoy karena aset recurring yang bisa menjadi motor pertumbuhan grup di tahun 2026.

Sentimen positif pendorong kinerja PANI dan CBDK berasal dari insentif PPN DTP yang masih diperpanjang sampai 2027.

Di sisi lain, rupiah yang masih terdepresiasi di kisaran level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pun akan meningkatkan biaya konstruksi yang harus diimpor.

Outlook 2026 Moderat, Kolektor Mulai Tahan Belanja Barang Mewah

Price to book value (PBV) saham PANI juga masih tinggi. Untuk CBDK, investor bisa masuk nanti setelah ada smart money masuk,” ungkapnya.

Melansir RTI, PBV PANI ada di level 5,95x dan CBDK 3,11x. Sedangkan, price to earning ratio (PER) PANI di 140,93x dan CBDK 20,57x.

Nafan pun merekomendasikan add untuk PANI dengan target harga Rp 12.700 per saham. Sementara, CBDK masih disarankan wait and see.