Purbaya tak khawatir potensi peringkat pasar saham RI turun

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir terhadap potensi penurunan peringkat pasar saham Indonesia oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional, menyusul kejatuhan indeks saham pada pekan lalu.

Hal tersebut muncul seiring pengumuman kebijakan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti isu transparansi di pasar modal domestik.

“Tidak (khawatir) karena kami justru sedang memperbaiki kondisi. Yang perlu dikhawatirkan adalah jika peringatan dari MSCI itu diabaikan,” kata Purbaya usai Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

1. Pemerintah dan stakeholder segera melakukan perbaikan

Menurutnya, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil langkah yang tepat untuk memastikan seluruh rekomendasi MSCI dapat dipenuhi sebelum Mei 2026 mendatang.

Dengan langkah tersebut, Purbaya meminta investor global tidak perlu ragu terhadap prospek pasar modal Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk menjalankan praktik terbaik global.

“Investor seharusnya merasa aman. Berinvestasi di Indonesia seharusnya baik-baik saja karena kami akan mengikuti dan mematuhi praktik terbaik global,” ujarnya.

2. Gejolak IHSG tak luput dari kelalaian dalam menindaklanjuti laporan MSCI

Namun demikian, Purbaya mengakui penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlepas dari kelalaian Self Regulatory Organization (SRO), termasuk BEI dan OJK, dalam menindaklanjuti permintaan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham publik atau free float.

“Keduanya bertanggung jawab atas hal itu, termasuk pimpinan OJK. Bagi saya, adanya keputusan untuk mengundurkan diri justru menjadi pertanda baik karena menunjukkan adanya kesadaran atas kesalahan dan tanggung jawab yang harus diambil,” ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah lembaga keuangan global telah menurunkan rekomendasi terhadap saham Indonesia. Goldman Sachs misalnya, memangkas peringkat saham Indonesia menjadi underweight, mencerminkan kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi pasar saham domestik. Selain Goldman Sachs, UBS Group AG juga menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight.

Langkah tersebut sejalan dengan kekhawatiran MSCI yang menilai berkurangnya kelayakan investasi akibat isu free float berpotensi memicu arus keluar dana lebih dari 13 miliar dolar AS, apabila peringkat pasar Indonesia diturunkan dari emerging market menjadi frontier market.

Terbaru, Nomura Holdings Inc., pengelola investasi asal Jepang, turut menurunkan rekomendasi pasar saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight, yang kembali didorong oleh isu serupa.

3. Purbaya sebut telah ingatkan BEI dan OJK

Purbaya juga mengungkapkan dirinya telah mengingatkan BEI dan OJK beberapa bulan lalu untuk memperbaiki praktik manipulasi saham atau saham gorengan, terutama jika ingin memperoleh insentif dari pemerintah.

“Saya sudah menyampaikan peringatan kepada manajemen bursa beberapa bulan lalu terkait praktik manipulasi tersebut, tetapi saat itu tidak ada tindak lanjut,” katanya.

Meski begitu, Purbaya menilai peringatan dari MSCI justru membawa dampak positif karena dapat menjadi momentum untuk mendorong perbaikan tata kelola pasar agar lebih sehat dan kredibel.

4. Pemerintah fokus pada penguatan fundamental ekonomi

Oleh karena itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh MSCI, termasuk aspek transparansi dasar, demi memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan daya tarik pasar modal domestik.

Purbaya menekankan, meskipun dirinya tidak terlibat langsung dalam dinamika perdagangan saham, fokus utama pemerintah tetap pada penguatan fundamental ekonomi nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan belanja pemerintah direalisasikan tepat waktu, khususnya pada kuartal I dan II, serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar.

“Kami memastikan belanja pemerintah berjalan tepat waktu, likuiditas di pasar terjaga, dan iklim bisnis terus diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga telah membentuk gugus tugas khusus untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Melalui mekanisme pelaporan terbuka, pelaku usaha dapat menyampaikan kendala yang dihadapi, yang kemudian dibahas secara rutin dalam pertemuan mingguan untuk segera dicarikan solusi.

Goldman Sachs Turunkan Rating Saham RI di Tengah Risiko Downgrade MSCI Bertemu dengan MSCI, Ini yang Disampaikan OJK dan BEI Luhut Minta Investor Tak Panik Hadapi Peringatan MSCI