
Ussindonesia.co.id – Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 8.967 pada perdagangan awal pekan, Senin (26/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau fluktuatif dan tercatat naik mencapai 9.035 pada pukul 10.47 WIB, naik 84,46 poin atau 0,94 persen.
Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 22.705 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 14.558 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 1.644.249 kali.
Pada awal perdagangan sesi sebanyak 362 saham tercatat menguat 278 saham melemah, dan 159 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menyampaikan bahwa potensi market untuk sepekan ke depan diperkirakan IHSG bergerak konsolidatif dalam range support 8950 dan resistance 9080, meskipun aturan baru terkait perhitungan free float belum resmi diberlakukan.
Korban Meninggal Akibat Longsor di Cisarua Bandung Barat Capai 17 Orang
Pasar cenderung bergerak lebih dahulu dengan mengantisipasi skenario terburuk, sehingga pelaku pasar mulai melakukan penyesuaian posisi. Dampaknya, saham-saham yang sebelumnya diperdagangkan dengan valuasi premium berbasis narasi indeks mulai mengalami normalisasi harga seiring penyesuaian ekspektasi investor.
“Dalam kondisi tersebut investor dan trader dapat mencermati peluang pada saham-saham defensif maupun saham yang masih berada dalam tren naik (uptrend), khususnya yang didukung oleh volume transaksi yang solid serta aliran dana asing. Meski demikian, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan di tengah potensi volatilitas pasar,” kata Hari dalam analisisnya, Senin (26/1).
Merespons dinamika market yang ada saat ini, berikut rekomendasi saham untuk trading dari Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah:
1. Buy AADI ( Entry: 8450, Target Price: 8875, Stop Loss: 8200). Secara teknikal, AADI masih bergerak dalam tren uptrend dan didukung oleh aksi akumulasi asing yang konsisten. Dalam sepekan terakhir, saham AADI tercatat dibukukan net buy asing sebesar Rp145 miliar, sehingga potensi kelanjutan penguatan dinilai masih relatif kuat seiring terjaganya minat beli investor.
2. Buy PGAS (Entry: 2270, Target Price: 2680, Stop Loss: 2150). Secara teknikal, PGAS juga mencatat penguatan yang cukup solid dengan pergerakan uptrend yang didukung oleh peningkatan volume perdagangan. Selain faktor teknikal, sentimen positif datang dari kenaikan harga gas alam di pasar global, yang turut memperkuat prospek kinerja emiten. Dengan kombinasi tersebut, PGAS dinilai masih memiliki potensi penguatan yang relatif besar untuk pergerakan pekan ini.
3. Buy EMAS (Entry: 6175, Target Price: 6800 dan Stop Loss: 6050). Saham EMAS yang berhasil menembus area all time high pada pekan lalu masih berpotensi melanjutkan penguatan. Prospek positif ini sejalan dengan kenaikan harga emas global yang masih berada dalam fase rally, sehingga sentimen terhadap saham berbasis emas tetap kuat.