
Lonjakan penggunaan kendaraan listrik mulai terlihat di jalanan Indonesia. Namun, di balik tren tersebut, muncul kebutuhan baru terhadap perlindungan yang sesuai dengan karakteristik dan risiko kendaraan.
Associate Director of Sales PT Sompo Insurance Indonesia Suhandi Sumantri menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan asuransi kendaraan. Pertama, kenali perlindungan dasar.
Secara umum, terdapat dua jenis asuransi kendaraan, yakni total loss only (TLO) dan asuransi komprehensif. TLO memberikan perlindungan jika kendaraan mengalami kerusakan berat, dengan biaya perbaikan mencapai atau melebihi 75% dari nilai pertanggungan atau hilang akibat pencurian.
Sedangkan asuransi komprehensif, menurrut dia, menawarkan perlindungan lebih luas, mencakup kerusakan sebagian akibat tabrakan, benturan, tergelincir, terbalik, perbuatan jahat, kebakaran, hingga risiko saat penyeberangan resmi, serta kehilangan.
“Pemilihan jenis asuransi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, intensitas penggunaan kendaraan, serta kondisi finansial. Dari sisi perusahaan asuransi, faktor seperti usia, jenis, dan merek kendaraan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan premi,” ujar Suhandi dalam keterangan, dikutip Jumat (1/5).
Kedua, sesuaikan jenis kendaraan. Ia mengingatkan, setiap kendaraan memiliki risiko berbeda. Pada kendaraan konvensional, risiko utama terletak pada mesin dan sasis, sedangkan kendaraan listrik memiliki risiko terbesar pada baterai. Karena itu, penting memastikan polis asuransi mencakup kebutuhan spesifik sesuai jenis kendaraan.
Selain perlindungan dasar, Suhandi juga mengingatkan ketersediaan berbagai manfaat tambahan (rider), seperti perlindungan terhadap banjir, huru-hara, terorisme, gempa bumi, kecelakaan diri, hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga.
Pemilihan manfaat ini, menurut dia, perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan, terutama untuk yang tinggal di wilayah rawan banjir.
Suhendi juga mengingatkan pentingnya membandingkan premi dan manfaat. Premi yang lebih murah tidak selalu berarti lebih baik. Calon pemegang polis perlu membandingkan manfaat yang ditawarkan, termasuk batas pertanggungan, jaringan bengkel rekanan, serta kemudahan proses klaim. Premi yang sedikit lebih tinggi bisa sepadan dengan perlindungan yang lebih lengkap.
Ia juga menyoroti masih banyak pemegang polis yang tidak membaca isi perjanjian secara menyeluruh. Padahal, di dalamnya terdapat informasi penting mengenai pengecualian, prosedur klaim, serta hak dan kewajiban. “Memahami isi polis sejak awal dapat mencegah kendala saat pengajuan klaim,” ujar dia.
Selain itu, menurut dia, penting untuk memastikan pastikan proses klaim jelas karena perusahaan asuransi hanya memproses klaim yang sesuai dengan polis. Prosesnya meliputi pengajuan klaim, analisis kerusakan, persetujuan, hingga perbaikan di bengkel rekanan. Kejelasan prosedur dan luasnya jaringan bengkel juga menjadi pertimbangan penting.
Selain produk, reputasi perusahaan asuransi juga perlu diperhatikan. Layanan pelanggan yang responsif, proses klaim yang transparan, serta ulasan dari pengguna lain dapat menjadi acuan sebelum mengambil keputusan.