
Ussindonesia.co.id , SURABAYA – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp17 per lembar saham untuk tahun buku 2025.
Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengungkapkan dividen tersebut menjadi rekor tertinggi yang dibagikan kepada pemegang saham dalam tiga tahun terakhir. Dia memperinci dividen tahun 2023 sebesar Rp6,3 per lembar saham dan tahun 2024 sebesar Rp13,5 per lembar saham.
Dengan besaran laba yang dibagikan kepada pemegang saham ini, maka bahwa dividen payout ratio perseroan atas laba tahun lalu itu diperkirakan akan mendekati angka 50%.
: Pilah-pilih Saham Andalan Asing di Tengah IHSG yang Sedang Lesu
“Optimisme perseroan juga didorong oleh perolehan kontrak prestisius dari Genting Oil melalui PT Layar Nusantara Gas (LNG) untuk mendukung operasional FLNG pertama di Indonesia. Kontrak berdurasi 18 tahun tersebut bernilai sekitar Rp 2,4 triliun, meski kapal pendukung baru akan mulai beroperasi penuh pada 2027,” pungkasnya saat RUPSLB di Surabaya, Senin (09/03/2026).
ELPI – TradingView
Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham juga memberikan persetujuan untuk perusahaan melaksanakan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Perusahaan akan menerbitkan saham baru sejumlah 2,1 miliar dengan nominal Rp100 per lembar saham.
: : Harga Emas UBS hingga Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026
Direktur Utama ELPI Eka Tanuputra menyatakan pihaknya juga telah mendaftarkan rencana tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana target penyelesaian proses sepenuhnya pada akhir Juni 2026 mendatang atau pada kuartal II/2026.
Eka menjelaskan bahwa dana hasil rights issue mayoritas tersebut nantinya akan dialokasikan oleh perseroan untuk belanja modal pengadaan kapal baru guna mendukung kontrak jangka panjang.
: : Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026
“Pemegang saham utama tidak akan mengambil bagian dalam rights issue ini. Namun, kami sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak yang akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Kami percaya diri, proses ini akan terserap oleh pasar dengan baik mengingat performa saham dan fundamental perusahaan yang kuat,” beber Eka
Dia menambahkan perseroan juga telah menjalin engagement dengan beberapa pihak. Sosok dari standby buyer pun nantinya berpeluang akan muncul dalam prospektus yang telah dinyatakan efektif oleh OJK.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.