
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) dikabarkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk penjualan saham perseroan ke mitra strategis.
Seperti dilansir Bloomberg, Sido Muncul merupakan perusahaan obat herbal terbesar di Indonesia milik keluarga Hidayat. Melalui PT Hotel Candi Baru, keluarga Hidayat memegang sekitar 78% saham SIDO.
SIDO dikabarkan Bloomberg terbuka untuk mendatangkan investor strategis guna membawa bisnis perseroan melalui potensi penjualan saham.
: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (15/1) Dibuka Menguat ke Rp16.856 saat Dolar AS Tancap Gas
“[Tujuannya untuk membawa bisnis SIDO] ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Komisaris Sido Muncul Venancia Sri Indrijati Wijono seperti dilansir Bloomberg, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan sumber Bloomberg yang mengetahui, keluarga Hidayat sedang bernegosiasi dengan bank dan transaksi tersebut dapat menilai Sido Muncul sekitar US$1 miliar.
: : Saham-Saham Tambang Pilihan JP Morgan Awal 2026
Menurut Venancia, minat beberapa investor potensial sedang dieksplorasi, tetapi belum ada tindakan lebih lanjut yang diambil. Dia menolak berkomentar tentang besarnya kemungkinan penjualan saham, tetapi menegaskan bahwa SIDO tidak terburu-buru dalam menempuh aksi tersebut dan fokus saat ini pada peningkatan kinerja.
Berdasarkan catatan Bloomberg, perusahaan ekuitas swasta Affinity Equity Partners menjual sisa sahamnya sebesar 17,1% kepada keluarga Hidayat pada 2024 dalam kesepakatan senilai US$233 juta.
: : Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (15/1) Rekor Lagi, 1 Gram Dijual Rp2,67 Juta
Di lantai bursa, saham SIDO parkir di level Rp545 pada Kamis (15/1/2026) pagi. Nilai kapitalisasi pasar SIDO tercatat sebesar Rp16,2 triliun.