Carsurin (CRSN) pindah fokus bisnis, simak strategi baru genjot kinerja 2026

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. PT Carsurin Tbk (CRSN) tengah memanfaatkan perubahan lanskap industri nasional sebagai mesin pertumbuhan baru. Emiten jasa testing, inspection, and certification (TIC) ini memperluas layanan ke berbagai sektor yang potensial. 

Bisnis TIC berperan memastikan kualitas, keamanan, dan kepatuhan suatu produk maupun kegiatan usaha terhadap standar yang berlaku. Layanan tersebut menjadi bagian penting dalam rantai perdagangan dan aktivitas industri modern.

Selama lebih dari lima dekade, CRSN membangun jaringan layanan yang mencakup pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultasi, dan penjualan produk pendukung. Basis pelanggannya tersebar pada sektor energi, mineral, logam, infrastruktur, komoditas pertanian, hingga kelautan.

Elnusa (ELSA) Berkomitmen Perkuat Teknologi untuk Sektor Energi

Jaringan operasional perusahaan juga terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar. Saat ini CRSN memiliki 21 kantor cabang dan 18 laboratorium yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dari seluruh lini usaha tersebut, layanan inspeksi masih menjadi kontributor terbesar pendapatan. Pada 2025, segmen inspeksi menghasilkan Rp 391,44 miliar atau sekitar 77% dari total pendapatan CRSN.

Meski demikian, CRSN menilai ruang pertumbuhan terbesar justru datang dari sektor-sektor baru. Dus, CRSN mulai mengarahkan ekspansi ke bidang yang berkaitan dengan transformasi ekonomi Indonesia.

Direktur Utama Carsurin Erwin Manurung menjelaskan, strategi pertumbuhan perusahaan berfokus pada tiga tema utama, yakni ekonomi hijau, ekonomi biru dan transisi energi yang dinilai akan menjadi sumber permintaan baru.

“Strategi pertumbuhan kami jelas terarah dan berakar kuat pada prioritas nasional Indonesia,” jelasnya, Kamis (21/5). 

Pada sektor ekonomi hijau, CRSN memperluas layanan sertifikasi dan verifikasi emisi karbon. CRSN telah memperoleh akreditasi ISO 14064 yang melengkapi layanan sertifikasi gas rumah kaca yang sudah dimiliki.

Menurut Erwin, akreditasi tersebut membuka peluang pendapatan baru dari layanan keberlanjutan. Permintaan diperkirakan meningkat seiring semakin banyak perusahaan yang harus memenuhi target dan pelaporan emisi karbon.

Surya Citra Media (SCMA) Siap Bagi Dividen Tunai Rp 12 per Saham, Simak Jadwalnya

“Kami memperoleh akreditasi ISO 14064 untuk nilai ekonomi karbon yang melengkapi kemampuan sertifikasi gas rumah kaca yang sudah ada,” katanya.

Layanan yang ditawarkan tidak hanya terbatas pada verifikasi emisi. CRSN juga mengembangkan penilaian jejak karbon, analisis siklus hidup produk, verifikasi batas emisi, hingga layanan yang berkaitan dengan perdagangan karbon.

CRSN juga melihat peluang besar dari berkembangnya industri kendaraan listrik nasional. CRSN telah memperoleh akreditasi pengujian performa baterai kendaraan listrik roda dua serta sertifikasi produk yang mendukung ekosistem EV.

Selain kendaraan listrik, CRSN turut memperkuat layanan pada rantai pasok mineral strategis. Salah satunya melalui layanan pengujian bijih nikel yang mendukung kebutuhan industri bahan baku baterai kendaraan listrik.

“Kami mendukung ekosistem kendaraan listrik yang berkembang pesat melalui layanan pengujian dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ucap Erwin. 

Pada sektor transisi energi, perusahaan mulai masuk ke pasar amonia dan menyiapkan pengembangan layanan amonia biru. CRSN juga membuka peluang bisnis baru melalui layanan food testing yang mulai dikomersialisasikan.

Transformasi digital menjadi area ekspansi lain yang mendapat perhatian besar dari perusahaan. CRSN mengembangkan layanan drone otonom, teknologi drone-in-a-box, analitik berbasis kecerdasan buatan, dan solusi digital untuk sektor pertambangan.

Menurut Erwin, CRSN tidak lagi sekadar menjual jasa inspeksi konvensional. Pengembangan teknologi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional pelanggan sekaligus memperluas cakupan layanan.

FTSE Russell Akan Rilis Pengumuman Penting, Ini Saham Big Caps yang Bisa Terdampak

“Dalam transformasi digital, kami menyediakan solusi terintegrasi berskala besar lintas industri, termasuk drone otomatis dan analitik berbasis AI,” ujar Erwin.

CRSN juga mulai mengomersialkan pengalaman pengembangan sumber daya manusia melalui Carsurin Academy. Sebelumnya fasilitas pelatihan ini digunakan secara internal, namun kini dibuka untuk pasar eksternal.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan terus memperkuat infrastruktur operasional. Sepanjang 2025, CRSN membangun fasilitas baru berupa kantor dan laboratorium nikel di Halmahera Sofifi serta kantor layanan nikel di Morowali.

CRSN juga tengah menyelesaikan pembangunan kantor dan laboratorium mineral di Pontianak. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan memperkuat penetrasi pasar pada kawasan pertambangan dan industri pengolahan mineral.

Langkah ekspansi juga dilakukan melalui pembentukan sejumlah anak usaha baru. Unit bisnis tersebut bergerak di bidang mineral, kendaraan listrik, sertifikasi, keselamatan kerja, dan layanan keberlanjutan.

Dari sisi kinerja, CRSN menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif pada 2026. Pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 618,16 miliar atau meningkat 22,4% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 504,96 miliar.

CRSN juga membidik EBITDA sebesar Rp 91,2 miliar atau tumbuh sekitar 36%. Laba bersih ditargetkan mencapai Rp 17,52 miliar dengan perbaikan margin dan peningkatan kontribusi layanan bernilai tambah.

  CRSN Chart by TradingView  

Direktur Carsurin Theresia Ivonne mengatakan, segmen inspeksi masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan. Namun perusahaan akan memperkuat kontribusi bisnis konsultasi, testing, dan laboratorium yang didukung investasi beberapa tahun terakhir.

“Segmen inspeksi tetap menjadi tulang punggung pendapatan kami, tetapi kami juga memperkuat bisnis konsultasi dan testing yang didukung fasilitas laboratorium baru,” ujar Theresia. 

Untuk mendukung target tersebut, CRSN menganggarkan belanja modal sekitar Rp 24,3 miliar pada 2026. Dana itu difokuskan untuk digitalisasi, peningkatan produktivitas aset dan efisiensi operasional perusahaan.