IHSG dibuka menguat 0,54% pagi ini, saham BUMI, PTRO, hingga BBCA naik ke zona hijau

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu (18/2/2026). Sejumlah saham seperti BUMI, PTRO, hingga BBCA naik ke zona hijau pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka naik 0,54% ke level 8.256,70 pukul 09.01 WIB. IHSG sempat bergerak di rentang 8.258-8.227 sesaat setelah pembukaan. 

Tercatat, 306 saham menguat, 171 saham melemah, dan 214 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp14.997 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi salah satu saham yang menguat pagi hari ini dengan naik 1,37% ke level Rp296 per saham. 

: IHSG Berisiko Melemah Hari Ini (18/1), Pasar Cermati Lelang SUN Rp33 Triliun

Kemudian saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga naik 4,70% ke level Rp7.800 per saham pagi ini. Demikian juga saham BBCA yang menguat 1,39% ke level Rp7.300 per saham pagi ini. 

Saham lainnya yang juga menguat ke zona hijau adalah saham RMKE naik 14,42% ke level Rp5.000, saham BULL menguat 4,89% ke level Rp472, dan saham INDS menguat 21,72% ke level Rp2.690 per saham.

Sebelumnya, Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan secara teknikal, histogram negatif MACD IHSG berlanjut mengalami penyempitan dan berpotensi membentuk Golden Cross. Namun momentum Stochastic RSI mulai melemah meskipun masih bergerak di area pivot. 

“Sehingga IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi pada kisaran 8.150-8.300,” tulis Phintraco Sekuritas, Rabu (18/2/2026). 

Phintraco Sekuritas menjelaskan dalam Sarasehan Ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo mengemukakan pemerintah berhasil melakukan penghematan anggaran hingga Rp380 triliun pada tahun pertama pemerintahan ini, yang dialokasikan untuk mendukung program prioritas termasuk Program MBG. 

Forum ini juga mengkonfirmasi masuknya komitmen investasi senilai Rp90 triliun hasil kunjungan luar negeri sebelumnya untuk pembukaan lapangan kerja. 

Presiden Prabowo dijadwalkan akan menandatangani Perjanjian Perdagangan Resiprokal (Agreement on Resiprocal Trade) bersama Presiden Trump pada 19 Februari 2026 di AS. 

Poin utama kesepakatan adalah tarif resiprokal sebesar 19% terhadap produk Indonesia, kecuali CPO, kopi dan kakao, serta Indonesia berencana mengimpor migas dari AS senilai US$15 miliar. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.