IHSG dibuka menguat ke 7.009, saham TPIA, BREN hingga BBRI melaju

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 7.009,38 pada hari ini, Selasa (7/4/2026). Seturut hal itu, saham big caps seperti TPIA, BYAN, BREN, PANI hingga BBRI kompak melaju di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,29% atau 19,96 poin ke level 7.009,38 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 6.995,78 dan sempat ke posisi tertingginya di 7.010,08.

Tercatat, sebanyak 305 saham menguat, lalu 117 saham terkoreksi, dan 226 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp12.259,84 triliun.

: IHSG Diproyeksi Masih Tertekan, Cermati Saham BKSL hingga ITMG

Di tengah kenaikan indeks komposit, saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat dipimpin oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan kenaikan sebesar 2,26% menjadi Rp4.080 per saham.  

Posisi itu kemudian disusul saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang bertumbuh 1,75% menjadi Rp10.200, sementara saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 0,46% ke level Rp4.380 per saham.  

: : IHSG Rawan Tekanan Jual Asing, Pelaku Pasar Minta BEI Implementasi Aturan Bertahap

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) turut meningkat sebesar 0,33%, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tumbuh 0,30%, dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,27%. 

Sementara itu, saham big caps yang melemah antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang terkoreksi 1,29% menjadi Rp4.960 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 0,95% ke Rp3.130. 

: : IHSG Anjlok di Bawah 7.000, BEI: Penurunan Jangka Pendek Jadi Peluang

Hari ini, BNI Sekuritas memprediksi IHSG mengalami technical rebound dalam jangka pendek setelah tertekan aksi jual investor asing pada awal pekan.

Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG ditutup melemah 0,53% pada Senin (6/4) dengan catatan jual bersih investor asing mencapai Rp611 miliar. Aksi lepas saham paling banyak melanda sejumlah big caps perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBCA, serta saham komoditas BUMI dan BRMS.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG berpeluang memantul kembali ke level 7.020 hingga 7.050. Namun, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap potensi koreksi lanjutan.

“Hati-hati, jika indeks belum mampu menembus di atas level 7.050, maka IHSG masih rentan kembali terkoreksi hari ini,” ujar Fanny dalam riset harian. 

BNI Sekuritas lantas menetapkan area dukungan atau support indeks komposit di rentang level 6.850-6.900, sedangkan resistance berada di level 7.020-7.050.

Dari pasar global, Wall Street ditutup menguat tipis di tengah harapan tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Indeks S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq menguat 0,54%, dan Dow Jones bertambah 0,36%.

Optimisme pasar muncul setelah Pakistan disebut menyusun kerangka kesepakatan gencatan senjata selama 45 hari yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Meski demikian, tensi tetap tinggi menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu hari ini.

Fanny menuturkan bahwa kondisi pasar Asia juga bergerak bervariasi di tengah hari libur Paskah dan Festival Qingming. Selain faktor geopolitik, investor kini disebut menantikan rilis data inflasi dari Filipina, Taiwan, serta keputusan suku bunga Bank Sentral Korea Selatan pada akhir pekan ini.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.