Cimory (CMRY) masih punya sisa dana IPO Rp1,96 triliun, mayoritas parkir di obligasi

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) atau Cimory masih memiliki sisa dana initial public offering (IPO) senilai Rp1,96 triliun yang ditempatkan pada sejumlah instrumen perbankan dan obligasi negara.

Merujuk laporan realiasi penggunaan dana hasil penawaran umum, CMRY meraih hasil bersih IPO sebesar Rp3,56 triliun. Sebagai informasi, CMRY resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2021 setelah melepas 1,19 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp3.080 per saham.

Direktur Cimory Bharat Shah Joshi menyampaikan laporan bahwa perseroan telah merealisasikan penggunaan dana IPO tiga dari lima rencana dalam prospektus IPO. Pertama, belanja penambahan kapasitas produksi senilai Rp968,31 miliar.

Kedua, ekspansi saluran distribusi Rp384,01 miliar. Ketiga, modal kerja operasional dan kegiatan lainnya Rp251,06 miliar. Dengan demikian, total dana IPO yang telah diserap mencapai Rp1,6 triliun atau setara dengan 44,94% dari hasil bersih dana IPO.

“Sisa dana hasil penawaran umum Rp1.966.269.275.675 [Rp1,96 triliun],” paparnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (15/1/2026).

: IPO Emiten Lighthouse Berpotensi Jadi Magnet Investor Institusi pada 2026

Merujuk dokumen yang sama, Cimory belum merealisasikan dana IPO untuk penyetoran modal ke dalam dua anak usaha milik perseroan. Merujuk rencana penggunaan dana dalam prospektus IPO Cimory, perseroan bakal menyuntik modal senilai Rp8922,4 miliar ke PT Macroprima Panganutama dan Rp713,93 miliar ke PT Macrosentra Niagaboga.

Lebih terperinci, sisa dana IPO ditempatkan Cimory di instrumen perbankan dan obligasi negara. CMRY melaporkan sisa dana IPO senilai Rp648,16 miliar parkir di deposito berjangka Bank Permata dan giro BCA hanya Rp7,39 juta.

Selebihnya ditempatkan di instrumen obligasi negara, yaitu INCON 26 sebesar Rp124,77 miliar, INDOIS 26 Rp203,22 miliar, INDON 27 N Rp47,06 miliar, INDON 27 NN Rp236,41 miliar, INDON 27 Rp46,73 miliar, INDON 28 NN Rp309,88 miliar, FR0059 Rp150 miliar, dan FR0086 senilai Rp200 miliar.