IHSG hari ini (28/1) dibuka turun 6,69% pasca putusan free float MSCI dirilis

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah mengumumkan hasil konsultasi terkait ketentuan free float saham Indonesia. Bersamaan dengan hal ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka ambrol 6,69% pada pembukaan pasar hari ini, Rabu (28/1/2026).

Melansir IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG dibuka turun 600,82 poin ke 8.379,41. Sebanyak 521 saham dibuka melemah, 379 belum berubah, dan hanya 58 saham yang dibuka menguat.

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar yang dibuka di zona merah antara lain seperti saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dibuka turun 14,74% ke Rp6.650, saham PT Astra International Tbk. (ASII) dibuka turun 1,98% ke Rp6.175, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 5,33% ke Rp7.100, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) susut 2,44% ke Rp4.390, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 4,19% ke Rp3.660, sampai saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dibuka turun 2,91% ke Rp4.670.

: Alasan MSCI Bekukan Rebalancing Pasar Saham Indonesia, Khawatir Data Free Float

AMMAN MINERAL INTERNASIONAL TBK – TradingView

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai kebijakan interim MSCI dapat menciptakan tekanan sentimen jangka pendek bagi saham big caps Indonesia, terutama saham yang sangat bergantung pada aliran dana global.

MSCI pada 27 Januari 2026 mengumumkan pembekuan kepada beberapa indeks saham Indonesia sebagai langkah sementara dan berlaku segera, yang mencakup tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) dalam indeks, tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Index (IMI), serta tidak menaikkan klasifikasi saham dari Small Cap ke Standard atau segmen ukuran yang lebih tinggi.

: : Harapan BUVA Hingga SSIA Masuk MSCI Gugur, Perubahan Saham Indonesia Dibekukan

Dalam pengumuman tersebut, MSCI juga menilai tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai, terutama apabila penilaian hanya mengacu pada data kategorisasi pemegang saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). 

“Walaupun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan sejumlah perbaikan pada data free float, investor global masih menyoroti masalah mendasar terkait investability, termasuk tingginya konsentrasi kepemilikan serta indikasi potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu proses pembentukan harga yang efisien dan wajar,” tulis sekuritas.

: : Was-Was Menyambut Putusan MSCI, Saham Crazy Rich Penekan Laju IHSG

Adapun, kebijakan sementara ini bertujuan mengurangi risiko turnover indeks dan masalah investability. MSCI memberi waktu bagi otoritas pasar untuk melakukan perbaikan transparansi kepemilikan saham yang signifikan. Jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang berpotensi berujung pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index, atau reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Sementara itu, IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak di level resistance 9.050 dan level support 8.850. Pada perdagangan Selasa (27/1), IHSG ditutup naik 0,05% ke 8.980.

“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross. Namun histogram negatif MACD semakin melebar. IHSG ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas level MA20. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.850-9.050,” jelas Samuel Sekuritas.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.