IHSG ditutup menguat tipis ke 8.980, saham BUMI, PTRO hingga GOTO kompak hijau

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,05% pada level 8.980,23 pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026) setelah melemah sepanjang hari. IHSG bergerak menguat terdorong saham-saham seperti BUMI, PTRO, hingga GOTO.

Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 279 saham menguat, 410 saham melemah, dan 117 saham stagnan. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 8.873-8.980. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.380 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan menurut nilai transaksi pada perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi Rp2 triliun. Saham BUMI juga menjadi salah satu saham yang menguat hari ini, dengan menguat 3,61% ke level Rp344 per saham.

: IHSG Sesi I Melemah ke 8.921, Saham ADRO, BBCA hingga ASII Terjun ke Zona Merah

Kemudian saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang juga menguat sore ini. Saham PTRO menguat 3,00% ke level Rp8.575 per saham.

Saham selanjutnya yang juga menguat adalah saham GOTO. Saham GOTO menguat ke level Rp65 per saham, atau naik 8,33% hari ini.

: : Volatilitas Temporer, OCBC Sekuritas Masih Pede IHSG Bisa Tembus 10.000

Selain itu, saham lain yang juga menguat adalah TLKM naik 2,34% ke level Rp3.940 per saham, INET naik 1,36% ke level Rp448, dan BRMS menguat 1,17% ke level Rp1.295 per saham. 

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menuturkan pasar bersiap menunggu keputusan kebijakan The Fed, dengan suku bunga yang diperkirakan akan tetap tidak berubah. Namun, pertemuan tersebut dibayangi oleh kekhawatiran tentang independensi Fed dan spekulasi bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mungkin akan mengumumkan ketua Fed baru minggu ini. 

: : IHSG Turun ke 8.933 Terseret Koreksi Saham ASII, BBCA hingga AMMN

Sementara itu, dukungan pasar datang dari sisi makro China, dengan data profit industrial bulan Desember 2025 secara tahunan naik sebesar 0,6% di atas prediksi sebesar 0,3%. Alhasil secara keseluruhan sepanjang 2025, laba industri tumbuh 0,6%, meningkat dibandingkan kenaikan 0,1% pada 11 bulan pertama tahun tersebut.  Hal ini menunjukan adanya pemulihan kinerja sektor industri di China. 

Dari dalam negeri, indeks IHSG tertekan sepanjang hari ini di zona merah, tetapi menguat sesaat sebelum penutupan perdagangan. Sentimen datang dari tekanan net sell investor asing, sebesar Rp1,01 triliun. 

Pasar juga mencemaskan aturan baru free-float MSCI yang akan rilis akhir pekan ini. Goldman Sachs memprediksi jika aturan baru tersebut diterapkan akan berpotensi membuat dana asing keluar dari pasar keuangan dalam negeri mencapai US$2,3 miliar. 

Sentimen lainnya pasar menantikan konsistensi independensi Bank Indonesia (BI) dalam membuat kebijakan moneter yang lebih independen ini dalam menjaga kepercayaan pasar tetap terjaga. Hal ini setelah keponakan dari Presiden Prabowo terpilih menjadi Deputi Gubernur BI. 

Pasar khawatir kedekatan tersebut akan berpotensi membuat kebijakan yang bersifat politik terkait koordinasi dan kebijakan fiskal dan moneter.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.