
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi yang dalam turun hingga 2% pada perdagangan intraday hari ini, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG yang semula melaju di level yang selama tiga jam pertama perdagangan bergerak di rentang 8.941,72–9.000,97, mengalami koreksi 2,36% ke level 8.725,17 pada pukul 14.33 WIB.
Koreksi tersebut sebetulnya telah tampak sejak 14.25 WIB saat IHSG mulai melemah ke level 8.906,22. Beberapa menit setelahnya, IHSG ambles ke level terendahnya pada perdagangan hari ini.
Meskipun begitu, perlahan-lahan IHSG mampu kembali menguat dan naik ke level 8.875 pada pukul 15.15 WIB. Namun, laju indeks di level tersebut masih mencerminkan koreksi dibandingkan level penutupan perdagangan terakhir.
: Sempat Ambles 2%, IHSG Ditutup Koreksi 0,58% Hari Ini (12/1)
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai koreksi yang dialami indeks merupakan kombinasi dari beberapa sentimen, seperti tensi geopolitik AS–Iran yang kian memanas, aksi profit taking investor di saham-saham komoditas, dan data CPI yang diprediksi akan mengalami stagnasi.
“Hemat saya, pelaku pasar merespons wajar terhadap meningkatnya ketegangan AS-Iran. Di sisi lain, para pelaku pasar juga mencermati US CPI yang masih diproyeksikan akan terus mengalami cooling down,” kata Nafan saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Nafan menilai, koreksi yang terjadi secara tiba-tiba terhadap pasar saham Tanah Air adalah sesuatu yang wajar. Terlebih di tengah sentimen yang kuat.
“Selama sentimen negatif kuat, maka koreksi wajar berlaku. Dan hal tersebut wajar terjadi di tengah perdagangan Bursa,” tegasnya.
Senada, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai koreksi yang terjadi pada IHSG lebih disebabkan oleh kinerja emiten-emiten energi yang sempat terkoreksi sekitar 2% pada perdagangan intraday hari ini.
Dia menilai, terdapat aksi ambil untung atau profit taking oleh investor di saham-saham tersebut setelah beberapa mencatatkan penguatan yang signifikan.
“Kami mencermati koreksi dari IHSG dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2%, di mana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung,” katanya saat dihubungi, Senin (12/1/2026).
Adapun beberapa saham, tercatat turut mengalami koreksi hari ini. Saham-saham milik Prajogo Pangestu kompak melesu, dengan BREN terkoreksi 6,07%, BRPT terkoreksi 9,35%, CDIA melemah 6,46%, CUAN melemah 5,47%, PTRO melemah 8,30%, dan TPIA terkoreksi 3,35%.
Kinerja saham ternama juga tampak lesu pada perdagangan intraday hari ini, dengan PANI ambles 6,36%, DEWA terkoreksi 4,94%, AMMN terkoreksi 3,99%, TAPG melemah 3,67%, ENRG melemah 3,31%, DSNG melemah 3,02%, atau RAJA yang bahkan mengalami koreksi 12,04%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.