Apa itu saham gorengan? Ini alasan kenapa investor pemula harus waspada

Ringkasan Berita:

  • Saham gorengan adalah saham yang pergerakan harganya dimanipulasi secara spekulatif, tidak didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat
  • Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan saham gorengan tidak mencerminkan mekanisme pasar yang sehat dan kerap dipengaruhi manipulasi
  • Pola pump and dump sering terjadi pada saham gorengan, dengan ciri likuiditas rendah sehingga mudah digerakkan dan berisiko menimbulkan kerugian bagi investor yang terlambat masuk

 

Ussindonesia.co.id ,- Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyampaikan peringatan terkait meningkatnya aktivitas perdagangan saham berkapitalisasi kecil dengan volatilitas tinggi di pasar modal Indonesia.

MSCI merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor institusi dunia, termasuk dana kelolaan raksasa seperti reksa dana global, dana pensiun, dan exchange traded fund (ETF).

MSCI menilai, ada aktivitas yang tak biasa soal perdagangan saham.

Fenomena ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko bagi investor, khususnya investor ritel.

Seiring dengan terbitnya peringatan itu, mencuat isu mengenai saham gorengan.

Ya, saham gorengan yang dimaksud bukanlah jajanan pinggir jalan.

Lalu, apa saham gorengan itu?

Apa Itu Saham Gorengan

Saham gorengan adalah istilah populer di pasar saham Indonesia untuk saham yang harganya dimanipulasi secara spekulatif, bukan berdasarkan fundamental perusahaan yang kuat.

Saham ini sering “digoreng” oleh bandar atau pelaku pasar besar yang membeli dalam jumlah banyak untuk menaikkan harga secara artifisial, menarik investor ritel, lalu menjual saat puncak untuk untung cepat.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa saham gorengan merupakan saham yang pergerakan harganya tidak mencerminkan mekanisme pasar yang sehat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Dia bilang, kenaikan atau penurunan harga saham ini tidak didorong oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran yang wajar.

“Pergerakan harga saham gorengan lebih banyak dipengaruhi oleh praktik manipulasi pasar,” ujar Nafan, Selasa (3/2/2026), dikutip dari Kontan.co.id. 

Ia mencontohkan pola pump and dump yang kerap terjadi.

Dalam skema ini, harga saham didorong naik secara cepat untuk menarik minat investor. 

Setelah harga mencapai level tertentu, saham dilepas secara massal, sehingga harga anjlok dan meninggalkan risiko kerugian bagi investor yang masuk belakangan.

Menurut Nafan, saham gorengan umumnya memiliki likuiditas rendah.

Kondisi ini membuat saham tersebut lebih mudah digerakkan oleh pihak-pihak tertentu karena transaksi tidak terlalu ramai.

Lalu, bagaimana ciri-ciri saham gorengan ini.

Ciri-ciri saham gorengan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif memantau saham-saham yang terindikasi mengalami aktivitas tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Berikut ciri-ciri saham gorengan yang perlu diwaspadai.

1. Kenaikan harga yang tidak wajar

Saham gorengan umumnya menunjukkan lonjakan harga yang ekstrem dalam waktu singkat. Kenaikan bisa mencapai puluhan persen hanya dalam hitungan hari, tanpa adanya berita positif atau laporan keuangan yang mendukung.

2. Volume transaksi tinggi secara tiba-tiba

Saham dengan kapitalisasi kecil mendadak mencatatkan lonjakan volume transaksi yang signifikan, bahkan melebihi saham-saham blue chip.

3. Volatilitas tinggi

Pergerakan harga saham sangat fluktuatif, naik-turun dalam jangka pendek, mencerminkan adanya aktivitas spekulatif.

4. Fundamental lemah

Emiten yang bersangkutan biasanya tidak memiliki kinerja keuangan yang solid. Bisa jadi perusahaan sedang merugi, memiliki utang besar, atau tidak ada rencana ekspansi bisnis yang jelas.

5. Masuk dalam daftar UMA atau papan pemantauan khusus

BEI secara rutin merilis daftar saham yang masuk pengawasan karena pergerakan harganya dinilai mencurigakan. Saham gorengan kerap masuk dalam kategori ini.

6. Beredar isu atau sentimen tidak jelas

Pergerakan saham sering dikaitkan dengan rumor, berita sensasional, atau informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan grup investasi.

Risiko investasi saham gorengan

Investasi saham gorengan berisiko tinggi. Investor ritel sering kali menjadi korban karena masuk ketika harga saham sudah berada di puncaknya.

Ketika bandar mulai menjual saham dan harga turun drastis, investor yang terlambat keluar bisa menderita kerugian besar.

Mengutip data BEI, hingga akhir 2024, terdapat lebih dari 200 saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus.

Banyak di antaranya menunjukkan gejala-gejala saham gorengan, seperti harga yang melonjak tajam tanpa dukungan fundamental.

Selain itu, jumlah investor ritel di Indonesia kini telah mencapai lebih dari 8 juta, didominasi oleh generasi muda.

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) juga turut mendorong aksi beli tanpa pertimbangan matang, memperbesar potensi kerugian.

Pilih Saham di IDX30 dan LQ45

Agar terhindar dari risiko tersebut, investor disarankan memilih saham-saham yang masuk dalam indeks likuid BEI, seperti IDX30 dan LQ45.

Selain itu, investor juga perlu membekali diri dengan analisis fundamental sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebagai informasi, IDX30 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga 30 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang relatif kuat.

Saham-saham IDX30 terbaru periode 2 Februari-30 April 2026 di antaranya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indofood CBP Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk (INKP), dan lainnya.

Sedangkan LQ45 merupakan kelompok yang mencakup 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Saham Indeks LQ45 periode Februari – April 2026, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan lainnya.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan