
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) merancang penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.112.420.000 saham baru.
Berdasarkan keterbukaan informasi, jumlah saham baru tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 22,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp100 per lembar.
Saham baru akan diterbitkan dari saham portepel perseroan dan direncanakan untuk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saham tersebut akan memiliki hak yang sama dan sederajat, termasuk hak atas dividen, dengan saham perseroan yang telah beredar sebelumnya.
: Aksi Gesit NPGF, ELPI, hingga MEDC Teken Kredit Perbankan Awal 2026
“Saham Baru tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh Perseroan,” kata manajemen ELPI dalam keterbukaan informasi, Kamis (5/3/2026).
Manajemen menyampaikan bahwa jumlah final saham yang akan diterbitkan bergantung pada kebutuhan dana dan harga pelaksanaan rights issue. Perseroan juga berhak untuk menerbitkan sebagian atau seluruh jumlah maksimum saham baru yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
: : ELPI Raih Kredit Investasi Rp395,2 Miliar dari Bank Mandiri, Tambah Kapal Baru
Pelaksanaan PMHMETD I akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pernyataan pendaftaran perseroan. Penyetoran modal dalam aksi korporasi ini akan dilakukan secara tunai sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan berencana meminta persetujuan rights issue dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026, bersamaan dengan RUPS Tahunan tahun buku 2025. Setelah mendapat persetujuan, ELPI akan mengajukan pernyataan pendaftaran ke OJK, dengan jangka waktu efektif paling lama 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
: : Emiten Pelayaran ELPI Beri Penjelasan Pasca Suspensi
Dari sisi penggunaan dana, hasil rights issue tersebut setelah dikurangi biaya emisi, akan dimanfaatkan untuk likuiditas umum, belanja modal, serta modal kerja. Dana juga akan digunakan untuk mendukung ekspansi, diversifikasi usaha, investasi, dan kegiatan penunjang lainnya.
Manajemen menilai penambahan modal ini akan memperkuat struktur permodalan perseroan serta mendukung kinerja operasional dan ekspansi secara konsolidasi.
Namun demikian, aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya, dengan potensi penurunan kepemilikan maksimal 22,18%.
Hingga keterbukaan informasi diterbitkan, perseroan menyatakan tidak terdapat keberatan dari pihak-pihak tertentu, termasuk kreditur, terkait rencana rights issue tersebut.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.