Senin (9/2) siang, rupiah menguat menjadi Rp 16.851 per dolar AS

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, Senin (9/2/2026) pukul 12.06 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,15% ke Rp 16.851 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Jumat (6/2/2026) rupiah di pasar spot melemah 0,2% ke Rp 18.876 per dolar AS.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi data pemutusan hubungan kerja Challenger. Data tersebut menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas jumlah karyawan pada bulan Januari dengan laju tercepat sejak resesi besar tahun 2009.

Data lain menunjukkan peningkatan klaim pengangguran mingguan yang lebih besar dari perkiraan, sementara data lowongan kerja untuk bulan Desember juga di bawah ekspektasi.

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.872 Per Dolar AS Hari Ini (9/2), Asia Bervariasi

“Pasar tenaga kerja yang mendingin memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk memangkas suku bunga, dengan dolar berada di bawah tekanan akibat hal ini,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Namun, Ibrahim menilai bahwa pasar tidak yakin tentang kebijakan moneter AS di bawah Warsh. Mantan gubernur The Fed ini dipandang sebagai pilihan yang kurang dovish untuk peran puncak The Fed.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (9/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.870 – Rp 16.920 per dolar AS.