Ada manajemen baru, Geoprima Solusi (GPSO) mulai jajaki pendanaan untuk ekspansi

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) berencana untuk menggeber ekspansi usai merombak jajaran direksi dan komisaris. Untuk bisa mendukung rencana tersebut, manajemen GPSO telah melakukan penjajakan dengan lembaga keuangan. 

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di 19 Desember 2025, pemegang saham GPSO menyetujui rencana penjaminan aset perseroan dengan jumlah lebih dari satu per dua bagian atau seluruh harta kekayaan untuk memperoleh fasilitas pinjaman. 

Direktur Utama Geoprima Solusi Dionysius Tjokro menjelaskan pihaknya telah menjajaki pembicaraan dengan beberapa bank maupun lembaga keuangan lainnya dan mendapatkan respon positif. 

Harga Melesat, Direksi Janu Putra Sejahtera (AYAM) Tambah Kepemilikan Saham

“Kami terus melakukan penjajakan ke beberapa pihak untuk mendapatkan fasilitas pinjaman. Meskipun belum ada keputusan pasti, yang jelas rencana,” jelas Dion dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026). 

Dion menjelaskan, keputusan untuk mencari fasilitas pinjaman dari bank maupun lembaga keuangan lainnya, sejalan dengan kondisi pasar saat ini yang tengah masuk era suku bunga rendah.

Dengan demikian, GPSO bisa mendapatkan bunga pinjaman yang cukup bersaing, sehingga bertambahnya likuiditas tidak membuat perusahaan terbebani biaya bunga yang cukup besar. 

Menilik kinerja keuangan per 30 September 2035, GPSO tercatat memiliki liabilitas yang cukup rendah di posisi Rp 9,61 miliar. Ini berada di bawah nilai ekuitas GPSO yang mencapai Rp 41,43 miliar. 

“Jadi dari sisi neraca kami masih punya ruang yang cukup besar untuk menerima fasilitas pinjaman,” kata Dion. 

Terlepas dari itu, Dion menegaskan, rencana transformasi bisnis Geoprima Solusi telah berjalan dengan hadirnya para manajemen baru. Di mana, fasilitas pinjaman yang akan didapatkan perusahaan bisa semakin memperkuat fondasi bisnis.