
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (14/3/2026). Sejumlah saham seperti BUMI, BRPT, hingga INCO tercatat melaju pada pembukaan perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.04 WIB, indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 1,41% ke posisi 503,34. Dari 27 konstituen, sebanyak 24 saham menguat dan 3 saham melemah.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang mengalami kenaikan 4,10% ke Rp254, diikuti saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 3,20% ke Rp2.260, dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 2,85% ke Rp6.325.
: Indeks Bisnis-27 Ditutup Turun, Saham BRPT, MEDC, dan DSNG Masih Melaju
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang naik 1,99% ke Rp1.280, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 1,90% ke Rp1.875, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 1,74% ke Rp4.680, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,63% ke Rp3.740.
Penguatan juga dialami oleh saham PT Astra International Tbk. (ASII) dengan naik 1,62% ke Rp6.275, PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk. (INKP) naik 1,55% ke Rp9.825, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,52% ke Rp6.675, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 1,48% ke Rp3.420.
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga menguat 1,45% ke Rp1.745, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,07% ke Rp3.790, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) naik 1,02% ke Rp990, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 1,00% ke Rp1.515.
Begitu pula dengan kinerja saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang mengalami penguatan 0,94% ke Rp2.140, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 0,68% ke Rp2.940, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) naik 0,47% ke Rp1.070, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 0,38% ke Rp2.620.
Sebaliknya, pelemahan hanya dialami oleh saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang turun 0,40% ke Rp2.470, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 0,91% ke Rp1.635, dan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) turun 1,23% ke Rp1.205.
: : Langkah BEI Delisting 18 Emiten Bermasalah Diproyeksi Dongkrak Kualitas Indeks
Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pada penguatan IHSG sebesar 0,56% pada penutupan Senin (13/4) secara teknikal menunjukkan indikator MACD yang berlanjut membentuk histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600,” tulis sekuritas, Selasa (14/4).
Adapun sejumlah data ekonomi domestik menjadi sentimen yang menyertai pasar. Data penjualan ritel domestik tumbuh 6,5% year on year (YoY) di Februari 2026 dari 5,7% YoY di Januari 2026. Angka tersebut juga lebih tinggi dari perkiraan sebesar 5,9% YoY.
Sementara itu, di sektor energi, Presiden Prabowo pada Senin (13/4) berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir untuk membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, termasuk mengenai penguatan pasokan minyak ke Indonesia di tengah konflik di Timur Tengah saat ini.
Di tengah konflik Timur Tengah tersebut, sekuritas mencatat adanya aliran dana asing yang menguap ke luar. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, investor asing terus keluar dari pasar SBN terutama dalam setahun terakhir.
Hingga 8 April 2026, kepemilikan SBN oleh investor asing mencapai Rp857,60 triliun atau setara 12,60% dari total SBN yang diperdagangkan, turun dari Rp893,47 triliun atau setara 14,34% pada 8 April 2025.
“Sebaliknya, pada periode yang sama, kepemilikan SBN oleh bank domestik semakin meningkat, yaitu dari 18,37% menjadi 23,58%. Hal ini didorong oleh penempatan dana pemerintah di perbankan yang mencapai Rp300 triliun,” tulis sekuritas.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.