Sumber Alfaria (AMRT) buka gerai baru di Bangladesh, simak rekomendasi sahamnya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membuka gerai baru di Dhaka, Bangladesh. Hal itu diproyeksikan bisa menjadi katalis pertumbuhan kinerja AMRT di tahun 2026.

Asal tahu saja, gerai tersebut beroperasi lewat perusahaan dengan nama Alfamart Trading Bangladesh Limited. Perusahaan ini merupakan hasil usaha patungan antara Mitsubishi Corporation Jepang, Alfamart Group Indonesia, serta Kazi Farms Group dari Bangladesh.

Corporate Affairs Director AMRT, Solihin mengatakan, persiapan untuk pembukaan di Dhaka sudah berjalan sejak setahun belakangan.

“Harapan target pembukaan 100 cabang di Bangladesh bisa tercapai di akhir tahun 2026,” ujarnya di Media Gathering AMRT, Kamis (29/1/2026).

Sumber Alfaria (AMRT) Resmikan Gerai Baru di Bangladesh, Target 2026 Buka 100 Cabang

Sayangnya, Solihin belum bisa menyampaikan nilai investasi untuk kerja sama pembukaan cabang tersebut.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand melihat, ekspansi AMRT ke Bangladesh melalui pembukaan gerai di Dhaka dengan target lebih dari 100 toko adalah langkah strategis menarik.

Sebab, langkah itu bisa membuka pasar internasional baru dan potensi pertumbuhan di luar Indonesia, yang bisa mendorong pertumbuhan pendapatan jangka panjang dan diversifikasi geografis.

“Namun pada fase awal keputusan ini juga membawa risiko tambahan beban operasional seperti biaya investasi, manajemen rantai pasok, dan adaptasi pasar baru, yang bisa menekan margin sementara,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (29/1).

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila melihat, langkah ekspansi tersebut dinilai positif untuk jangka panjang dan juga sebagai strategi untuk bisa memperluas pangsa pasar ekspor.

“Ini nantinya harapan bisa memajukan UMKM juga di masa mendatang,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (29/1).

Di tahun 2026, Abida melihat bahwa prospek kinerja AMRT dipandang moderat positif. Hal itu didorong oleh target pertumbuhan pendapatan high single-digit dan rencana pembukaan sekitar 800 gerai baru di Indonesia.

“Target itu juga termasuk perluasan omnichannel untuk memperkuat pangsa pasar, didukung pemulihan daya beli konsumen dan optimisme sektor ritel,” ungkapnya.

Namun, sentimen negatif untuk AMRT tetap hadir dari tekanan biaya operasional, potensi perlambatan same store sales growth (SSSG), dan volatilitas margin.

Secara valuasi, Abida menghitung, saham AMRT saat ini diperdagangkan di price to earnings ratio (PER) sekitar 20–26x.

  AMRT Chart by TradingView  

“Valuasinya premium terhadap sektor, tetapi masih sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan jangka menengah menurut konsensus analis,” tuturnya.

Abida pun merekomendasikan beli untuk AMRT dengan target harga rata-rata 12 bulan sekitar Rp 2.500 per saham.

Indy juga melihat prospek kinerja AMRT masih positif di tahun 2026, namun pertumbuhannya cukup moderat.

“Harapannya, daya beli yang meningkat dan ekspansi bisa mendorong kinerja keuangan AMRT tahun ini,” katanya.

Indy pun merekomendasikan beli untuk AMRT dengan target harga Rp 2.400 per saham.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pergerakan saham AMRT ada di level support Rp 1.690 per saham dan resistance Rp 1.780 per saham. Herditya masih merekomendasikan wait and see untuk AMRT.