Bitcoin terkoreksi usai keputusan The Fed

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Bitcoin terkoreksi ke kisaran 70 ribu dolar AS setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menguatkan sinyal kebijakan moneter ketat. Tekanan datang dari ekspektasi suku bunga tinggi yang menahan aliran dana ke aset berisiko.

Sebelumnya, harga sempat menguat mendekati 76 ribu dolar AS pada 17 Maret 2026 didorong arus dana institusional ke spot Bitcoin ETF. Namun, koreksi sekitar 7 hingga 8 persen terjadi setelah investor menyesuaikan posisi pasca hasil FOMC.

Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, pergerakan pasar saat ini dipengaruhi perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter global. Dia menjelaskan, keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan arah kebijakan The Fed yang masih cenderung hawkish. “Pasar pun menangkap sinyal bahwa inflasi belum turun secepat harapan, sehingga likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas. Namun, ini merupakan bagian dari penyesuaian pasar terhadap dinamika ekonomi global yang terus berkembang,” kata Antony, Sabtu (21/3/2026).

The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen dan menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi sekitar 2,7 persen. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan penurunan suku bunga akan bergantung pada perkembangan inflasi, di tengah tekanan konflik geopolitik dan kenaikan harga energi.

Di pasar, level 70 ribu dolar AS hingga 72 ribu dolar AS menjadi area support yang dicermati investor. Selama bertahan, harga berpotensi stabil dalam jangka pendek dengan dukungan arus dana institusional, namun penurunan bisa berlanjut jika level tersebut ditembus.

Antony mengatakan, pada kondisi pasar saat ini, sentimen pasar cenderung dipengaruhi oleh faktor makroekonomi. “Namun bagi investor, fase koreksi dan konsolidasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk menata kembali strategi investasi secara lebih bijak dengan manajemen risiko yang tepat dan fokus jangka panjang.”

Indodax menyatakan tetap fokus menyediakan ekosistem perdagangan kripto yang aman dan transparan. Platform ini juga mendorong edukasi melalui program literasi, termasuk pengenalan strategi seperti Dollar Cost Averaging untuk menghadapi volatilitas pasar.