Grab beli saham Super Bank (SUPA) lagi, kepemilikan jadi 13,23%

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Grab kembali menambah kepemilikannya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melalui tujuh transaksi dalam dua pekan terakhir. 

Grab, melalui perusahaan milik Grab Holding A5-DB Holdings Pte. Ltd., membeli total 724,17 juta saham SUPA selama 27 Januari–5 Februari 2026. 

Rinciannya, Grab membeli saham SUPA pada 27 Januari 2026 sebesar 70,68 juta saham di harga Rp 1.038, pada 28 Januari 2026 sebesar 76,8 juta saham di harga Rp 927, dan pada 30 Januari 2026 sebesar 62 juta saham di harga Rp 960. 

BSN Luncurkan Bale Syariah, Mobile Banking Syariah Menuju Superapps

Kemudian Grab membeli lagi saham SUPA pada 2 Februari 2026 sebesar 77 juta saham di harga Rp 846, pada 3 Februari 2026 sebesar 150,3 juta saham di harga Rp 892, pada 4 Februari 2026 sebesar 185,27 juta saham di harga Rp 909, dan pada 5 Februari 2026 sebesar 102,12 juta saham di harga Rp 937. 

Maka, total dana yang digelontorkan Grab untuk membeli saham SUPA kali itu mencapai Rp 667,39 miliar. Dengan transaksi itu, kepemilikan Grab di SUPA bertambah dari 3,76 miliar saham atau setara 11,1% hak suara menjadi 4,48 miliar saham atau 13,23% hak suara. 

Berdasarkan keterbukaan informasi Kamis (5/2/2026), seluruh pembelian yang dilakukan Grab itu bertujuan investasi. 

OJK Beri Sanksi kepada 22 Multifinance dan 16 Fintech Lending pada Januari 2026

Pagi ini, Jumat (6/2/2026), saham SUPA dibuka di harga Rp 895, terkoreksi 3,76% secara harian. Padahal, pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026), SUPA masih ditutup menguat 2,76% secara harian di level Rp 930. 

Hingga November 2025, SUPA mencetak laba sebesar Rp 122,4 miliar, membalik posisi rugi Rp 388 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.