
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menambah kegiatan usaha perdagangan besar peralatan telekomunikasi.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kedua yang digelar pada Selasa (2/6/2026) menyetujui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 46523 tentang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.
Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima Muhammad Arif mengatakan, perluasan lini usaha ini akan melengkapi layanan infrastruktur yang selama ini dijalankan INET.
Saham Prajogo Pangestu Kompak Meroket, Ini Saran Buat Anda Pemilik Saham
“Dengan langkah ini, kami ingin memperkuat posisi di rantai nilai infrastruktur telekomunikasi sekaligus membuka sumber pendapatan baru,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik Syarif Endang & Rekan, penambahan kegiatan usaha tersebut dinilai layak dijalankan. Penilaian mencakup aspek pasar, teknis, model bisnis, manajemen, dan keuangan.
Melalui lini usaha baru ini, INET akan memperdagangkan perangkat jaringan untuk ekosistem Fiber to the Home (FTTH), perangkat Fixed Wireless Access (FWA), serta perlengkapan infrastruktur jaringan seperti router, switch, dan server.
Manajemen INET memilih model bisnis distribusi untuk menjalankan kegiatan tersebut. Operasional awal akan didukung empat staf, dua supervisor, dan satu manajer tanpa perubahan struktur organisasi.
Menilik laporan keuangan per 31 Maret 2026, total aset INET mencapai Rp 5,69 triliun. Angka tersebut meningkat 648,39% dibandingkan posisi 31 Desember 2025.
INET Chart by TradingView
Pendapatan bersih INET di kuartal I-2026 mencapai Rp 383,6 miliar atau melonjak 3.069,63% secara tahunan. Sementara laba bruto naik hampir sembilan kali lipat menjadi Rp 45,99 miliar.
“Kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan ini hingga akhir 2026,” ucap Arif.