Saham SINI lanjut menguat meski anak CUAN beli di harga rendah

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengawali tahun 2026 dengan kenaikan harga saham. Per Jumat (2/1/2026) harga saham SINI naik 4,14% di level Rp 15.100 per saham. 

Kenaikan ini melanjutkan tren harga saham SINI di tahun 2025. Sehingga dalam satu tahun saham SINI naik 202%. 

Kenaikan tersebut berbeda dengan apa yang terjadi di saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang mengawali tahun 2026 menurun 2,14% menjadi Rp 2.290 per saham. Saham CUAN dalam setahun menguat 90,83%. 

Incar Proyek Waste to Energy Danantara, Boston (SOFA) Ubah Bisnis Anak Usaha

Padahal dalam keterbukaan informasi di BEI pada 30 Desember 2025 dipaparkan, CUAN melalui anak usahanya PT Kreasi Jaya Persada yang melakukan pembelian pembelian saham SINI dari pemegang saham publik. Nilai beli anak usaha CUAN atas saham SINI jauh lebih rendah dari harga di pasar sekunder. 

Direktur Utama SINI, Amir Antolis dalam keterbukaan informasi dijelaskan jika aksi ini bukan merupakan saham yang berasal dari divestasi pemegang saham pengendali SINI. 

“Kami sampaikan tanggapan perusahaan di awal Desember 2025 terkait belum adanya rencana pengambilalihan saham SINI sudah sesuai dengan kondisi saat itu,” papar Amir dalam keterbukaan informasi di BEI pada 30 Desember 2025. 

Dia menegaskan kembali bahwa pembelian saham yang dilakukan oleh PT Kreasi Jasa Persada (anak usaha CUAN) dilakukan pada tanggal 24 Desember 2025 yang dibeli dari pemegang saham publik dan bukan berasal dari pengambilalihan saham milik pemegang saham pengendali SINI. 

“Sehubungan dengan diskusi/pertemuan awal dengan calon pengendali baru, SINI hanya mendapatkan informasi sesuai keterbukaan informasi yang dipublikasikan oleh PT Petrindo Jasa Kreasi Tbk (CUAN) bahwa pihak PT Kreasi Jasa Persada (anak usaha CUAN) sedang dalam proses komunikasi dan negosiasi dengan pemegang saham pengendali,” tutur Amir.

Ini Saham Paling Banyak Dijual Asing di Sepanjang 2025

Sehubungan dengan hal tersebut per 24 Desember 2025, anak usaha CUAN mengantongi 19,74% setara dengan 94,94 juta di harga rata-rata di Rp 4.888 per saham. Sehingga nilai transaksi ini sebesar Rp 464,07 miliar. 

Harga beli anak usaha CUAN atas saham SINI jauh lebih rendah dari harga di pasar sekunder yang hingga 2 Januari 2026 sebesar Rp 15.100 per saham. 

“Atas selisih harga pembelian di bawah harga pasar, perusahaan tidak dapat menjelaskan dikarenakan hal tersebut adalah kesepakatan antara pihak pembeli dan pihak penjual dan tidak berhubungan langsung dengan perusahaan maupun pemegang saham pengendali SINI,” terang Amir. 

Atas aksi tersebut maka posisi kepemilikan saham SINI saat ini sebagai berikut : 

  • PT Autum Prima Indonesia 30% 
  • Batubara Development Pte. Ltd 16,22%
  • Hapsoro 9% 
  • Kreasi Jasa Persada (KJP) 19,74%
  • Masyarakat 25,04%

Dari sebelumnya, pemegang saham SINI sebagai berikut : 

  • PT Autum Prima Indonesia 30% 
  • Batubara Development Pte. Ltd 16,22%
  • Hapsoro 9% 
  • Masyarakat 44,78%

Amir menambahkan, usai transaksi ini, manajemen SINI belum mengetahui transaksi lanjutan. Dia menyebut, proses negosiasi baru berjalan. “Sejalan dengan keterbukaan informasi yang telah dilakukan oleh CUAN proses negosiasi antara para pihak mencakup pembahasan mengenai kesepakatan atas mekanisme pengambilalihan, perkiraan jumlah saham, serta harga dan waktu penyelesaian transaksi,” papar dia. 

IHSG Menguat 22,13% Sepanjang 2025, Ini Saham Paling Banyak Dibeli Asing

Dia menyebut, rencana pengambilalihan tersebut akan tunduk pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung. Termasuk penandatanganan perjanjian definitif serta dipenuhinya seluruh persyaratan dan persetujuan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan di bidang pasar modal.

“Perusahaan menyampaikan keterbukaan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan material sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan di bidang pasar modal,” terang Amir.