
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Sejumlah saham big banks dan konglomerasi, seperti BBCA hingga ASII masuk daftar saham diskon periode Maret 2026. Hal ini dihitung berdasarkan valuasi saham saat ini, menggunakan pendekatan price to earnings ratio (PE).
Berdasarkan harga yang terbentuk per penutupan Senin (9/3), PE BBCA berada di level 14,73, lebih rendah dari rata-rata PE 5 tahunnya di 20,68 kali.
Sementara itu, ASII masuk di daftar saham big caps dengan PE di bawah 10 kali dan return on equity (ROE) di atas 7%. PE ASII pada harga yang terbentuk di akhir sesi perdagangan Senin (9/3) ada di level 7,23 kali.
: Kasak-Kusuk Menghapus Saham Papan FCA
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan koreksi harga yang terjadi di saham diskon tersebut didorong oleh outflow asing, yang secara year to date per penutupan Selasa (10/3) terdapat net sell Rp8,80 triliun di seluruh pasar.
Kondisi tersebut didorong oleh sentimen makro, di mana investor mulai risk-off merespons ketidakpastian ekonomi global yang disulut perang AS-Iran.
: : Harga Emas Antam Hari Ini Rabu, 11 Maret 2026 di Pegadaian
“Bank big caps seperti BMRI, BBRI, BBCA dan konglomerasi seperti ASII dan INDF ini pure diskon,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (10/3/2026).
Bank Central Asia Tbk. – TradingView
Wafi memperingatkan, PE rendah tak berarti diskon. Misalnya di UNVR, menurutnya ada potensi value trap karena tertekan oleh penyusutan pangsa pasar dan margin.
: : Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Terbitkan Obligasi Ritel ORIS, Kupon di Atas Deposito
Sementara itu, MNCN terimbas disrupsi model bisnis media dan penurunan belanja iklan. Dalam situasi ini, harga murah lebih mencerminkan fundamental yang sedang turun.
Strategi yang disarankan Wafi adalah hindari jebakan valuasi dan jangan beli saham hanya karena PE rendah. Wafi juga mengingatkan agar investor fokus pada kualitas, kombinasikan PE rendah dengan ROE tinggi di atas 15%, utang terkendali dengan debt to equity ratio (DER) rendah, arus kas operasi positif, dan pembagian dividen konsisten.
“Lakukan akumulasi atau buy on weakness secara mencicil. Untuk buy on weakness, pilihannya BMRI, BBRI, BBCA, INDF, ASII. Sedangkan untuk trading buy, saham ADRO, UNTR, LSIP, AKRA, CTRA. Sedangkan, wait and see untuk UNVR dan MNCN yang sedang menghadapi tantangan fundamental sektoral,” pungkasnya.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.