Prospek altcoin 2026 masih suram, sektor layer-1 dinilai paling tahan

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Prospek altcoin pada 2026 diperkirakan masih dibayangi tekanan seiring tren bearish yang melanda pasar kripto. 

Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir mengatakan, secara historis pergerakan altcoin memang cenderung lebih volatile saat pasar kripto memasuki fase turun.

“Altcoin pada tahun 2026 akan memasuki fase bearish yang skalanya lebih besar daripada bitcoin, sama seperti siklus-siklus sebelumnya,” ujar Christopher kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).

Menurut dia, minimnya katalis positif menjadi faktor utama yang menahan pergerakan pasar kripto saat ini. Selain itu, keraguan investor terhadap industri kripto juga masih membayangi.

Minim Katalis, Bitcoin Berisiko Turun ke US$ 50.000

Dari sisi eksternal, kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberi tekanan. Sikap pejabat bank sentral AS yang belum dovish membuat likuiditas global masih ketat, sehingga menahan minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.

Christopher memperkirakan tekanan pasar berpotensi berlanjut sepanjang tahun ini apabila belum muncul sentimen penggerak baru yang kuat.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai sektor altcoin layer-1 masih relatif lebih tahan banting dibandingkan narasi lain seperti AI, gaming, maupun DeFi. Pasalnya, banyak pengembangan ekosistem kripto tetap bertumpu pada layer-1.

Adapun sejumlah altcoin layer-1 yang dinilai masih layak dicermati adalah Ether dan Solana. 

“Ether dan solana masih menjadi juaranya, sedangkan untuk binance coin mungkin tidak akan sebagus itu ketika dia anjlok,” terangnya.

Meski demikian, Christopher mengingatkan bahwa kedua aset unggulan tersebut masih berpeluang terkoreksi lebih dalam dalam fase bearish saat ini.

Melansir Coin Market Cap pada Jumat (27/2) pukul 15.00 WIB, harga Ether di level US$ 2.032 turun 32% sebulan terakhir dan Solana di US$ 87 juga turun 31% secara bulanan.

Christopher memperkirakan harga Ether di sepanjang 2026 berpotensi turun hingga ke kisaran US$ 1.000. Sementara Solana berpotensi melemah menuju level US$ 50.

“Target ini dapat direvisi dari waktu ke waktu bergantung kepada kondisi keseluruhan nantinya,” imbuh dia.

Untuk investor ritel, Christopher menyarankan pendekatan yang lebih selektif di tengah pasar bearish. Investor sebaiknya fokus pada altcoin yang telah memiliki rekam jejak kuat dan melakukan evaluasi portofolio secara berkala.

Harga Bitcoin Anjlok 19% Februari, Terburuk Sejak Krisis 2022