
Bantuan unit combine harvester dari pemerintah turut menjadi tulang punggung percepatan swasembada pangan. Pada 2024, pemerintah menyalurkan 1.400 unit mesin panen modern, disusul 3.247 unit pada 2025. Dukungan ini terlihat saat Panen Raya Padi Nasional di Karawang yang dihadiri Presiden Prabowo, Rabu (7/1), combine harvester berperan penting memastikan panen berlangsung cepat, efisien, dan minim kehilangan hasil.
Combine harvester merupakan mesin panen terpadu yang mampu menjalankan seluruh tahapan panen secara otomatis, mulai dari memotong batang padi, merontokkan dan memipil gabah, hingga menyortir hasil panen. Integrasi proses ini membuat panen menjadi lebih optimal dan konsisten dibandingkan metode manual yang masih bergantung pada banyaknya tenaga kerja dan waktu yang lebih panjang.
Dari sisi kecepatan, combine harvester mampu memanen sekitar 0,1–0,3 hektare per jam atau setara 3–4 jam per hektare. Sebaliknya, panen manual membutuhkan waktu 2–3 hari untuk luasan yang sama. Perbedaan signifikan ini berdampak langsung pada pengurangan susut hasil. Panen dengan mesin modern ini mencatat susut hanya sekitar 3–5 persen, setara dengan penyelamatan sekitar 200 kg gabah per hektare. Sementara panen manual, masih mengalami susut yang lebih tinggi, berkisar 6–10 persen.
Penggunaan mesin panen modern juga menekan ketergantungan terhadap tenaga kerja. Combine harvester hanya memerlukan 1–2 operator, jauh lebih rendah dibandingkan panen manual yang membutuhkan 10–20 orang per hektare. Efisiensi teknis panen dengan combine harvester tercatat sekitar 0,80, lebih tinggi dibandingkan panen manual yang berada di kisaran 0,69. Semakin tinggi nilai efisiensi teknis menunjukkan pengelolaan panen yang semakin optimal.
Dari sisi biaya, panen menggunakan combine harvester membutuhkan sekitar Rp1,8 juta per hektare, jauh lebih rendah dibandingkan biaya panen manual yang mencapai Rp3,5 juta per hektare. Efisiensi waktu, biaya, dan hasil ini menegaskan peran combine harvester sebagai solusi strategis dalam mendukung produktivitas padi nasional.
Dengan dukungan kebijakan, bantuan alat, dan modernisasi mekanisasi, pemerintah mendorong transformasi sistem panen padi menuju pertanian yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.