Samuel Sekuritas pangkas target IHSG ke 7.500, intip saham jagoannya

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Samuel Sekuritas memperkirakan dalam base skenario, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada tahun ini akan berada di level 7.500. Sedangkan untuk rekomendasi saham, ANTM, BUMI hingga BULL masuk daftar Top Buys broker berkode IF tersebut.

Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi menjelaskan bahwa skenario dasar IHSG tersebut mencerminkan proyeksi earnings growth sebesar 2% tahun ini, dengan fair price to earnings ratio (P/E) multiple di level 12,3 kali dan earnings per share (EPS) di level 606,7.

Sementara untuk skenario bearish, IHSG ada di level 6.300, mencerminkan earnings growth -3% dan fair P/E multiple di level 10,9 kali serta EPS di 577. Untuk skenario optimis, IHSG akan menyentuh level 8.000, mencerminkan earnings growth 5%, fair P/E multiple di level 12,9 kali, serta EPS di angka 624,6.

: IHSG Ditutup Menguat 1,15% ke 7.174, Saham PANI, BBRI hingga BBCA Tancap Gas

Aspek makro yang mendasari asumsi dasar tersebut adalah gerak nilai tukar rupiah. Skenario dasar yang dipasang sekuritas berdasarkan asumsi rupiah berada di level Rp17.500, sedangkan skenario terlemah diasumsikan rupiah akan melemah ke level Rp18.000 ke atas, sementara untuk bullish scenario rupiah diasumsikan dapat menguat ke level di bawah Rp17.000 per dolar AS.

“Begitu US$/IDR-nya lebih dari Rp18.000, ini pasti berpengaruh juga ke sektor consumer staples. Dari banks juga pasti terdampak di asset quality. Selain itu kita juga melihat dari harga minyak. Karena kalau -3% ini kita asumsi harga minyak sudah lebih dari US$120 per barel,” ujarnya dalam forum Media Connect di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

: : IHSG Diramal Bergerak Terbatas Hari Ini, Simak Saham ESSA, ENRG, hingga KOTA

Melihat perkembangan makro ekonomi saat ini, ketika rupiah terus tertekan dan harga minyak bertahan di level US$90 per barel akibat tensi geopolitik, Samuel Sekuritas men-downgrade target IHSG di 2026.

“Sebenarnya bullish case kita itu awalnya base kita. Awalnya targetnya di 5% earnings growth, kita turunkan ke 2%. Jadi kita turunkan satu tingkat. Alasan pertama karena rupiah, harga minyak juga,” jelasnya.

: : Menerka Arah IHSG di Tengah Fenomena Sell in May

Sementara untuk rekomendasi, Samuel Sekuritas memberi rating buy untuk saham ANTM dengan target harga Rp4.600. Menurutnya, ANTM tahun ini menunjukkan perbaikan volume penjualan, hal ini juga didukung oleh tren kenaikan harga emas global.

Berikutnya, Samuel Sekuritas juga merekomendasikan buy saham BUMI dengan target harga Rp300. Prasetya menjelaskan bahwa akuisisi perseroan atas perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Wolfarm Limited pada kuartal IV tahun lalu akan mulai meng-generate pendapatan pada tahun ini.

“Ke depannya mereka ini menargetkan 2029-2030 kontribusi dari emasnya itu bisa fifty-fifty dengan batu bara. Transformasi dari batu bara ke emasnya ini akan membantu mereka bisa re-rating ke depan,” jelasnya.

Selanjutnya, sekuritas merekomendasikan buy saham BULL dengan target harga Rp700. Alasannya, emiten transportasi logistik ini tidak terdampak penutupan selat Hormuz, kemudian perseroan juga mencatat kenaikan charter rates yang akan semakin menguntungkan mengingat orientasi BULL dominan di pasar ekspor. BULL juga menargetkan penambahan armada LNG sebanyak 5 kapal yang telah tiba di kuartal I tahun ini.

“Oleh sebab itu kita lihat EBITDA itu bisa naik 3 kali lipat, dan earnings mereka bisa naik 7 kali lipat tahun ini karena ada penambahan armada tersebut, serta rates mereka yang naik 200% lebih karena adanya perang sekarang,” jelasnya.

Keempat, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham INDF dengan target harga Rp7.900. Prasetya mencatat, emiten konsumer staples ini diuntungkan oleh harga CPO yang meningkat.

Terakhir, Samuel Sekuritas merekomendasikan buy saham SILO sebagai strategi defensif dengan target harga Rp3.000. Rekomendasi ini didasari oleh ekspansi yang dilakukan perseroan dengan menambah kapasitas kamar rumah sakit mereka tahun ini.