Momen Lebaran, BI perkirakan ekonomi Sumbar tumbuh 4% pada kuartal I/2026

Ussindonesia.co.id , PADANG – Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Provinsi Sumatra Barat pada kuartal I/2026 bisa berada di angka 4% seiring adanya momen Lebaran pada penghujung Maret 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan periode Januari – Maret 2026 ini memiliki momen yang mampu mendorong perekonomian di daerah menjadi lebih baik karena ada momen Imlek dan kemudian Ramadan serta sebentar lagi libur lebaran.

“Perputaran uang jadi meningkat, terutama saat Ramadan, sektor perdagangan jadi naik, dan kemudian pada momen lebaran sektor perdagangan masih berlanjut positif, serta disusul jasa transportasi dan jasa lainnya, seperti perhotelan dan wisata,” katanya, Kamis (12/3/2026).

: Jangan Khawatir, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Mudik Lebaran 2026 di Sumbar

Dia menjelaskan ada jutaan perantau Minang yang mudik ke kampung halaman, seandainya satu orang perantau membelanjakan uangnya Rp500.000, maka diperkirakan ada Rp2,5 triliun uang yang berputar pada lebaran tersebut.

Terlebih penanganan pemulihan dampak bencana untuk infrastruktur jalan terus dikebut oleh pemerintah, sehingga hal tersebut dapat menjadi sinyal positif bagi perantau untuk memilih mudik. 

: : BPJN: Jalur Lembah Anai Sumbar Dibuka 2 Lajur 24 Jam pada H-10 Lebaran

Kemudian ditambah anggaran pemulihan dampak bencana ini bisa mencapai Rp21 triliun lebih, dan apabila pemulihan ini terus dilakukan, maka dampaknya tidak hanya soal pulihnya infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan hal lainnya, tapi juga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Jadi percepatan pemulihan dampak bencana ini penting dilakukan, kalau infrastruktur jalan masih rusak dan tidak bisa dilalui, maka para perantau bakal enggan untuk mudik. Sekarang, alhamdulillah, pengerjaan telah dilakukan dengan cepat, sehingga di jalur Lembah Anai kini sudah bisa dilalui kembali,” ujarnya.

: : Purbaya Salurkan Tambahan Anggaran ke Aceh, Sumbar, dan Sumut Rp4,39 Triliun

Majid berharap adanya momen perantau mudik ini, bisa menjadi peluang bertumbuhnya investasi di daerah. Apalagi hal ini jalan, maka perekonomian di daerah semakin tumbuh dengan baik pula. “Makanya kami memperkirakan berakhirnya Maret 2026 ini, ekonomi Sumbar bisa di angka 4%,” sebutnya.

Namun di satu sisi, Majid berharap geopolitik yang terjadi di Iran dan Israel, tidak berlangsung lama, sehingga dampak buruknya secara perekonomian tidak dirasakan di Indonesia, khususnya di Sumbar.

Menurutnya sejauh ini perang Iran – Israel dan Amerika Serikat itu, belum memberikan dampak yang begitu berarti bagi Sumbar. Bicara soal ketersediaan BBM, Pertamina telah menegaskan bahwa stok BBM akan baik-baik saja.

“Tapi kalau perang ini terjadi dalam waktu yang panjang, saya perkirakan sudah seharusnya mulai bergerak bersama pihak untuk membahas langkah-langkah yang diambil ke depan, agar dampaknya tidak terlalu buruk dirasakan di daerah,” tutupnya.