
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Nama Gayo Mineral Resources (GMR) mulai mencuat seiring rencana induk usahanya, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), untuk membuka opsi penawaran umum perdana saham (IPO) guna mendanai pengembangan aset mineral di Aceh. Perusahaan ini menjadi salah satu aset strategis Grup Bakrie dalam diversifikasi bisnis ke sektor mineral nonbatu bara.
Mengutip laman resmi perseroan, GMR merupakan perusahaan yang bergerak di produksi emas, tembaga, dan mineral lainnya yang berlokasi di Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues, Aceh. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta dan telah menjadi anak usaha DEWA sejak 2021.
Saat ini, GMR tengah mengembangkan proyek tambang tembaga bawah tanah di wilayah Gayo. Selain berorientasi pada pengembangan industri pertambangan dan logam nasional, perusahaan juga menargetkan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya masyarakat Gayo, sebagai bagian dari penguatan tenaga kerja domestik.
: Dharma Henwa (DEWA) Beberkan Rencana IPO Anak Usaha Gayo Mineral Resources
Dalam tahap pengembangan, GMR fokus pada proyek eksplorasi mineral di Gayo Lues yang dimulai dalam 12 bulan terakhir. Eksplorasi tersebut mencakup dua prospek utama, yakni Upper Tengkereng dan Lower Tengkereng.
Upper Tengkereng yang berada di elevasi lebih tinggi menunjukkan zona alterasi kuat yang mengindikasikan potensi sistem epitermal sulfidasi tinggi. Sementara itu, Lower Tengkereng memperlihatkan kontrol struktur dan urat kuarsa-sulfida yang mengarah pada indikasi mineralisasi tipe porfiri maupun urat.
: : Investor Selektif di Tengah Gejolak, IPO Diproyeksi Bergeliat Semester II/2026
Kedua area tersebut masih berada pada tahap eksplorasi awal hingga menengah. Program pengeboran awal difokuskan pada area dengan indikasi geologi prospektif, yang sebelumnya telah diidentifikasi melalui pemetaan permukaan, pengambilan sampel geokimia, serta survei geofisika.
Sebelumnya, emiten Grup Bakrie PT Dharma Henwa Tbk. (DEWA) mengumumkan tengah berencana untuk membawa anak usahanya, Gayo Mineral Resources untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.
: : Darma Henwa (DEWA) Tuntaskan Buyback Rp950 Miliar, Serap 4,03% Saham Beredar
Direktur Dharma Henwa Ricardo Silaen menjelaskan Dharma Henwa memiliki anak perusahaan yaitu Gayo Mineral Resources yang merupakan aset eksplorasi emas dan tembaga di Aceh. Menurut Ricardo, pihaknya ingin mengembangkan aset tersebut dalam jangka menengah dan panjang.
“Salah satu metode untuk bisa mengembangkan, kami butuh funding, monetisasi. Tentu saja IPO adalah salah satu opsi yang memang kami pertimbangkan,” ucap Ricardo, dalam siaran Samuel Sekuritas, bertajuk Prospek DEWA hingga IPO Anak Usaha.
Ricardo menjelaskan secara jangka panjang, DEWA ingin menjadi perusahaan holding investasi dengan bisnis seperti kontraktor bisnis dan mengembangkan aset di Gayo.
Ricardo juga menyebutkan DEWA ingin mengembangkan Bisnis melampaui grup dan batu bara, dengan masuk ke bisnis mineral lainnya.
“Indonesia sebagai salah satu produser terbesar dari banyak mineral, ada nikel, bauksit, itu yang kalau ada kesempatan ingin kami garap,” tuturnya.
Dia juga menyebutkan saat ini, performa Dharma Henwa lebih baik dibandingkan dengan kompetitor, dengan operasional yang tumbuh sangat baik, dan keuangan secara year-on-year basis cenderung tumbuh signifikan.
Ricardo membandingkan, kompetitor DEWA secara keuangan tumbuh cenderung flat atau malah menurun.
“Jadi menurut kami, kami percaya bahwa ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mengambil kesempatan. Ketika kompetitor kami tidak bisa melayani klien, kami siap baik dari sisi kapasitas maupun dari sisi pendanaan,” pungkas Ricardo.
Darma Henwa Tbk – TradingView ______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.