IHSG hari ini (22/1) ditutup melemah, saham BUMI hingga BBCA ambrol ke zona merah

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (22/1/2026) ditutup melemah 0,20% ke level 8.992,18. Pasar modal Indonesia berada dalam teritori negatif menguat sepanjang perdagangan.

Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 345 saham menguat, 331 saham melemah, dan 128 saham stagnan. Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 8.992-9.109. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.391 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi emiten yang paling aktif diperdagangkan menurut nilai transaksi pada perdagangan hari ini. Nilai perdagangan mencapai Rp4,1 triliun. Meski demikian, saham BUMI menjadi salah satu emiten yang menekan IHSG hari ini, dengan turun 9,84% ke level Rp348 per saham.

: Lippo (MPPA) Tantang Alfamart-Indomaret Cs, Suntik Modal Ritel Toko Mama

Kemudian saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham kedua yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp2,1 triliun. Saham BBCA melemah 0,65% ke level Rp7.650 per saham.

Saham selanjutnya yang aktif diperdagangkan hari ini adalah PTRO dengan nilai transaksi yang mencapai Rp1,5 triliun. Saham PTRO melemah ke level Rp10.775 per saham.

: : HGU Produsen Gulaku (Sugar Group) Seluas 85.244 Ha Dicabut Kementerian Nusron, Nilainya Rp14,5 Triliun

Selain itu, saham lain yang juga melemah adalah ANTM turun 1,17% ke level Rp4.220 per saham, BUVA turun 8,76% ke level Rp1.980, dan INET melemah 1,79% ke level Rp550 per saham. 

Bukit Uluwatu Villa Tbk. – TradingView

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan dari global, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancaman tarif dan menolak menggunakan kekuatan untuk merebut Greenland dari sekutu, sehingga mengurangi risiko geopolitik. 

: : Asosiasi Rokok Kecil-Menengah Tolak Rencana Menkeu Purbaya Tambah Layer Cukai

Di forum pertemuan pemimpin dunia di Davos, Trump mengatakan bahwa dirinya akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada barang-barang dari Uni Eropa. 

Pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump tersebut  meredakan kekhawatiran pasar akan perselisihan geopolitik dan perdagangan yang lebih dalam terkait Greenland. Trump menolak menggunakan kekuatan militer untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa setelah mencapai kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan dengan NATO, meskipun detail perjanjian tersebut masih belum jelas.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar merespons Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 4,75%, sesuai dengan perkiraan. Hal ini menggarisbawahi fokus BI pada stabilitas rupiah, sambil mengandalkan langkah-langkah makroprudensial dan likuiditas.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.