Investasi SR024 resmi dibuka: raih imbal hasil tetap hingga 5,9% sekarang!

Ussindonesia.co.id Jakarta. Kesempatan berinvestasi di obligasi syariah milik negara kembali dibuka. Terbaru, pemerintah membuka penawaran investasi di Sukuk Ritel seri SR024 dengan imbal hasil 5,55% dan 5,9%. Berikut cara mudah investasi halal di Sukuk Ritel SR024.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko membuka penawaran Sukuk Ritel seri SR024 kepada investor individu mulai 6 Maret hingga 15 April 2026 pukul 12.00 WIB.

Instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tersebut terdiri dari dua seri, yakni SR024T3 dengan tenor 3 tahun dan SR024T5 dengan tenor 5 tahun. Penjualan dilakukan secara online melalui sistem e-SBN sebagai bagian dari upaya pemerintah memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi syariah negara.

“Dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar keuangan domestik, Pemerintah akan melakukan penjualan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu secara online (e-SBN), yaitu instrumen Sukuk Ritel Seri SR024T3 (Tenor 3 Tahun) dan SR024T5 (Tenor 5 Tahun),” tulis pengumuman tersebut, Kamis (5/3/2026).

Menkeu Purbaya Berencana Tambah Likuiditas Rp 100 Triliun ke Perbankan

Dalam ketentuan yang disampaikan DJPPR Kemenkeu, kedua seri Sukuk Ritel ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased.

Seri SR024T3 memiliki tenor tiga tahun dengan jatuh tempo pada 10 Maret 2029, sementara SR024T5 memiliki tenor lima tahun dengan jatuh tempo pada 10 Maret 2031. Pemerintah menawarkan imbal hasil tetap (fixed coupon) masing-masing sebesar 5,55% per tahun untuk SR024T3 dan 5,90% per tahun untuk SR024T5.

Kupon sukuk tersebut dibayarkan setiap bulan pada tanggal 10, selama hari tersebut merupakan hari kerja atau hari operasional sistem pembayaran Bank Indonesia. Pembayaran imbalan pertama akan dilakukan pada 10 Mei 2026 dengan skema short coupon.

Adapun tanggal setelmen atau penerbitan sukuk dijadwalkan pada 22 April 2026. Instrumen ini berbentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder mulai 11 Mei 2026 atau setelah berakhirnya masa minimum holding period yang berlangsung selama satu kali pembayaran imbalan.

Tonton: Perang Iran–Israel Hantam Bali! Turis Batal Datang, Vila Sepi

Cara investasi SR024

Untuk pemesanan, pemerintah menetapkan minimum pembelian sebesar Rp1 juta dan berlaku kelipatan Rp1 juta. Sementara batas maksimum pembelian ditetapkan Rp5 miliar untuk SR024T3 dan Rp10 miliar untuk SR024T5.

Underlying asset dari sukuk ini berasal dari Barang Milik Negara (BMN) serta proyek dan kegiatan kementerian/lembaga yang tercantum dalam APBN 2026. Berikut cara investasi sukuk ritel SR024 :

1. Registrasi

Registrasi untuk investasi sukuk ritel SR024 dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi Midis. Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, calon investor melakukan pemesanan sukuk ritel SR024 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran sukuk ritel SR024 .

Tonton: Beijing Kecam Serangan Iran, Tapi Tak Bela Teheran? Ini Alasannya

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) atas pembelian sukuk ritel SR024 melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi sukuk ritel SR024 pada tanggal setelmen/penerbitan. Setelah setelmen, investor dapat meminta Bukti Konfirmasi Kepemilikan sukuk ritel SR024 kepada Mitra Distribusi.

 

Tonton: Pertamina Buka Suara! Stok BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Mitra Distribusi SR024

Beberapa bank yang menjadi mitra distribusi antara lain Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia serta platform investasi digital seperti Bareksa, Bibit, dan Tanamduit untuk memperluas jangkauan investor ritel.

Melalui penerbitan Sukuk Ritel SR024 ini, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan nasional semakin meningkat sekaligus memperkuat pengembangan pasar keuangan syariah di dalam negeri.

Masyarakat atau investor individu dapat membeli SBSBN ini melalui daftar mitra distribusi berikut :

Bank Umum:

1. PT Bank Central Asia Tbk

2. PT Bank CIMB Niaga Tbk

3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk

4. PT Bank DBS Indonesia

5. PT Bank HSBC Indonesia

6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk

8. PT Bank Mega Tbk

9. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

10. PT Bank OCBC NISP Tbk

11. PT Bank Panin Tbk

12. PT Bank Permata Tbk

13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

14. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

15. PT Bank UOB Indonesia

16. PT Bank SMBC Indonesia Tbk

17. Standard Chartered Bank

Tonton: Luhut Ingatkan Bahaya Harga Minyak USD 100! APBN Indonesia Terancam

 

Bank Umum Syariah:

18. PT Bank Victoria International Tbk

19. PT Bank Syariah Indonesia Tbk

20. PT Bank Muamalat Tbk

Perusahaan Efek:

21. PT BNI Sekuritas

22. PT BRI Danareksa Sekuritas

23. PT Mandiri Sekuritas

24. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

25. PT Bahana Sekuritas

26. PT Binaartha Sekuritas

27. PT Panin Sekuritas Tbk

28. PT Phillip Sekuritas Indonesia

Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology):

29. PT Bareksa Portal Investasi

30. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)

31. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)

32. PT Bibit Tumbuh Bersama