Tak hanya elektronik, Erajaya (ERAA) geber pertumbuhan bisnis dari dua segmen ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) bersiap melanjutkan strategi pengembangan bisnis secara berimbang di seluruh vertikal usaha pada 2026.

Strategi tersebut mencakup Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, serta Erajaya Food & Nourishment sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Langkah ini dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta keselarasan dengan kapabilitas inti dan arah strategis perusahaan.

Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group Amelia Allen mengatakan, selain segmen elektronik, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang positif pada bisnis gaya hidup aktif serta makanan dan minuman. Kedua segmen tersebut saat ini dikelola melalui vertikal Erajaya Active Lifestyle dan Erajaya Food & Nourishment.

“Kedua segmen ini memiliki karakteristik yang saling melengkapi dengan bisnis inti perusahaan, khususnya dalam hal pengelolaan ritel, pengembangan merek, serta pemahaman terhadap perilaku konsumen,” kata Amelia kepada Kontan, Senin (5/01/2026).

Entitas Usaha Erajaya (ERAA) Lakukan Transaksi Afiliasi Rp 44,55 Miliar

Amelia bilang, fokus pengembangan tidak diarahkan pada satu segmen secara eksklusif, melainkan pada optimalisasi potensi masing-masing vertikal agar dapat tumbuh secara berkelanjutan sesuai dengan dinamika pasar.

Melalui diversifikasi usaha ini, ERAA menargetkan struktur bisnis yang lebih seimbang dan resilien, dengan sumber pendapatan yang semakin terdiversifikasi. 

Selain mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas, diversifikasi usaha ini juga bertujuan untuk memperluas jangkauan konsumen, memperkuat posisi perusahaan di berbagai sektor industri. 

Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing ERAA dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.

Prospek dan Rekomendasi Saham ERAA

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, diversifikasi bisnis yang dilakukan ERAA berpotensi memperkuat keberlanjutan kinerja perusahaan ke depan. Menurutnya, fokus ERAA pada segmen aksesoris dan gaya hidup telah mendorong peningkatan penjualan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu lini bisnis.

Nafan menambahkan, ketika penjualan iPhone berada dalam tren yang solid, laba bersih ERAA cenderung lebih stabil. Kondisi tersebut, apabila dikombinasikan dengan diversifikasi usaha, berpotensi mendorong perbaikan marjin perusahaan.

Selain itu, anak usaha ERAA, yakni PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) juga mulai memperluas fokus bisnis ke segmen kendaraan listrik.

“Jadi diharapkan pertumbuhan ERAA di luar bisnis elektronik juga bagus karena kalau kita lihat dari kontribusi segmen gaya hidup dan aksesoris sudah mencatatkan pertumbuhan yang cepat,” kata Nafan kepada Kontan, Senin (5/01/2026).

Nafan merekomendasikan accumulative buy saham ERAA di target harga Rp 492 per saham.

  ERAA Chart by TradingView  

Secara terpisah. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat secara teknikal, pergerakan ERAA masih cenderung sideways dan belum mampu menembus MA60. 

“Pergerakan ERAA hari ini disertai dengan tekanan jual. MACD masih berada di areanegatif dan Stochastic flat di area netral,” tambah Herditya kepada Kontan, Senin (5/1/2026).

Herditya menyarankan trading buy saham ERAA di target harga Rp 428 hingga Rp 434 per saham. Level support saham ini berada di posisi Rp 404 dan resistance Rp 422. 

Momentum Nataru Dorong Permintaan Produk Erajaya (ERAA), Ini Rekomendasi Sahamnya

Dari sisi kinerja keuangan, ERAA mencatatkan penjualan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025, meskipun laba bersih mengalami perlambatan tipis.

Penjualan bersih ERAA tumbuh 7,72% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 52,36 triliun hingga akhir September 2025, dibandingkan Rp 48,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor utama penjualan berasal dari segmen telepon seluler dan tablet yang mencapai Rp 40,87 triliun, meningkat dari Rp 39,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya juga naik menjadi Rp 2,14 triliun dari Rp 1,94 triliun.

Sementara itu, penjualan segmen produk operator tercatat menurun menjadi Rp 1,17 triliun dari sebelumnya Rp 1,24 triliun.

Adapun segmen aksesoris dan lainnya melonjak signifikan menjadi Rp 8,16 triliun, dibandingkan Rp 5,98 triliun pada periode Januari–September 2024.

Namun, kenaikan penjualan tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan laba. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) tercatat turun tipis 0,7% YoY menjadi Rp 785,57 miliar, dari Rp 791,16 miliar pada sembilan bulan pertama 2024.

Penjualan Erajaya (ERAA) Moncer per Kuartal III-2025, Ini Pendorongnya