Direksi dan komisaris BCA kembali serok saham, segini dana yang digelontorkan

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau kompak menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tempat mereka menjabat. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (26/3/2026), terpantau lima direksi dan satu dewan komisaris BBCA membeli saham di hari yang sama, yakni 25 Maret 2026. 

Keenamnya sama-sama membeli saham BBCA di harga Rp 6.982 per saham. Untuk diketahui, posisi tersebut mencerminkan koreksi harga 13% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Dari jajaran direksi, salah satu yang terpantau menyerok saham BBCA adalah Presiden Direktur BCA Hendra Lembong. Hendra memborong 1,13 juta unit saham BBCA dengan tujuan investasi jangka panjang. Untuk transaksi ini, Hendra menggelontorkan dana sebesar Rp 7,93 miliar. 

Saham Big Banks Kembali Ditutup Melemah Lagi Hari Ini (26/3/2026)

Setelah transaksi ini, total saham yang dimiliki Hendra bertambah menjadi 2,67 juta unit atau setara 0,002% hak suara. 

Kemudian, Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih membeli 626.000 unit saham BBCA juga dengan tujuan investasi jangka panjang. John merogoh kocek sebesar Rp 4,37 miliar untuk investasi ini, dan kepemilikannya bertambah menjadi 1,72 juta unit atau 0,001% hak suara. 

Selanjutnya ada Direktur BCA Santoso dengan total pembelian 495.000 unit saham, bertujuan investasi jangka panjang. Dana yang digelontorkan Santoso untuk menambah kepemilikan sahamnya menjadi 3,76 juta unit saham atau 0,003% hak suara ini mencapai Rp 3,46 miliar.

Ada pula Direktur BCA Vera Eve Lim yang menyerok 550.000 unit saham BBCA untuk investasi jangka panjang, sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 3,28 juta unit saham atau setara 0,003% hak suara. Untuk transaksi itu Vera membayar Rp 3,84 miliar. 

Terakhir, Direktur BCA Tan Ho Hien yang menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 619.000 unit menjadi 11,79 juta unit saham atau setara 0,01% hak suara untuk investasi jangka panjang. Tan mengeluarkan dana sebesar Rp 4,32 miliar. 

Adapun Dewan Komisaris BCA yang menyerok saham BBCA di saat yang sama adalah Tonny Kusnadi. Tonny membeli 318.000 unit sehingga total kepemilikan sahamnya menjadi 7,82 juta unit saham atau 0,006% hak suara. Untuk transaksi ini, ia mengeluarkan kocek Rp 2,22 miliar. 

Hari ini, Kamis (26/3/2026), harga saham BBCA kembali parkir di zona merah dengan koreksi harian 0,36% menjadi Rp 6.875. Kendati begitu, dalam sepekan posisi harga ini menunjukkan peningkatan 1,48%. 

Maybank Indonesia (BNII) Gelar RUPS 17 April, Bahas Dividen Hingga Ganti Pengurus