
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — BNI Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan untuk menguji level resistansi kuat pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026).
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,5% yang disertai dengan aksi beli bersih atau net buy investor asing mencapai Rp1,1 triliun.
Beberapa saham yang menjadi sasaran utama akumulasi asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), hingga PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) dan PT Timah Tbk. (TINS).
Fanny memproyeksikan bahwa IHSG hari ini akan mencoba untuk melakukan breakout dari level resistance di 8.450. Namun, dia tetap mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek.
“Tapi hati-hati jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas,” ujar Fanny dalam riset harian, Selasa (24/2/2026).
: Saham BMRI, UNTR, BRMS Cs Diborong Asing Saat IHSG Merangkak Naik
Secara teknikal, BNI Sekuritas mematok level support indeks komposit hari ini berada pada rentang 8.320 hingga 8.350. Sementara itu, level resistance IHSG diproyeksikan berada pada kisaran 8.450 sampai dengan 8.500.
Sementara itu, kondisi pasar domestik ini kontras dengan bursa global. Wall Street baru saja ditutup melemah dengan Dow Jones anjlok 1,66%, tertekan oleh kekhawatiran disrupsi AI setelah Anthropic merilis Claude Code yang memicu aksi jual pada saham teknologi seperti IBM dan Microsoft.
Selain itu, ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membebani pasar global. Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan menaikkan tarif bagi negara yang dinilai ‘bermain-main’, meski Mahkamah Agung AS sebelumnya membatalkan tarif resiprokal.
Di tengah dinamika global tersebut, Fanny merekomendasikan sejumlah saham untuk ide perdagangan hari ini, antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan target terdekat di rentang Rp1.080 hingga Rp1.130 per saham dan saham ANTM dengan target Rp4.420 hingga Rp4.500 per saham.
Saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga masuk radar pantauan dengan rekomendasi speculative buy.
Fanny menyarankan investor untuk tetap disiplin pada level cut loss guna memitigasi risiko jika pasar bergerak di luar ekspektasi, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional yang masih berkembang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.