Rupiah digempur, Bank Indonesia naikkan bunga SRBI 6,45% dan BI rate 50 basis poin

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menaikkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada berbagai tenor.

Perry menyampaikan, suku bunga SRBI per 13 Mei 2026 naik menjadi 6,21% untuk tenor enam bulan, 6,31 persen untuk tenor sembilan bulan, dan 6,45 persen untuk tenor 12 bulan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari respons moneter untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik sekaligus menopang stabilitas rupiah.

“Berbagai respons kebijakan telah mendorong masuknya asing dengan hadirnya net inflow per triwulan II/2026 sebesar 5,5 miliar dollar AS per 18 Mei 2026,” ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, aliran modal asing terutama masuk melalui instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN). Arus masuk modal tersebut dinilai membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, Perry mengatakan posisi cadangan devisa Indonesia tetap kuat. Per akhir April 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 146,2 miliar dollar AS atau setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Menurut dia, posisi tersebut berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor sehingga memberikan bantalan yang memadai bagi stabilitas eksternal Indonesia.

Di sisi lain, Perry menyebut defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap terkendali di kisaran 0,5% hingga 1,3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Karena itu, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia meyakini dengan kenaikan suku bunga SRBI dan prospek ekonomi Indonesia ke depan, maka nilai tukar rupiah akan kembali menguat. Catatan Bank Indonesia sendiri, rupiah sempat bertengger ke level Rp17.700 pada perdagangan kemarin. BI juga menetapkan suku bunga acuan BI Rate naik sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Perinciannya suku bunga deposit facility menjadi 4,25%, dan suku bunga lending facility menjadi 6%.