OJK sebut batas pengajuan paket calon direksi bursa pada 4 Mei 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa batas waktu pengajuan paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 jatuh pada 4 Mei 2026.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, mengatakan bahwa ketentuan pencalonan akan dikaitkan dengan proporsi aktivitas para perusahaan efek per akhir Maret 2026.

Per akhir Maret ini, OJK akan memberikan panduan angka statistik satu tahun terakhir yang akan menjadi acuan untuk kelayakan para perusahaan efek untuk mengajukan paket calon.

BEI Kembali Tunda Short Selling, Berlaku hingga 14 September 2026

“Belum ada (nama) yang secara resmi masuk ke OJK. Batas waktunya adalah 4 Mei 2026 untuk terakhir pengajuan paket calon,” ujarnya kepada wartawan usai pelantikan DK OJK, Rabu (25/3/2026).

Hasan menegaskan, perusahaan-perusahaan efek sebagai pemegang saham wajib melakukan penelaahan, penelitian, dan pemeriksaan kecakapan dan kelayakan atas kemampuan dari masing-masing calon direksi BEI, baik itu untuk direktur utama, direktur perdagangan, direktur pencatatan, dan lainnya.

“Jadi datang ke OJK itu kami berharap calon-calon yang sudah terseleksi dengan baik dari perusahaan efek,” katanya.

Rights Issue Marak di BEI, INET Dinilai Paling Menarik pada 2026

Meskipun belum ada pengajuan yang secara resmi masuk ke OJK, Hasan tidak mempermasalahkan nama paket calon direksi BEI yang telah ada. Alasannya, karena memang saat ini sudah masuk periode waktu penyusunan pengajuan paket calon direksi Bursa.

OJK pun mempersilahkan penyusunan calon paket direksi Bursa sesuai mekanisme pasar lantaran hal ini merupakan hak prerogatif dari para perusahaan efek yang merupakan pemegang saham dari BEI.

“Setelah masuk (nama calon) ke OJK, sesuai ketentuan kami akan membentuk panitia seleksi (pansel) yang diketahui oleh deputi komisioner di sektor Pasar Modal dan Keuangan Derivatif (PMDK) bersama anggotanya,” tuturnya.

Purbaya Sebut Kriteria Direksi BEI Baru Bisa Berantas Saham Gorengan