
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten peritel modern, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) mengusulkan pembagian dividen sebesar Rp250 per saham untuk tahun buku 2025.
Di sisi kinerja keuangan, LPPF meraup pendapatan bersih senilai Rp5,78 triliun pada 2025 atau terkoreksi 9,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 sebesar Rp6,39 triliun.
Sejalan dengan turunnya pendapatan bersih tersebut, laba bersih LPPF susut 12,4% secara tahunan menjadi Rp725,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2024 sebesar Rp827,7 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp324 per akhir 2025 atau turun dari Rp366 pada akhir 2024.
: Bisikan Terbaru soal Dividen BBRI yang Didukung Ruang Payout Lebih Tinggi
Meski mengalami penurunan laba bersih, LPPF tetap berkomitmen untuk membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
Melansir dokumen paparan publik Matahari Department Store yang dipublikasikan di IDX, manajemen LPPF menyampaikan usulan dividen yang nilainya seimbang dengan kebutuhan belanja modal yang diproyeksikan.
: : Target Laba Naik 30%, KAQI Rancang Dividen
“Usulan dividen sebesar Rp250 per saham untuk didistribusikan pada 2026,” tulisnya, dikutip Rabu (4/3/2026).
Dengan total saham sebanyak 2.258.279.280 lembar, maka nilai dividen LPPF yang akan dibagikan pada 2026 berpotensi mencapai Rp564,56 miliar. Jumlah estimasi itu setara dengan 77,82% dari laba bersih LPPF tahun buku 2025.
: : Bersiap Tebar Dividen, BRI Umumkan Jadwal RUPS Tahunan 10 April 2026
Usulan itu lebih rendah dari tahun buku 2024 sebesar Rp300 per saham yang dibagikan pada 2025.
Dalam neraca arus kas LPPF, tercatat pos pembayaran dividen sebesar Rp451,85 miliar pada 2024 dan Rp668,18 miliar pada 2025.
Di sisi rencana bisnis, manajemen LPPF menjabarkan empat strategi utama yang akan digulirkan pada 2026. Pertama, mempercepat penetrasi merek eksklusif dan pengembangan koleksi terkurasi.
Kedua, optimalisasi jaringan gerai dengan memperluas kehadiran SUKO, ZES, dan MU+KU di lokasi strategis.
Ketiga, peningkatan keekonomian dengan mendorong produktivitas ruang dan peningkatan Gross Margin Return on Space (GMROS). Keempat, strategi omnichannel dilakukan dengan memperkuat eksekusi omnichannel melalui disiplin koleksi dan integrasi pemasaran offline–online yang lebih ketat.