
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) disebut menawarkan peluang investasi menarik selama Ramadan 2026 berkat valuasi emiten yang kompetitif.
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Di tengah momentum Ramadan 2026, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dinilai menawarkan peluang investasi yang menarik berkat valuasi sejumlah emiten penggeraknya yang masih kompetitif.
: Berkah Ramadan 2026, Intip Prospek Saham Syariah ICBP, ANTM hingga TLKM
Adapun ruang apresiasi harga diyakini masih terbuka lebar, terutama bagi saham-saham yang didukung oleh fundamental stabil dan tren komoditas global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/2/2026), ISSI terpantau melemah 3,99% secara year to date (YtD) ke level 296,28.
: : Peluang Cuan Saham Syariah di Momentum Ramadan 2026, AADIâINCO Jadi Sorotan
Kendati menurun, performa ISSI terlihat masih lebih baik jika dibandingkan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi lebih dalam sebesar 4,31% YtD ke 8.274,08 pada periode yang sama.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menjelaskan bahwa valuasi saham-saham penopang ISSI saat ini berada pada level yang relatif menarik jika disandingkan dengan proyeksi kinerja ke depan.
: : Ada 600-an Saham Syariah di BEI, Kapitalisasi Pasar Berkontribusi 56,8%
Kendati terjadi kenaikan harga pada sejumlah instrumen, potensi pertumbuhan jangka menengah tetap menjadi daya tarik utama bagi investor.
“Valuasi saham-saham penggerak ISSI masih relatif menarik jika dibandingkan prospek pertumbuhan laba dan tren komoditas global, meskipun sebagian sudah mengalami kenaikan harga,” ujar Abida kepada Bisnis, Kamis (19/2/2026).
Akan tetapi, Abida menuturkan bahwa investor perlu tetap selektif dalam melakukan penilaian dengan mencermati rasio-rasio penting seperti price to earnings ratio (PER) serta price to book value (PBV).
“Dengan dukungan sentimen domestik dan global yang cukup stabil, ruang apresiasi masih terbuka selama fundamental perusahaan terjaga,” ucapnya.
Meski secara historis belum ada data yang menunjukkan lonjakan arus dana khusus saat Ramadan, Abida mencatat adanya tren jangka panjang yang positif.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah emiten dan kapitalisasi pasar dalam ISSI mencerminkan basis investor syariah kian aktif dan luas di pasar modal.
Sementara itu, dalam struktur indeks syariah tersebut, saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor komoditas dan energi diperkirakan masih menjadi penopang utama karena bobotnya yang dominan.
Nama-nama seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), hingga PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sering kali menjadi penggerak signifikan bagi indeks berbasis syariah tersebut.
“Meski demikian, pada periode Ramadan sektor konsumsi juga berpotensi terdorong oleh peningkatan belanja masyarakat, sehingga keduanya dapat berperan tergantung momentum dan kondisi pasar,” ucap Abida.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati sejumlah saham syariah dengan posisi pasar yang kuat. Di sektor energi dan alat berat, saham-saham seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dinilai menarik.
Sementara itu, untuk segmen blue chip dan konsumsi, pilihan jatuh pada PT Astra International Tbk. (ASII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).
Adapun, untuk saham sektor keuangan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dinilai tetap menjadi pemain utama yang layak diperhatikan seiring dengan pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.