Dian Swastatika Sentosa (DSSA) bakal gelar RUPST bulan depan, ini agenda pentingnya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang akan digelar pada 9 Juni 2026 di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta Pusat.

Salah satu agenda utama yang akan dibahas saat RUPST adalah persetujuan penggunaan laba bersih DSSA untuk tahun buku 2025. Sehubungan dengan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 230,54 juta yang diperoleh pada 2025, DSSA mengusulkan penggunaan laba bersih sebesar US$ 100.000 untuk dialokasikan sebagai cadangan wajib perusahaan sebagaimana diatur dalam Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT)

“Sisa laba bersih sebesar US$ 230,44 juta dialokasikan sebagai laba ditahan perusahaan,” tulis Manajemen DSSA dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5).

Reksadana Dolar AS Masih Relevan untuk Diversifikasi, Ini Strateginya

Selain itu, melalui RUSPT, DSSA akan meminta persetujuan dari pemegang saham untuk memberhentikan dengan hormat Timotius Max Sulaiman dari posisi Direktur serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan.

Pada saat yang sama, DSSA meminta restu untuk mengangkat Marlo Budiman sebagai Wakil Presiden Direktur dengan masa jabatan sesuai dengan masa jabatan anggota direksi lainnya.

Tak hanya itu, DSSA juga akan meminta persetujuan melalui RUPST terkait rencana penjaminan kekayaan perusahaan dengan nilai lebih dari 50% dari jumlah kekayaan bersih perusahaan, baik dalam satu transaksi atau lebih atau baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak.

“Penjaminan ini dilakukan untuk meningkatkan akses perusahaan dan entitas anak kepada sumber pendanaan dari perbankan dan/atau lembaga keuangan lainnya untuk membiayai pengembangan kegiatan usaha perusahaan dan/atau entitas anak,” pungkas Manajemen DSSA.

Pada penutupan perdagangan Senin (11/5), harga saham DSSA longsor 13,36% ke level Rp 1.135 per saham.

Reksadana Dolar AS Makin Dilirik, Dana Kelolaan Melonjak 899%