
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan di perbankan per Januari 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam laporan Perkembangan Uang Beredar yang dirilis BI, rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Januari 2026 sebesar 8,79%. Angka itu sedikit menurun dibandingkan suku bunga kredit bulan sebelumnya yang sebesar 8,80%.
“Pada Januari 2026, suku bunga kredit dan simpanan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” tulis BI dalam laporannya, Senin (23/2/2026).
: BI: Pemanfaatan KLM Baru 4,83%, Masih Ada Ruang Tekan Bunga Kredit
Suku bunga simpanan berjangka juga mengalami penurunan utamanya pada tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan. Pada Januari 2026, simpanan berjangka untuk tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan masing-masing tercatat sebesar 4,20%, 4,66%, 4,62%, dan 4,52%. Pada bulan sebelumnya, simpanan berjangka untuk tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan masing-masing berada pada posisi 4,31%, 4,69%, 4,73%, dan 4,63%.
Sebagaimana diketahui, suku bunga BI-Rate pada Januari 2026 tetap dipertahankan pada level terendah sejak 2022 yaitu sebesar 4,75%, setelah turun 150 bps sejak September 2024, masing-masing 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025. BI juga kembali menahan suku bunga BI-Rate dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 18—19 Februari 2026.
: : Promo Kredit Kendaraan BCA, BSI, dan Danamon, Bunga Mulai 1,70%
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa penurunan BI-Rate sejauh ini sebesar 125 bps selama tahun 2025 dan ekspansi likuiditas moneter BI telah berdampak terhadap penurunan berbagai jenis suku bunga, termasuk suku bunga perbankan.
“Transmisi penurunan suku bunga kebijakan terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut, tetapi lebih terbatas,” ungkap Perry, dikutip dari laman resmi BI, Senin (23/2/2026).
: : Suku Bunga Deposito BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Februari 2026
BI mengungkapkan, suku bunga deposito 1 bulan baru turun sebesar 68 bps dari 4,81% pada Januari 2025 menjadi 4,13% pada Januari 2026 sehingga upaya untuk mengurangi pemberian special rate kepada deposan besar yang saat ini masih mencapai 26,42% dari total DPK, perlu terus dilanjutkan.
Perry menambahkan, penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu makin ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 bps, dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026.
“Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Perry.