Harga Turun 13% Lebih, Saham Ini Siap Bayar Dividen Rp 3.000/Lot

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga saham PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) telah turun banyak pada sepanjang tahun berjalan 2026 ini. Namun investor saham PANR akan mendapat durian runtuh berubah dividen tunai.

Harga saham PANR pada perdagangan Senin 11 Mei 2026 ditutup Rp 565 naik 5 poin atau 0,89% secara harian. Namun harga saham emiten pariwisata ini telah turun 90 poin atau 13,74% sejak awal tahun 2026.

Manajemen PANR mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 41,6 miliar atau setara Rp 30 per lembar saham. Dengan demikian, investor bisa mendapatkan dividen Rp 3.000 per lot saham PANR.

Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (8/5/2026).

Sepanjang 2025, PANR tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 89,33 miliar. 

Hari Ini Pengumuman Rebalancing MSCI, OJK Sebut Dua Saham Berpotensi Ditendang

Dari sisi top line, pendapatan PANR berhasil meningkat 23,06% mencapai Rp 3,8 triliun, dibandingkan tahun 2024 senilai Rp 3,09 triliun. 

Presiden Direktur Panorama Sentrawisata Budi Tirtawisata mengatakan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebanyak 46,6% dari laba bersih tahun 2025 atau sebanyak Rp 41,6 miliar. 

 “Di mana setiap lembar saham akan mendapat dividen sebesar  Rp 30 per lembar saham,” ungkap Budi, Jumat (8/5/2026) lalu. 

Dia melanjutkan, memasuki tahun 2026, perusahaan berhasil mencetak kinerja positif meskipun dihadapkan pada dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,0 triliun, tumbuh 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih meningkat 6,6% YoY, sementara EBITDA tumbuh 7% YoY. 

Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, namun PANR tidak berada dalam posisi defensif. Kami justru mengambil langkah proaktif untuk mengakselerasi kinerja dengan fokus pada segmen yang lebih resilient dan bernilai tinggi,” paparnya. 

Tonton: 8.500 Langkah per Hari, Cara Simpel Menjaga Berat Badan

Kinerja positif perusahaan terutama didorong oleh pilar Inbound, yang mencatatkan pertumbuhan jumlah wisatawan (pax) sebesar 22,9% YoY.

Pertumbuhan ini ditopang oleh program chartered flight yang dilakukan untuk pasar Eropa dengan destinasi ke Thailand, serta ekspansi regional ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia. 

PANR juga memperkuat pipeline bisnis melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang B2B internasional, seperti ITB Berlin dan ASEAN Tourism Forum (ATF), yang berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas permintaan ke depan.

Di sisi lain, pilar Travel & Leisure pada kuartal I-2026 menunjukkan ketahanan yang kuat pada segmen Korporasi melalui  layanan meeting, incentive, dan corporate travel. 

Untuk segmen retail melalui penjualan paket wisata tercatat ada tekanan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari lalu. Tekanan ini sedikit memberi dampak pada paket wisata yang menggunakan maskapai asal Timur Tengah seperti dari negara  UAE dan Qatar, selebihnya berjalan normal, selain itu juga terdapat tekanan akibat peningkatan fuel surcharge.

Manajemen memandang tekanan eksternal saat ini bersifat sementara dan akan mereda seiring normalisasi harga energi serta stabilisasi kondisi global

Didukung oleh katalis positif seperti insentif pembebasan PPN tiket pesawat domestik dan relaksasi kebijakan visa Korea Selatan, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan industri pariwisata.