
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Konglomerasi keuangan Bank DBS Indonesia memperkuat dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur nasional melalui keterlibatan dalam penerbitan Obligasi Ritel Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau ORIS senilai Rp 150 miliar.
Dalam transaksi tersebut, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DBSVI) bertindak sebagai salah satu Penjamin Emisi Efek Utama sekaligus mengoordinasikan keseluruhan proses penerbitan obligasi. Sementara itu, PT Bank DBS Indonesia berperan sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek (MPPE).
Penerbitan ORIS merupakan bagian dari Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2026. Instrumen ini sekaligus menjadi penawaran obligasi korporasi ritel pertama yang diterbitkan PT SMI kepada investor individu di Indonesia.
Reksadana Pasar Uang Masih Bertahan Positif, Saham dan Campuran Kian Tertekan
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen DBS dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui solusi pembiayaan yang inovatif.
“Kami bangga menjadi mitra tepercaya dalam mendukung inisiatif pembiayaan PT SMI. Kolaborasi ini memungkinkan kami menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Lim dalam keterangan resminya, Selasa (2/6).
Penerbitan obligasi ini mendapat sambutan positif dari investor. Tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental PT SMI yang kuat serta prospek sektor infrastruktur nasional yang dinilai tetap menjanjikan.
Obligasi tersebut memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo, yang menunjukkan kualitas kredit tertinggi di pasar domestik. Dengan peringkat tersebut, investor ritel memperoleh alternatif investasi pendapatan tetap berstatus investment grade sekaligus berkontribusi pada pembangunan infrastruktur Indonesia.
Ad-interim President Director PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Andreas Oen mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT SMI dalam berbagai penerbitan obligasi selama beberapa tahun terakhir.
“Minat investor yang tinggi terhadap obligasi ini menegaskan kualitas kredit PT SMI sekaligus menunjukkan prospek yang menjanjikan bagi sektor infrastruktur Indonesia,” ujar Andreas.
Tak hanya di pasar domestik, DBS Group juga mendukung ekspansi pendanaan PT SMI di pasar internasional. DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Sole Global Coordinator dalam penerbitan obligasi global PT SMI senilai US$300 juta. Obligasi tersebut memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s dan BBB dari Fitch serta mencatat permintaan investor yang kuat.
Keberhasilan transaksi tersebut menunjukkan kemampuan DBS Group dalam mengelola penerbitan obligasi baik dalam denominasi rupiah maupun dolar AS.
Kolaborasi terbaru ini melanjutkan hubungan strategis yang telah terjalin antara DBS dan PT SMI melalui berbagai transaksi pembiayaan, baik berupa pinjaman bilateral, sindikasi, maupun pasar modal utang. Salah satu transaksi terbaru adalah fasilitas pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan senilai US$600 juta yang ditutup pada Desember 2025.
Melalui berbagai kolaborasi tersebut, DBS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi proyek-proyek strategis di Indonesia.
Rupiah Belum Mampu Menguat di Tengah Susutnya Surplus Neraca Dagang