
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Pergerakan aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih menunjukkan volatilitas tinggi di awal tahun 2026.
Setelah sempat mencatat penguatan pada awal tahun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga kedua aset digital tersebut terkoreksi.
Melansir Coinmarketcap paa Jumat (9/1/2025) pukul 17.25 WIB, harga BTC sebesar US$ 90.424,68 atau melemah sebesar 2,66% dalam sebulan terakhir. Sementara harga ETH sebesar US$ 3.093,15 atau melemah 7,37% sebulan terakhir.
Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000, Begini Pendapat OJK
Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir, menilai tren pelemahan harga BTC dan ETH berpotensi berlanjut apabila pasar tidak memperoleh katalis kuat yang mampu mendorong pemulihan harga secara berkelanjutan.
“Hingga saat ini, belum terlihat faktor pendorong signifikan yang dapat mengubah arah pergerakan pasar kripto dalam waktu dekat,” ungkap Christopher kepada Kontan, Jumat (9/1/2026).
Dari sisi sentimen, kontribusi pembelian oleh perusahaan treasury aset digital dinilai Chris sudah tidak lagi memberikan dampak besar terhadap pergerakan harga.
Dengan kondisi tersebut, sentimen utama yang masih menjadi penggerak pasar kripto saat ini berasal dari kebijakan moneter global, khususnya keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
Adapun dalam jangka pendek, arah pergerakan BTC dan ETH diperkirakan akan sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar yang dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam menilai kondisi ekonomi dan menentukan arah investasi ke aset berisiko, termasuk kripto.
Sementara itu, Christopher memproyeksikan harga BTC ditargetkan berpeluang kembali menguji level US$ 80.000 dalam waktu dekat.
Sedangkan ETH diperkirakan masih akan bergerak di kisaran US$ 3.000. Penguatan berpotensi terjadi dengan catatan didukung oleh perbaikan sentimen makroekonomi dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif sepanjang 2026.
Harga Komoditas Logam Industri Kompak Turun Kecuali Aluminium, Simak Prospeknya