
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Green Power Group Tbk (LABA) diproyeksikan masih prospektif.
Asal tahu saja, PGEO dan LABA hari ini (20/1) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Salah satu agendanya adalah perubahan pengurus.
Hari ini, saham PGEO ditutup turun 1,18% dari penutupan perdagangan kemarin ke level Rp 1.260 per saham. Namun, sejak awal tahun saham PGEO sudah naik 12% year to date (YTD).
Sementara, LABA hari ini sahamnya naik 1,16% ke level Rp 174 per saham. Sejak awal tahun, saham LABA naik 9,43% YTD.
Saham-Saham Batubara Melesat Awal 2026, Bagaimana Prospeknya?
Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto menilai, koreksi yang terjadi pada saham PGEO lebih terlihat seperti profit taking dan koreksi sehat dibandingkan antisipasi RUPSLB.
“Sama juga seperti LABA. Keduanya dalam tren naik dan belum mengindikasikan akan berakhir (tren kenaikan sahamnya),” ujarnya kepada Kontan, Selasa (20/1).
Meskipun begitu, William melihat, PGEO lebih menarik untuk dilirik, karena baru memulai penguatan sahamnya setelah terkoreksi di tahun 2025 lalu.
Senada, Technical Analyst RHB Sekuritas Indonesia, Ilham Fitriadi Budiarto melihat bahwa saham PGEO dan LABA masih menarik jika dilihat dari pergerakan teknikal. Ilham pun merekomendasikan beli untuk PGEO dan LABA.
Untuk PGEO, entry area bisa di level Rp 1.260 per saham dengan target harga di Rp 1.365 dan Rp 1.435 per saham, serta bisa stop loss di Rp 1.220 per saham.
Untuk LABA, entry area ada di level Rp 169 per saham dengan target harga di Rp 188 dan Rp 208 per saham. Investor bisa stop loss untuk LABA di area Rp 157 per saham.
William juga merekomendasikan beli untuk PGEO dan LABA, dengan target harga masing-masing Rp 1.330 – Rp 1.400 per saham dan Rp 200 – Rp 244 per saham.
BEI Buka Kembali Perdagangan Saham OASA dan EURO Besok (21/1), Simak Prospeknya