
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/3/2026) pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral, baik domestik maupun mancanegara. IHSG dibuka menguat 52,32 poin atau 0,75 persen ke posisi 7.074,61. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,99 poin atau 0,98 persen ke posisi 720,72.
“Menjelang libur panjang, diperkirakan investor cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900-7.150,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan keputusan bank sentral di berbagai negara pada pekan ini, termasuk bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, yang dijadwalkan rilis pada Rabu (18/03).
Kebijakan kali ini akan menjadi kesempatan pertama bagi para bank sentral untuk bereaksi terhadap eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran, yang telah memasuki pekan ketiga.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah global masih menjadi perhatian pelaku pasar, seiring ditutupnya Selat Hormuz yang menghambat aliran energi dan mengancam perekonomian dunia.
Meskipun AS telah berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk melalui pelonggaran beberapa sanksi terhadap minyak Rusia, namun, harga minyak mentah terus meningkat.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta beberapa negara untuk membantu AS membuka kembali Selat Hormuz, namun sebagian negara menunjukkan keengganan untuk memberikan bantuan.
Di sisi lain, Trump mengatakan rencana perjalanannya ke China pada akhir Maret 2026 dapat ditunda, karena AS berupaya menekan China untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.
Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi, potensi melebarnya defisit APBN, depresiasi Rupiah, serta potensi perlambatan ekonomi domestik, menjadi faktor negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG.
Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal, dengan menyatakan prinsip utama dalam pemerintahannya yaitu memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai dengan kemampuan.
Presiden menekankan bahwa opsi melonggarkan defisit APBN adalah pilihan terakhir. Presiden menyatakan hanya akan mempertimbangkan untuk melebarkan batas defisit APBN maksimal 3 persen dari PDB jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari ini, yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen.
Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan meningkat 10,1 persen (yoy) pada Februari 2026, dari sebelumnya 9,96 persen pada Januari 2026.
Pada perdagangan Senin (16/03), bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,44 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,55 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,50 persen, serta indeks CAC menguat 0,31 persen.
Bursa saham AS di Wall Street juga kompak menguat pada Senin (16/03), diantaranya indeks Nasdaq Composite menguat 1,13 persen ke 24,655.34, indeks S&P 500 naik 1,01 persen ke 6.699,38, dan indeks Dow Jones menguat 0,83 persen ke 46.946.41.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 285,50 poin atau 0,53 persen ke 54.036,60, indeks Hang Seng menguat 336,26 poin atau 1,30 persen ke posisi 26.170,29, indeks Shanghai menguat 11,93 poin atau 0,29 persen ke 4.096,72, dan indeks Strait Times menguat 56,37 poin atau 1,16 persen ke 4.925,06.