Arah IHSG usai tergelincir imbas jebloknya saham konglomerat BREN, BUMI, hingga PANI

Ussindonesia.co.id , JAKARTA —Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (12/1/2026) usai jebloknya saham konglomerat berkapitalisasi pasar secara mendadak pada sesi II. Indeks komposit berpeluang rebound pada hari ini, Selasa (13/1/2026). 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72 pada perdagangan kemarin. Sepanjang perdagangan indeks sempat melaju di level 9.000,97–8.715,41.

IHSG sempat mengalami koreksi 2,36% ke level 8.725,17 pada Senin (12/1/2026) pada pukul 14.33 WIB. Koreksi IHSG tak terlepas dari jebloknya saham emiten-emiten konglomerat. 

Merujuk data BEI, saham pemberat IHSG atau top laggards pada perdagangan awal pekan ini didominasi oleh saham afiliasi Prajogo Pangestu. Saham BREN jeblok 5,01%, BRPT anjlok 7,1%, PTRO merosot 6,43%, TPIA melemah 3,35%, dan CUAN turun 4,73%. 

Selain itu, saham emiten afiliasi Grup Bakrie dan Salim, yaitu BUMI merosot 5,63% dan AMMN melemah 2,76%. Begitu pula dengan saham emiten bank milik Grup Djarum BBCA yang melemah 1,23% pada perdagangan kemarin. 

Dua saham lainnya yang mengisi jajaran top laggards IHSG pada perdagangan kemarin ialah saham COIN yang jeblok 9,91% dan PANI yang melemah 5,92%. 

: Catat! Ini Jadwal Penerbitan Obligasi SBN Ritel 2026

Saham BREN, BRPT, CUAN, dan TPIA juga masuk jajaran saham penekan IHSG sepanjang tahun berjalan 2026. Secara berturut-turut, empat saham emiten afiliasi Prajogo Pangestu itu melemah 7,22%, jeblok 11,93%, amblas 18,16%, dan terdepresiasi 7,14% year-to-date (YtD). 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai koreksi yang dialami indeks merupakan kombinasi dari beberapa sentimen, seperti tensi geopolitik AS–Iran yang kian memanas, aksi profit taking investor di saham-saham komoditas, dan data CPI yang diprediksi akan mengalami stagnasi.

“Hemat saya, pelaku pasar merespons wajar terhadap meningkatnya ketegangan AS-Iran. Di sisi lain, para pelaku pasar juga mencermati US CPI yang masih diproyeksikan akan terus mengalami cooling down,” kata Nafan saat dihubungi Bisnis, Senin (12/1/2026). 

Nafan menilai, koreksi yang terjadi secara tiba-tiba terhadap pasar saham Tanah Air adalah sesuatu yang wajar. Terlebih di tengah sentimen yang kuat.

“Selama sentimen negatif kuat, maka koreksi wajar berlaku. Dan hal tersebut wajar terjadi di tengah perdagangan Bursa,” tegasnya.

: Naik Lagi Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 13 Januari 2026

Senada, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai koreksi yang terjadi pada IHSG lebih disebabkan oleh kinerja emiten-emiten energi yang sempat terkoreksi sekitar 2% pada perdagangan intraday hari ini.

Dia menilai, terdapat aksi ambil untung atau profit taking oleh investor di saham-saham tersebut setelah beberapa mencatatkan penguatan yang signifikan.

“Kami mencermati koreksi dari IHSG dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2%, di mana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung,” katanya saat dihubungi, Senin (12/1/2026).

IDX COMPOSITE INDEX – TradingView

Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan realisasi IHSG kemarin masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat, koreksinya pun tertahan oleh MA20 dan telah mencapai area koreksi.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.032-9.100,” seperti dikutip dalam riset harian MNC Sekuritas, Selasa (13/1/2026).

IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 8.839, 8.764 dan resistance 8.908, 8.996.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi agar investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk saham PT Astra International Tbk. (ASII), PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

Dalam riset terpisah, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan penurunan IHSG kemarin disertai dengan net buy asing sekitar Rp205 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, ANTM, TLKM, ADRO dan IMPC.

“IHSG berpotensi rebound jika kuat bertahan di support 8.870. Tapi hati-hati jika break di bawah 8.870, IHSG potensi koreksi kembali ke 8.700-8.720,” paparnya. 

Pada hari ini, IHSG diproyeksi bergerak pada rentang support 8.720-8.780 dan resistance 8.930-9.000. BNI Sekuritas merekomendasikan saham EMAS, PGAS, BKSL, MSIN, ADRO, dan CUAN sebagai trading idea pada hari ini. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.