IHSG juara 3 di ASEAN pada 2025, tahun ini bisa to the moon ke 10.000?

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan pada 2025 dan menempati posisi ketiga paling kinclong di pasar modal Asia Tenggara. Bagaimana kemudian nasibnya pada 2026?

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG telah menguat 22,13% sepanjang 2025. Kinerja IHSG itu terkuat ketiga dibandingkan indeks Bursa saham negara di Asia Tenggara lainnya.

Sementara, kinerja Bursa saham paling kinclong ada di Vietnam. VN-Index telah melesat 38,53% pada 2025. Kemudian, posisi kedua di Bursa Singapura. Straits Times Index STI telah naik 22,91% mengalahkan IHSG.

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 7 Januari 2026

Malaysia dengan FTSE Bursa Malaysia KLCI Index berada di bawah IHSG. FTSE Bursa Malaysia KLCI Index naik 2,57%.

Adapun, kinerja indeks di Bursa Filipina dan Thailand jeblok. PSEi Index di Filipina turun 7,29% dan SET Index di Thailand turun 10,04%.

Di Asia Pasifik Indonesia berada di posisi ketujuh. Indeks saham berkinerja paling kinclong adalah KOSPI Index dari Korea Selatan yang melonjak 75,63% pada 2025. 

Indeks saham kinclong lainnya di Asia Pasifik pada 2025 adalah Hang Seng Index dari Hong Kong yang naik 28,89% dan Nikkei 225 dari Jepang yang naik 26,18%

Adapun, pada 2026 IHSG pun masih berada dalam tren penguatan. IHSG telah menguat 0,84% ke level 8.993,6 dan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) pada perdagangan kemarin, Selasa (6/1/2026).

: : IHSG Bidik Level 10.000, Saham LQ45 Diproyeksi Rebound 2026

IHSG pun telah menguat 3,32% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau dalam tiga hari perdagangan 2026.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menilai penguatan IHSG tersebut dipengaruhi oleh dinamika January Effect, di mana saham-saham lapis dua dan tiga juga turut mendomplang laju indeks komposit. 

“Apalagi saham-saham ini juga saham basic materials yang mendapat sentimen positif dari peningkatan harga komoditas, imbas dari eskalasi dinamika geopolitik yang terjadi khususnya di Amerika Latin, yaitu penangkapan Presiden Venezuela. Ini bisa jadi katalis positif penguatan pasar Indonesia,” kata Nafan kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, pada keseluruhan 2026, IHSG pun masih diproyeksikan berkinerja kinclong. JP Morgan memperkirakan IHSG dapat menembus hingga 10.000 pada 2026.

Dalam riset terbarunya, JP Morgan memperkirakan prospek yang lebih cerah bagi pasar modal Indonesia usai masa transisi politik 2025. JP Morgan memperkirakan belanja fiskal akan lebih tinggi, baik dari anggaran fiskal maupun Danantara yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konsumsi domestik, didukung oleh perbaikan kondisi makro global serta meredanya ketegangan geopolitik. 

“Kami menetapkan target IHSG skenario dasar [base case] untuk akhir tahun 2026 di 9.100, dengan target Bull & Bear masing-masing di 10.000 dan 7.800,” tulis Tim Riset JP Morgan.

JP Morgan juga memperkirakan tren pelonggaran moneter akan berlanjut, dengan tambahan penurunan suku bunga Bank Indonesia sebesar 50 basis poin pada 2026 seiring membaiknya likuiditas sistem, defisit transaksi berjalan (CA) diperkirakan tetap berada pada level yang dapat dikelola, yakni di bawah 1% dari PDB. 

Sementara itu, menurut JP Morgan, risiko utama berada pada volatilitas rupiah, yang dapat melemahkan kepercayaan pelaku usaha atau konsumen. dan memicu arus keluar jika depresiasi berlanjut. 

“Sektor-sektor yang menjadi overweight utama kami menuju tahun depan adalah Industrials, Materials, Consumer Staples, Consumer Discretionary, dan Property,” ujar JP Morgan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.