IHSG bergejolak, analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi

Ussindonesia.co.id , JAKARA — Pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan sepanjang kuartal pertama 2026, ditandai dengan pelemahan indeks dan arus keluar dana asing yang cukup besar.

“Kondisi pasar saham dalam kuartal pertama 2026 cukup volatil. IHSG per penutupan Selasa (17/3/2026) secara year to date (YtD) terpangkas 17,81% dengan net sell asing mencapai Rp8,51 triliun.”

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi investor untuk menerapkan strategi berburu saham dengan valuasi murah atau diskon.

: Paket E-Commerce Tak Kunjung Tiba Jelang Lebaran, idEA Ungkap Penyebabnya

Menurut dia, saham dengan imbal hasil dividen tinggi menjadi salah satu pilihan menarik di tengah volatilitas pasar.

“Fokus pada dividen. Di tengah pasar yang stabil, saham dengan dividen yang tinggi 4% sampai 7% akan menjadi primadona,” kata Nafan dalam risetnya, Selasa (17/3/2026).

: : Kata Apindo Soal Rencana WFH untuk Hemat BBM

Selain itu, ia menyarankan investor menerapkan strategi value investing dengan membidik saham-saham yang secara fundamental kuat namun masih undervalued.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. – TradingView

Di sisi lain, diversifikasi portofolio dinilai penting untuk memitigasi risiko. Investor disarankan tidak menempatkan seluruh dana pada satu sektor saja, melainkan mengombinasikan saham defensif dan saham bertumbuh.

: : MNC Sekuritas Nilai Strategi Jual Bijih Nikel Penyelamat Kinerja INCO

“Sebaiknya mengkombinasikan saham defensif dari sektor perbankan atau konsumer non siklikal dengan saham growth seperti sektor pertambangan misalnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nafan juga mengingatkan investor untuk mencermati pergerakan IHSG secara teknikal. Dalam skenario positif, IHSG berpotensi menguji level 8.394, sedangkan dalam skenario negatif dapat turun hingga 6.746.

“Karena IHSG masih volatil, maka lakukan pembelian secara bertahap (averaging). Kita tidak pernah tahu di mana bottom sebenarnya sampai dia sudah lewat,” kata dia.

Untuk rekomendasi saham, Nafan melihat sejumlah emiten dalam indeks IDX80 memiliki daya tarik, terutama dari sisi dividend yield yang kompetitif. Namun, ia menekankan pentingnya disiplin strategi dan manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang belum stabil. 

Saham dengan Estimasi Yield Tinggi

1. ITMG estimasi yield 13%-15%

2. PTBA estimas yield 10,5%-12%

3. BJTM estimasi yield 7,8%-12%

4. BJBR estimasi yield 7,5%-8,5%

5. ADRO estimasi yield 7%-9%

6. ASII estimasi yield 5,5%-6,4%

7. UNTR estimasi yield 5%-6,2%

8. BBRI estimasi yield 4,6%-5,2%

9. TLKM estimasi yield 4%-4,8%

10. BMRI estimasi yield 3,8%-4,5%

______________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.