Jakarta, IDN Times – Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terus melanjutkan reli penguatan sejak awal 2026 dan berhasil tembus level tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham RMKE telah naik 32 persen secara year to date (YTD) dari kisaran Rp5.950 per saham pada Januari 2026 menjadi Rp7.875 per saham.
Harga Saham RMKE Diprediksi Tembus Rp10 Ribu, Kenapa Bisa? 1. Pergerakan agresif broker
Kenaikan tersebut juga ditopang oleh aksi akumulasi sejumlah broker di pasar reguler. Henan Putihrai Sekuritas (HP) tercatat menjadi broker paling agresif dengan nilai pembelian bersih (net buy) sekitar Rp59,8 miliar.
Selain itu, sejumlah broker lainnya secara kolektif membukukan net buy dengan total sekitar Rp104 miliar, yang turut memperkuat momentum kenaikan saham RMKE sejak awal tahun.
Henan Putihrai Sekuritas tercatat konsisten melakukan akumulasi RMKE. Selama periode 1–15 Januari 2026, broker berkode HP tersebut mengoleksi sekitar 91.716 lot saham RMKE dengan harga rata-rata Rp6.506 per saham.
Prediksi Wall Street soal Saham 2026, AI Jadi Penentu Arah Pasar 2. Broker yang kerap dikaitkan dengan konglo
Secara YTD, Henan Putihrai Sekuritas tercatat paling agresif melakukan akumulasi bersih pada sejumlah emiten yang kerap dikaitkan dengan konglomerat Prajogo Pangestu serta Happy Hapsoro.
Hal tersebut di antaranya PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan net buy Rp236 miliar, PT RMK Energy Tbk (RMKE) net buy sebesar Rp59 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) net buy sebesar Rp47 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan net buy sebesar Rp25 miliar.
DJP Kini Bisa Sita dan Jual Saham Penunggak Pajak, Begini Aturannya! 3. Minat investor institusi pada sektor energi, tambang, dan infrastruktur
Aktivitas akumulasi Henan Putihrai dinilai mencerminkan minat investor institusi pada emiten-emiten di sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur yang berada dalam ekosistem bisnis kedua konglo tersebut
Apabila tren akumulasi ini berlanjut, maka Henan Putihrai berpeluang terus menambah porsi kepemilikannya di saham-saham strategis tersebut.
Hal ini dapat mencerminkan keyakinan investor institusi terhadap prospek jangka menengah hingga panjang saham RMKE dan saham lain di sektor energi sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan volume logistik batu bara dan optimisme atas target produksi 2026.