Deretan saham diskon di tengah pelemahan IHSG, ada AKRA sampai BMRI

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) secara year to date (YtD) turun 15,14% per penutupan Senin (9/3/2026) ke level 7.337,37. Level indeks komposit yang terpangkas sejak awal tahun membuka peluang saham-saham berkualitas menjadi under value, alias terdiskon.

Berdasarkan data yang dihimpun Stockbit Sekuritas melalui sortir saham-saham paling murah dengan price to earnings ratio (PE) di bawah rata-rata PE 5 tahun terakhir, sejumlah daftar saham diskon ini berisi antara lain PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dengan PR 9,39 kali. UNVR ditutup turun 4,81% ke Rp1.880 pada perdagangan Senin (9/3), mencerminkan koreksi 27,69% secara YtD. Di sisi fundamental, UNVR meraup pertumbuhan laba bersih 126,8% YoY menjadi Rp7,64 triliun sepanjang 2025. Pendapatan perseroan juga tumbuh 4,3% YoY menjadi Rp31,94 triliun.

Berikutnya, ada saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) dengan PE 10,51 kali. Harga AKRA ditutup naik 0,40% ke Rp1.260 pada Senin (9/3), menjadikan levelnya sama seperti di harga sejak awal tahun. Dari sisi fundamental, emiten kawasan industri dan perdagangan BBM ini membukukan kenaikan pendapatan 13,2% YoY menjadi Rp32,39 triliun dalam 9 bulan pertama 2025. Laba bersih perseroan juga tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1,65 triliun.

: IHSG Hari Ini (10/3) Diproyeksi Rebound, Cek Saham UNTR, MAPI, hingga LSIP

Sementara itu, bila menggunakan screener saham big caps dengan PE di bawah 10 kali dan return on equity (ROE) di atas 7%, maka didapatkan daftar saham yang berisi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dengan PE 6,50 kali, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) PE 6,84 kali, PT Astra International Tbk. (ASII) PE 7,23 kali, PT United Tractors Tbk. (UNTR) PE 7,45 kali, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) PE 7,95 kali, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) PE 9,36 kali, dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dengan PE 9,39 kali.

Ada juga PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) dengan PE 3,44 kali. MNCN pada penutupan Senin (9/3) turun 5,45% ke Rp208, mencerminkan level yang terkoreksi 20,61% secara YtD. Menilik fundamentalnya, emiten afiliasi Hary Tanoesoedibjo ini membukukan laba bersih Rp753,68 miliar sepanjang 9 bulan pertama 2025, turun 17,88% YoY. Pendapatan perseroan juga susut 0,96% yoy menjadi Rp5,90 triliun.

: : Pilah-pilih Saham Andalan Asing di Tengah IHSG yang Sedang Lesu

Media Nusantara Citra Tbk. – TradingView

Menilik gerak saham hingga penutupan pasar Senin (9/3), AADI naik 1,46% ke Rp10.450 atau melesat 49,82% secara YtD. Sedangkan, INDF ditutup turun 3,59% ke Rp6.050 atau turun 10,70% YtD. Kemudian ASII ditutup turun 4,49% ke Rp5.850 atau koreksi 12,69% secara YtD.

Sementara itu, saham UNTR ditutup turun 0,42% ke Rp29.575, walau secara YtD naik 0,25%. Selanjutnya, saham BMRI ditutup turun 3,21% ke Rp4.820 atau turun 5,49% secara YtD. Berikutnya, saham ADRO ditutup turun 2,08% ke Rp2.350 di akhir sesi perdagangan Senin (9/3), meski secara YtD harganya telah melompat 29,83%.

: : Harga Emas UBS hingga Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Selasa, 10 Maret 2026

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.