Nilai tukar rupiah terus melemah, kini Rp16.935 per USD, Purbaya dukung Thomas jadi gubernur BI

Ussindonesia.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga saat ini, Senin (19/1/2026), terus merosot. Kini berada di kisaran Rp16.935 per USD, naik sekitar Rp575 dari penutupan sebelumnya (Rp16.880). Pergerakan ini menunjukkan pelemahan rupiah dengan perubahan sekitar +3,51 persen.

Rincian Kurs USD/IDR per 19 Januari 2026:

– Harga Spot Saat Ini: Rp16.935 per USD

– Penutupan Sebelumnya: Rp16.880 per USD

– Perubahan Nominal: +Rp575

– Persentase Perubahan: +3,51 persen

Faktor dan Implikasi: 

– Penguatan dolar AS sering dipicu oleh kebijakan suku bunga Federal Reserve dan data ekonomi AS.

– Ketidakpastian geopolitik dan harga komoditas juga memengaruhi permintaan dolar sebagai aset aman. 

– Permintaan dolar untuk impor dan pembayaran utang luar negeri dapat menekan rupiah.

– Intervensi Bank Indonesia melalui pasar valas dan suku bunga acuan berperan menjaga stabilitas.

– Biaya barang impor akan meningkat karena kurs dolar lebih mahal. 

– Potensi keuntungan lebih besar jika pendapatan dalam dolar dikonversi ke rupiah. 

– Harga barang impor (elektronik, otomotif, dll.) bisa naik, sementara daya beli rupiah melemah.

Menkeu Purbaya Dukung Thomas Djiwandono jadi Gubernur Bank Indonesia (BI)

Terkait kondisi nilai tukar mata uang rupiah yang terus melemah dalam sepekan ini, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, diusulkan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), setelah Juda Agung mengundurkan diri.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI mengenai calon Gubernur BI pengganti Juda Agung.

Di dalam surpres itu ada tiga nama, termasuk Thomas Djiwandono. Meski demikian, Prasetyo enggan membeberkan siapa dua nama lainnya yang juga diusulkan menjadi Gubernur BI. 

“Ada beberapa nama dan yang salah satu nama diusulkan memang Pak Wamenkeu, Pak Tommy (Thomas)” kata Prasetyo, Senin (19/1/2026).

Setelah Surpres diterima, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Gubernur BI.

Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa Gubernur BI.

Purbaya mengatakan, jika Thomas terpilih menjadi Gubernur BI, akan menjadikan pengalamannya bertambah.

“Tanggapan saya gimana? Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Udah di fiskal sekarang, kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung,” kata Purbaya di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).

Meski Purbaya tahu Thomas masuk bursa Gubernur BI, ia mengaku belum menerima informasi mengenai pengganti keponakan Prabowo Subianto itu. Namun, Purbaya mengklaim mendengar kabar, pengganti Thomas adalah Juda Agung, Gubernur BI yang mengundurkan diri.

Ia pun mengatakan akan bertemu Juda dalam waktu dekat. “Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih,” tegas Purbaya.

Rekam Jejak Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono merupakan politisi Gerindra, partai yang didirikan pamannya, Prabowo Subianto.

Ia merupakan keponakan dari Prabowo. Sang ibu, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak dari orang nomor satu di Republik Indonesia. 

Dikutip dari laman resmi Gerindra, Thomas lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta. Ayahnya, Soedrajad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur BI yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Thomas adalah lulusan S1 Bidang Studi Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, AS, tahun 1995.

Setelahnya, ia melanjutkan studi S2 Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.

Thomas mengawali kariernya sebagai wartawan magang di majalah Tempo 1993.

Setahun setelahnya, ia menjadi wartawan di Indonesia Business Weekly.

Dari media, Thomas “balik arah” menjadi analisis di Whetlock Natwest Securities Hong Kong.

Thomas juga pernah berkarier di Castle Asia pada 1999, menjadi konsultan. Setelahnya, ia bergabung dengan Comexindo Internasional.

Di perusahan itu, Thomas menduduki jabatan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, dan CEO.

Ia juga dipercaya menjadi Deputy CEO Arsari Group, perusahaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, pada 2011-2024. Setelah bergabung dengan Gerindra, Thomas dipercaya menjadi Bendahara partai.

Thomas diketahui pernah maju sebagai caleg di Kalimantan Barat. Ia memiliki peranan penting ketika Prabowo maju Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa. 

Ayah tiga anak ini dipercaya mengurus kebutuhan logistik bagi tim sukses (timses) Prabowo-Hatta yang diberi nama Koalisi  Merah-Putih (KMP).

Di akhir masa jabatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Thomas dilantik menjadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024. Jabatan itu kembali ia emban setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden RI dan melantiknya pada 21 Oktober 2024.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel ini sebagian telah tayang di Tribunnews.com