Harga saham RMKE diprediksi tembus Rp10 ribu, kenapa bisa?

Jakarta, IDN Times – Sinarmas Sekuritas menaikkan target harga saham PT RMKE Energy Tbk (RMKE) menjadi Rp10 ribu per saham. Penyedia jasa logistik batu bara di Sumatra Selatan (Sumsel) ini dianggap Sinarmas Sekuritas layak mendapatkan hal tersebut mengingat kuatnya ekosistem bisnis mereka di Sumsel.

Dalam laporan riset terbaru bertajuk “On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow,” Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy atas saham RMKE dan menaikkan target harga saham RMKE menjadi Rp10 ribu per lembar saham. Optimisme ini disampaikan dalam laporan riset terbaru setelah tim analis melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas operasional RMKE di Sumsel untuk melihat langsung alur logistik batu bara perseroan.

1. RMKE punya potensi raup volume batu bara lebih besar

Lewat kunjungan itu, Sinarmas Sekuritas mendapatkan masukan mendalam mengenai integrasi proses dari pembongkaran kereta api di Stasiun Simpang hingga pengangkutan hilir di Pelabuhan Musi 2.

“Infrastruktur RMKE memiliki kapasitas besar yang belum terpakai (latent capacity) yang memungkinkan pertumbuhan volume signifikan tanpa belanja modal (capex) besar di masa depan,” begitu laporan Tim Riset Sinarmas Sekuritas, dikutip Senin (12/1/2025)

Fasilitas Stasiun Simpang yang efisien memiliki luma jalur pembongkaran dengan kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton per tahun. Dengan realisasi volume bongkar sekitar sembilan juta ton pada 2025, tingkat utilisasi saat ini baru mencapai 30 persen.

“Hal ini menunjukkan ruang pertumbuhan yang luas untuk menyerap peningkatan volume batu bara di masa mendatang,” lanjut pernyataan Tim Riset Sinarmas Sekuritas.

Sejumlah Perusahaan Batubara di Muba Diingatkan Bangun Jalan Hauling 2. Kapasitas angkutan mencapai 15,1 juta ton batu bara

Di sisi hilir, kapasitas angkutan dengan jalan khusus (hauling road) sepanjang delapan kilometer dioperasikan oleh RMKE dan mampu mengangkut sekitar 15,1 juta ton batu bara per tahun, sejalan dengan target manajemen untuk 2026.

Sementara itu, di Pelabuhan Musi 2, RMKE mengoperasikan lima jalur conveyor belt yang dapat memuat hingga 32 juta ton per tahun ke tongkang. Kapasitas ini selaras dengan kemampuan bongkar di stasiun, memastikan tidak ada hambatan (bottleneck) dalam rantai pasok.

3. Harga saham RMKE telah meningkat lebih dari 100 persen

Sinarmas Sekuritas menyoroti, saham RMKE telah mengalami kenaikan sebesar 100 persen sejak inisiasi awal.

“Revisi target harga menjadi Rp10 ribu didorong oleh volume bongkaran yang lebih tinggi dari ekspektasi manajemen yang menargetkan volume hingga 15 juta ton pada 2026 dan menembus 20 juta ton pada 2027,” tulis Tim Riset Sinarmas Sekuritas.

Hal tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah daerah Sumsel yang melarang transportasi batu bara melalui jalan umum, yang secara struktural mengalihkan volume ke logistik berbasis rel dan pelabuhan milik RMKE.

Dengan visibilitas volume yang kuat, operating leverage yang berkelanjutan, serta dukungan regulasi yang menguntungkan, Sinarmas Sekuritas melihat momentum kenaikan harga saham RMKE masih akan berlanjut.

Restitusi Bengkak Rp25 Triliun, Bea Keluar Batubara Diterapkan 2026