
Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo merespons terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hingga kini masih melemah di atas Rp 17.000.
Perry mengakui saat ini kondisi nilai tukar rupiah memang sedang melemah. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS pada pukul 16.00 WIB berada di Rp 17.180 atau melemah 0,22 persen.
“Kami tegaskan bahwa nilai tukar rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental,” kata Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDGB April 2026 dengan Cakupan Triwulanan, Selasa (22/4).
Meski begitu, Perry menilai rupiah masih berpotensi bakal kembali menguat. Penguatan tersebut tentu harus didukung oleh kondisi perekonomian Indonesia.

“Secara fundamental nilai tukar rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh fundamental ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, imbal hasil yang menarik,” jelas Perry.
Selain itu, komitmen pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga menjadi penopang penting. Apalagi di tengah kondisi geopolitik dunia yang terjadi saat ini.
“Jadi secara keseluruhan tadi kami sampaikan bahwa kondisi fundamental dan ketahanan ekonomi eksternal Indonesia kuat dalam menghadapi geopolitik ini,” tutur Perry.