
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Di tengah persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), Indonesia mulai memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Maka, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkenalkan Sahabat-AI. Ini adalah platform AI berbasis aplikasi, menandai langkah penting Indonesia menuju ekosistem AI berdaulat, inklusif dan berakar pada kebutuhan lokal.
Sahabat-AI terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, mulai dari pelajar, kreator, pelaku usaha, hingga institusi publik. Kini hadir dalam bentuk aplikasi Android dan iOS, Sahabat-AI secara signifikan menurunkan hambatan adopsi AI di Indonesia.
Platform ini menghadirkan kemampuan multi-model dan multi-modal yang memungkinkan pengguna beralih secara mulus dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam dalam satu antarmuka terpadu.
Laba Bersih Indosat (ISAT) Sepanjang 2025 Naik 12,2% Ditopang ARPU dan Jaringan 5G
Integrasi ini membuka akses yang lebih luas bagi pelajar, kreator, profesional, hingga pengguna sehari-hari untuk memanfaatkan AI secara praktis, relevan, dan semakin dekat dengan kebutuhan mereka.
Meutya Hafid, Menteri Komdigi menegaskan, ahabat-AI merupakan cerminan arah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian kapabilitas AI nasional.
“Kita membutuhkan AI yang dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa. Platform ini menjadi bukti , Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” terangnya, Rabu (25/2).
Vikram Sinha, Presiden Direktiur dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan, peluncuran Sahabat-AI mencerminkan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia.
“Platform ini dibangun di atas keyakinan kami, teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. “Kami menghadirkan fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di seluruh penjuru negeri,” ujar Vikram.
“Pemanfaatan AI juga berpotensi memperkuat pengalaman pelanggan dan menekan churn rate. Sehingga berdampak positif terhadap stabilitas pendapatan dan profitabilitas jangka menengah,” jelas Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand,.