
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif usai libur Imlek seiring pasar menanti katalis baru dari keputusan suku bunga BI dan rilis laporan keuangan 2025.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah menjelaskan sepekan terakhir IHSG menguat 3,49% yang menjadi sinyal awal pemulihan setelah isu Morgan Stanley Capital International (MSCI), meskipun tekanan eksternal masih membayangi.
“Pasar domestik diproyeksikan bergerak penuh dinamika, dengan fokus utama pada pengumuman suku bunga BI pada 19 Februari, yang menjadi sentimen kunci penggerak pasar,” kata Hari, Selasa (17/2/2026).
: IHSG Volatil, Diversifikasi Reksa Dana Dinilai Krusial
Dia menjelaskan ekspektasi stabilisasi suku bunga, sekaligus sinyal arah kebijakan moneter ke depan turut mempengaruhi risiko aset lokal. Keputusan suku bunga Bank Indonesia dinilai akan menjadi penentu arah arus dana asing sekaligus indikator kepercayaan investor terhadap stabilitas makro domestik.
Selain itu, data loan growth perbankan yang menunjukkan ekspansi kredit yang sehat mencerminkan perbaikan permintaan di sektor riil dan menjadi katalis positif bagi sentimen pasar. Kondisi ini dinilai memberi bantalan fundamental bagi IHSG di tengah ketidakpastian global.
: : IHSG Naik 3,49% Sepekan, Analis Nilai Sentimen Pasar Belum Pulih
Menurutnya, perkembangan reformasi bursa efek Indonesia juga terus menunjukkan progres positif, termasuk peningkatan transparansi dan tata kelola pasar yang memberikan harapan bagi investor akan daya tarik pasar modal jangka menengah hingga panjang, khususnya dalam menarik partisipasi investor asing.
“Investor juga perlu memerhatikan rilis data inflasi domestik, update neraca perdagangan, serta sentimen korporasi dari laporan keuangan emiten kuartal IV/2025 yang dapat memberikan arahan lanjutan terhadap arah IHSG,” ujar Hari.
: : Arah IHSG dan Ramalan Saham Cuan di Tahun Kuda Api 2026
Ia menambahkan kinerja fundamental emiten masih menjadi faktor dominan penentu pergerakan indeks. Hari menilai rilis laporan keuangan tahunan 2025 secara umum berpotensi menjadi katalis positif, terutama bagi perusahaan dengan pertumbuhan laba solid serta margin yang tetap terjaga di tengah tekanan biaya.
Secara teknikal, Indo Premier Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berpotensi bergerak konsolidasi setelah belum berhasil menembus area resistance 8.300, dengan level support berada di kisaran 8.120. Selama resistance tersebut belum terlewati, pergerakan cenderung sideways dengan volatilitas terbatas.
“Dalam kondisi ini investor disarankan lebih selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan memiliki dukungan kinerja yang jelas, khususnya di sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih ditopang permintaan global serta harga komoditas yang relatif stabil,” ucapnya.
Adapun sejumlah saham yang menjadi top picks Indo Premier Sekuritas pekan ini adalah Bank Tabungan Negara (BBTN) dengan target price Rp1.555, Matahari Department Store (LPPF) dengan target price Rp1.945, serta Harum Energy (HRUM) dengan target price Rp1.285 per saham.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.