PT KAI prediksi hari ini jadi puncak arus balik

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif. Tren itu berlanjut seiring masuknya periode arus balik. 

Hingga Minggu (22/3) pukul 10.00 WIB, tiket kereta api (KA) yang telah terjual mencapai 3.910.868 tiket. Jumlah tersebut mencakup 86,9% dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan KA jarak jauh dan KA lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. 

Dengan begitu, masih tersedia 587.828 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk arus balik.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan penjualan itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terus menguat sebagai pilihan perjalanan lebaran. “Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal,” ujar Anne, Minggu (22/3).

Baca juga:

  • Arus Mudik Dilaporkan Masih Berlangsung hingga H+1 Lebaran 2026
  • Indosat (ISAT) Bakal Gelar RUPST Mei 2026, Catat Jadwal dan Syaratnya
  • Penumpang Mudik Angkutan Umum Tembus 10 Juta hingga H-1 Lebaran, Naik 9,23%

Pada layanan KA jarak jauh, penjualan tiket telah mencapai 3.433.667 tiket atau 96,1% dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih tersedia 138.093 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan arus balik.

Sementara itu, pada layanan KA lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 477.201 tiket atau 51,5% dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Dengan begitu, masih terdapat 449.735 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket KA lokal umumnya akan terus meningkat mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7.

Selama periode arus mudik angkutan lebaran, yaitu 11 hingga 21 Maret 2026, KAI telah melayani 1.888.827 pelanggan KA jarak jauh dan 337.713 pelanggan KA lokal di Pulau Jawa dan Sumatra, atau total 2.226.540 pelanggan.

Seiring dengan peningkatan tersebut, volume pelanggan dan tingkat okupansi harian KA jarak jauh pada 11–21 Maret 2026 menunjukkan tren yang terus bergerak naik, sebagai berikut:

• 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7%)

• 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2%)

• 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)

• 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7%)

• 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6%)

• 16 Maret: 173.753 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3 persen)

• 17 Maret: 191.413 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (117,1%)

• 18 Maret: 205.842 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (125,9%)

• 19 Maret: 196.324 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (120,1%)

• 20 Maret: 167.659 pelanggan dari 160.252 kapasitas tempat duduk (104,6%)

• 21 Maret: 193.583 pelanggan dari 161.100 kapasitas tempat duduk (120,2%)

Memasuki Minggu (22/3) ini, pergerakan pelanggan terpantau tinggi. Hingga pagi tadi, sedikitnya 221.566 pelanggan KA jarak jauh telah dijadwalkan berangkat dengan tingkat okupansi sementara mencapai 137,5%. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

Anne menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100% dimungkinkan karena pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” tutur Anne.

Di tengah tingginya permintaan tersebut, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

Kendati demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket, terutama untuk arus balik, melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan. KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel agar peluang memperoleh tiket semakin besar.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” ujar Anne.