Saham BUMI, JPFA & MEDC bawa Indeks Bisnis-27 ditutup menguat awal 2026

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup di zona hijau dengan menguat 0,42% ke level 555,57 pada perdagangan awal tahun ini, Jumat (2/1/2026). Indeks Bisnis-27 ditutup menguat terdorong saham-saham seperti BUMI, JPFA, dan MEDC.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini menguat 2,35 poin atau 0,42%. Indeks bergerak di kisaran 551,24 hingga 556,62.

Dari 27 konstituen, terdapat 18 saham yang ditutup di zona hijau, satu saham stagnan, dan delapan saham lainnya dibuka di zona merah.

: Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham INCO, NCKL Hingga BUMI jadi Penopang Awal 2026

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memimpin pelemahan indeks dengan naik 14,75% atau 54 poin ke level Rp420. Selanjutnya, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 10,69% ke level Rp2.900 per saham.

Emiten lainnya yang menguat di antaranya adalah MEDC yang naik 7,81% ke level Rp1.450 per saham, saham ADMR menguat 5,45% ke level Rp1.645 per saham, dan NCKL yang naik 3,56% ke level Rp1.165 per saham.

: : Indeks Saham BUMN Diramal Tumbuh Double Digit pada 2026

Sementara itu, saham-saham yang melemah dialami oleh BBNI yang turun 2,52% ke level Rp4.260 per saham, saham BRPT melemah 2,45% ke level Rp3.190 per saham, dan saham DSNG turun 2,27% ke level Rp1.505 per saham.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,17% ke level 8.748,13 pada perdagangan perdana awal tahun ini.

: : Saham BBNI, INCO, hingga INKP Masih Bertenaga Meski Indeks Bisnis-27 Ditutup Lesu

IHSG menguat dan bergarak pada rentang 8.664-8.748. Sebanyak 50,98 miliar saham diperdagangkan pada hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp22,2 triliun.

Tercatat, 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau pada posisi Rp16.043 triliun.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.