Merdeka Copper (MDKA) tambah modal via private placement 2,44 miliar saham

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 2,44 miliar lembar saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi, jumlah saham baru yang akan diterbitkan setara dengan maksimal 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp20 per lembar.

Manajemen MDKA menjelaskan bahwa langkah strategis ini diambil guna memperkuat struktur permodalan perseroan dalam rangka pengembangan kegiatan usaha serta membuka peluang ekspansi potensial. 

: Cadangan Emas Merdeka Copper Gold (MDKA) Melonjak 81% Sepanjang 2025

“PMTHMETD IV akan dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan [RUPST] memberikan persetujuan,” ungkap manajemen MDKA dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/5/2026). 

Hingga periode 30 Maret 2026, struktur pemegang saham MDKA terdiri dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) yang memiliki 19,36% saham, PT Mitra Daya Mustika (11,88%), Garibaldi Thohir (7,46%), PT Suwarna Arta Mandiri (5,46%), serta masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% mencapai 54,55%.

: : Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan US$1,89 Miliar pada 2025, Rugi Membengkak

Dari sisi kinerja, MDKA membukukan kinerja operasional yang solid pada kuartal I/2026 didorong pertumbuhan di sektor bisnis nikel dan emas.

Salah satu katalis utama berasal dari operasional Tambang Emas Pani di bawah kendali anak usaha MDKA, yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS). 

: : MDKA dan EMAS Amankan Kontrak Jual Beli 3 Ton Emas dengan Antam

Selama periode tiga bulan pertama tahun ini, Tambang Pani memproduksi 1.818 ounces emas dan menjual sebanyak 516 ounces. Sepanjang 2026, EMAS mengejar target produksi di angka 100.000 hingga 115.000 ounces.

Di sektor nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melaporkan kenaikan produksi bijih yang sangat pesat. Produksi saprolit meningkat 72% secara tahunan (year on year/YoY), sementara bijih limonit meroket 195% YoY.

MDKA kini memprioritaskan pasokan saprolit dari tambang internal di Konawe untuk menyuplai smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) guna menekan ketergantungan pasokan eksternal dan memperlebar margin keuntungan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.