Simak strategi investasi saham di tengah volatilitas IHSG

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Kondisi pasar saham yang tengah bergejolak membuat investor perlu cermat dalam mengatur strategi investasi. Pasalnya, kesalahan pengambilan keputusan dalam investasi akan merugikan investor.

Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu mengatakan bahwa fenomena investor ritel yang mengambil keputusan berdasarkan sumber tidak valid, seperti euforia komunitas atau sekadar broker summary, sering kali berujung pada panic selling saat market berbalik arah.

Dia melihat banyak investor merasa sedang mengikuti pergerakan bandar, padahal mereka hanya bereaksi terhadap data masa lalu yang sudah tertinggal.

Kinerja BUMA Internasional Grup (DOID) Tertekan pada 2025, Begini Rekomendasi Analis

“Banyak investor ritel yang belum menyadari bahwa broker summary hanyalah rekapitulasi transaksi yang muncul setelah pasar tutup. Di berbagai komunitas, data yang sudah mati ini sering kali dikemas menjadi narasi bandar sedang akumulasi untuk memicu aksi beli ritel secara masif,” jelas Sergio saat dikonfirmasi Kontan, Rabu (1/4/2026). 

Sergio menegaskan bahwa mengandalkan data terlambat di pasar yang bergerak cepat adalah risiko besar. Tanpa kerangka analisis fundamental dan riset yang utuh, investor hanya membaca jejak di permukaan. Oleh karena itu, menggunakan aplikasi saham terbaik yang menyediakan transparansi data real-time sangatlah krusial. Hal ini penting agar investor tidak sekadar menjadi penyedia likuiditas bagi pemain besar yang ingin keluar posisi (exit strategy). 

“Jangan lagi mengambil posisi trading hanya karena ramai di komunitas atau terjebak ilusi broker summary. Pelajari cara membaca pasar dengan standar yang lebih tinggi melalui riset yang akurat,” kata Sergio.

Lebih lanjut Sergio mengatakan bahwa IPOT berkomitmen mengarahkan penggunanya masuk ke dalam ekosistem Smart Money. IPOT memberikan akses data real-time berbasis order flow dan live orderbook. Melalui dukungan market intelligence system, hasil keputusan investasi saham menjadi lebih presisi dengan risiko yang lebih terkelola.

Wika Gedung (WEGE) Catat Nilai kontrak Baru Rp 464,67 Miliar per Maret 2026

Berbeda dengan investor ritel pada umumnya, investor institusi dan asset management tidak bergantung pada noise komunitas. Mereka menerapkan analisis fundamental, makroekonomi, serta struktur pasar yang disiplin. Untuk menjembatani celah ini, IPOT menghadirkan IPOT Views.

Platform riset ini dirancang dengan standar institutional-grade research yang setara dengan alat analisis milik asset management lokal maupun asing. Kehadiran IPOT Views membuktikan posisi IPOT sebagai aplikasi saham terbaik yang memfasilitasi investor ritel dengan alat navigasi setajam investor profesional. Riset ini bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar setiap keputusan investasi saham tidak lagi didasarkan pada spekulasi semu.

Selain riset, dengan dukungan dana kelolaan sekitar Rp 312 triliun, IPOT menawarkan sejumlah fitur antara lain fitur xRDN yang memungkinkan dana menganggur tetap produktif dengan potensi return sekitar 2% per tahun (100 kali lipat lebih tinggi dari bunga RDN bank umum).

Indikator trading live yang menyajikan data transparan dan real-time. Serta keamanan berlapis untuk proteksi anti-phishing untuk menjaga keamanan aset investor.