
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan atau suspensi deretan saham pelayaran mulai dari PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) hingga PT Logindo Samuderamakmur Tbk. (LEAD). Pada perdagangan perdana 2026, deretan saham pelayaran memang melonjak hingga masuk ke dalam jajaran top gainers.
Berdasarkan pengumuman terbarunya, BEI menjelaskan bahwa sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada sejumlah saham seperti HUMI, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham pada 5 Januari 2026.
Deretan saham yang terkena suspensi di antaranya LEAD, HUMI, PT Soechi Lines Tbk. (SOCI), PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII), dan PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. (BBRM).
Untuk HUMI, tak hanya penghentian sementara perdagangan saham, namun juga penghentian sementara perdagangan Waran Seri I.
“Dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” tulis Endra P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Febri Styawan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. dalam pengumuman BEI pada akhir pekan lalu, Jumat (2/1/2026).
Sebelumnya, deretan saham pelayaran itu mencatatkan lonjakan harga pada perdagangan perdana 2026, Jumat (2/1/2026) bahkan masuk ke dalam jajaran top gainers. Harga saham LEAD misalnya melonjak 33,77% ke level Rp206 per lembar.
Harga saham HUMI melonjak 24,81% ke level Rp322, SOCI naik 16,47% ke level Rp580, BBRM naik 15,09% ke level Rp244, dan ALII naik 4,8% ke Rp1.310.
Lonjakan saham-saham pelayaran itu pun mengerek kinerja indeks saham sektor transportasi dan logistik atau IDXTRANS. Indeks mencatatkan kinerja paling kinclong dibandingkan indeks sektoral lainnya, menguat 6,56% ke level 2.095,02 pada perdagangan perdana 2026.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.