
IMF Sarankan RI Naikkan Pajak Penghasilan menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (18/2). Selain itu, Agenda Prabowo di AS. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
IMF Sarankan RI Naikkan Pajak Penghasilan untuk Jaga Defisit di Bawah 3 Persen
Dana Moneter Internasional (IMF) mensimulasikan peningkatan bertahap Pajak Penghasilan (PPh) karyawan sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan untuk memperkuat investasi publik di Indonesia.
Gagasan ini bertujuan untuk menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB), mengingat sepanjang 2025 defisit Indonesia nyaris 3 persen atau 2,92 persen terhadap PDB. Hal ini sejalan dengan target pembiayaan pembangunan guna mencapai Visi Emas 2045.
IMF memproyeksikan Indonesia memiliki peluang untuk menaikkan investasi publik secara bertahap dalam kisaran 0,25 persen sampai 1 persen dari PDB selama sekitar dua puluh tahun ke depan.
Pada tahap awal, peningkatan investasi publik direncanakan sepenuhnya dibiayai melalui skema defisit anggaran.
Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, pemerintah diproyeksikan akan menaikkan pajak penghasilan tenaga kerja secara bertahap guna mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan defisit. Skema reformasi berurutan ini dinilai dapat meredam dampak pengetatan ekonomi.
“Pemilihan pajak penghasilan tenaga kerja sebagai sumber penerimaan di antara berbagai skema pembiayaan bersifat ilustratif,” tulis IMF dalam laporan Selected Issues Paper berjudul “Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public Investment”, dikutip Rabu (18/2).
Dari sisi kebijakan moneter, peningkatan investasi publik mendorong inflasi melalui kenaikan permintaan agregat, yang memicu pengetatan suku bunga kebijakan secara endogen.
Sementara di sektor ketenagakerjaan, peningkatan investasi publik diproyeksikan secara alami meningkatkan permintaan tenaga kerja. IMF juga memasukkan peningkatan pasokan tenaga kerja secara eksogen sebesar 0,5 persen, yang menunjukkan kontribusi wajar terhadap peningkatan output dalam simulasi model.
Ini Agenda Prabowo Selama di AS: Perundingan Dagang hingga Bertemu Pengusaha
Presiden Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (17/2) waktu setempat. Kunjungan ini diagendakan untuk melakukan serangkaian pertemuan penting, termasuk dengan Presiden AS dan berbagai pihak dari pemerintah serta pengusaha Amerika Serikat.
Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi.
“Presiden Prabowo diagendakan akan langsung melakukan pertemuan pada malam hari waktu setempat, serta beberapa pertemuan dengan Pemerintah dan pengusaha Amerika Serikat,” tulis akun instagram Sekretariat Kabinet.
Pertemuan-pertemuan tersebut mencakup beberapa perundingan serta perjanjian dagang. Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo yang bertujuan untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju AS, mengindikasikan pentingnya aspek ekonomi dan strategis dalam agenda kunjungan ini.