BTN (BBTN) segera teken perjanjian hunian vertikal dengan KAI, intip rencananya

Emiten raja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membocorkan akan meneken perjanjian dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ditargetkan bulan ini. Hal itu terkait program pembangunan rumah vertikal (apartemen/rusun) untuk mengurangi backlog perumahan di kota besar. 

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perjanjian dengan KAI nantinya perkiraan menjangkau di wilayah Senen, Manggarai, hingga Tanah Abang.  “Tapi ini kan belum MoU ya, mudah-mudahan saya sih kalau ditanya pengennya April ini, kita tekan bareng bareng dirut KAI dan beberapa institusi yang akan menjadi penyedia, konsumen dalam hal ini,” kata Nixon di Bandung, Kamis (9/4). 

Sebelumnya Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus bergerak memastikan terwujudnya hunian layak bagi masyarakat.  Pada Minggu (5/4) kemarin, Kepala BP BUMN dan Menteri PKP melakukan kunjungan langsung sejumlah aset potensial milik KAI dan Perumnas untuk mendukung pengembangan perumahan rakyat.

Maruarar mengatakan pembangunan hunian untuk warga yang tinggal di bantaran rel kereta api Senen, Jakarta, dijadwalkan selesai pada 15 Juni 2026. Ia juga menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan berbagai skema untuk mendukung percepatan pembangunan hunian, termasuk melalui optimalisasi pembiayaan non-APBN.

Baca juga:

  • Bos BTN (BBTN) Blakblakan, Incar KPR Tumbuh 10% hingga Bangun 240 Ribu Rumah
  • Komdigi Beri Catatan Merah, Google Kena Sanksi Tak Patuhi PP Tunas
  • Prabowo Sebut Raksasa Sedang Bangkit, RI Bakal Beri Kejutan Besar pada 2027

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan rumah susun atau rusun sebanyak 324 unit di kawasan Senen telah mulai dibangun. Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah mempersiapkan sekitar 500 unit rumah di kawasan Kramat, Jakarta.

Menurut Nixon, rencana pengembangan hunian bersama KAI saat ini progresnya tengah menghitung dan merancang jumlah unit yang akan dibangun pada tahun ini. Ia menyebut, tahap awal ditargetkan pembangunan minimal lima tower, khususnya di wilayah Jakarta.

Meski demikian, Nixon mengaku rencana itu belum masuk ke dalam nota kesepahaman (MoU). Ia mengatakan BTN masih menunggu kesiapan dari pihak KAI, terutama terkait perizinan dan ketersediaan lahan. Nixon berharap penandatanganan MoU dapat dilakukan dalam waktu dekat, setidaknya pada bulan ini.

Dalam kerja samanya, kata Nixon, KAI tidak menanggung biaya lahan, hanya berfokus pada pembangunan dan pembiayaan KPR diharapkan harga jual properti berpotensi lebih terjangkau. Pengembangan proyek akan dikerjakan melalui anak usaha KAI, yakni KAI Properti. Ia mengatakan dari sisi lokasi proyek ini sangat strategis karena berada di kawasan stasiun dan wilayah strategis di tengah Jakarta. Ia berharap bisa menekan harga per meter di Jakarta.

“Jadi ini juga mengurangi keborosan pengunan lahan, supaya lahan hijaunya itu enggak boleh habis,” ucap Nixon. 

Tak Hanya di Jakarta

Di luar Jakarta, Nixon mengatakan juga berharap bisa  menjangkau di kota-kota besar yang dekat dengan stasiun besar, misalnya Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sebelumnya Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan kawasan yang ditinjau memiliki potensi besar untuk pengembangan hunian terintegrasi.

“Secara komersial kawasan ini cukup potensial dan memiliki prospek pertumbuhan penghuni yang tinggi dalam 10–15 tahun ke depan,” kata Bobby dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4). 

Melalui peran aktif Danantara, BP BUMN memastikan kesiapan dan optimalisasi aset strategis BUMN untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan publik. Langkah ini menjadi bagian penting dalam percepatan penyediaan hunian yang layak, terintegrasi, dan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan perkotaan.

Kemudian Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan peninjauan ke wilayah Senen saat itu merupakan langkah awal dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah (MBT).

Ia menambahkan penyiapan lokasi tidak hanya dilakukan di Jakarta, namun juga akan diperluas ke kota-kota lain dengan tingkat kepadatan tinggi. Lebih lanjut, Dony menekankan pentingnya peran BUMN dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui sinergi lintas sektor.

“Ke depan, peninjauan akan terus dilakukan di berbagai kota. Kami memprioritaskan wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi agar program ini memberikan dampak yang optimal,” ucapnya.