IHSG menguat tipis jelang FOMC, pasar masih dibayangi sentimen global

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Indeks naik 0,05% ke level 8.980,23, didorong meningkatnya volume pembelian, meski sempat terkoreksi di awal sesi.

Pergerakan IHSG masih sejalan dengan proyeksi pasar. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai arah pasar saham domestik tetap dipengaruhi sentimen global. 

Salah satu fokus utama pelaku pasar pekan ini adalah hasil rapat dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) dalam FOMC Meeting.

Sesuai agenda, FOMC digelar pada Kamis (29/1). Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%–3,75%. 

IHSG Naik Tipis, Net Sell Asing Tembus Rp 1,61 Triliun di Saham-Saham Ini

Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di Greenland turut memberi sentimen positif bagi pasar.

Dari sisi pergerakan saham, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mencermati rebound sejumlah saham yang sebelumnya tertekan. Kondisi ini menahan pelemahan IHSG lebih dalam sehingga indeks mampu ditutup menguat tipis.

Namun secara teknikal, Alrich menilai IHSG masih menghadapi tekanan. Indikator Stochastic RSI berada di area oversold dan berpeluang membentuk golden cross, tetapi histogram MACD yang masih negatif dan melebar menunjukkan tren belum sepenuhnya pulih. 

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 8.850–9.050.

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut pelaku pasar bersiap menghadapi pekan penting yang diwarnai kebijakan suku bunga AS, rilis kinerja emiten, serta dinamika geopolitik global. 

Sentimen Global Mereda, Rupiah Menguat ke Rp 16.895 per Dolar AS

Ketegangan di Timur Tengah, misalnya, turut mendorong harga emas dunia menembus US$5.000 per ons.

Untuk perdagangan Rabu (28/1), Nafan memproyeksikan support IHSG berada di area 8.890–8.823 dengan resistance di kisaran 8.999–9.076. 

Sejalan dengan itu, Herditya melihat peluang IHSG melanjutkan penguatan dengan support di 8.923 dan resistance di 9.023.

Ia menambahkan, pergerakan IHSG berpotensi ditopang penguatan nilai tukar rupiah serta tren kenaikan harga emas dunia.