
Ussindonesia.co.id MEDAN – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan para pemegang saham dari 33 kabupaten/kota sepakat untuk menambah modal kepada PT Bank Sumut (Perseroda) pada tahun 2026.
Modal tersebut disisihkan dari besaran dividen tahun 2025 yang dibagikan kepada para pemegang saham.
“Dari keseluruhan dividen yang dibagikan, sebanyak 15%-nya dikembalikan atau disetorkan kembali sebagai modal,” kata Bobby usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumut, Senin (6/4/2026).
Disampaikan Bobby penambahan modal di tahun 2026 tersebut sebagai bentuk dukungan pemegang saham terhadap transformasi Bank Sumut. Dia menyinggung peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bakal menghapus kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I di tahun 2029.
: Sambangi Bank Sumut, Komisi II DPR RI Soroti Penyaluran Kredit
Sebagai gantinya, bank umum harus mampu mencapai level KBMI II yang mensyaratkan modal inti minimal Rp6 triliun, atau berubah menjadi bank perkreditan rakyat (BPR) jika tidak memenuhi syarat modal inti. Bank Sumut sendiri saat ini disebutnya telah mencapai permodalan sebesar Rp5,8 triliun.
“Berarti kita harus mencari tambahan modal sekitar Rp800 miliar lagi menjelang 2029,” tambahnya.
Adapun Pemprov Sumut selaku pemegang saham pengendali (PSP) disebut Bobby sudah menganggarkan tambahan modal sekitar Rp100 miliar untuk Bank Sumut.
Begitu pula dengan Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai pemegang saham non PSP yang menganggarkan Rp70 miliar (termasuk dividen) dari APBD Tapsel untuk Bank Sumut.
“Kami dari Provinsi Sumatra Utara, selain memberikan aset, ada penambahan Rp100 miliar lagi untuk modal Bank Sumut,” ujar Bobby.
Adapun agenda RUPS Bank Sumut pada Senin (6/4/2026) membahas 6 (enam) poin, antara lain pengesahan laporan keuangan PT Bank Sumut (Perseroda) tahun buku 2025, penggunaan laba setelah pajak tahun buku 2025 dan rencana tahun buku 2026, serta pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris Bank Sumut untuk menyetujui setoran modal awal tahun buku 2026.