
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (20/5).
Direktur & Chief Financial Officer XLSmart Telecom Sejahtera Antony Susilo menjelaskan EXCL belum bisa membagikan dividen tahun buku 2025 karena masih membukukan kerugian.
“Di peraturan perundangan, kalau perusahaan mengalami kerugian maka perusahaan tersebut tidak boleh memberikan dividen. Di 2025, XLSmart membukukan kerugian,” jelasnya dalam paparan publik, Rabu (20/5/2026).
IHSG Melemah 0,82% ke 6.318 pada Rabu (20/5), BRPT, CUAN, BUMI Jadi Top Losers LQ45
Menilik kinerja tahun buku 2025, EXCL membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,42 triliun. Ini berbalik dari laba bersih sebesar Rp 1,81 triliun di 2024.
Sebenarnya dari top line, pendapatan XLSmart masih tumbuh 23,41% secara tahunan menjadi Rp 42,44 triliun di 2025. Pada 2025, EXCL hanya mampu meraup pendapatan Rp 34,39 triliun.
Antony menyampaikan kerugian yang diderita EXCL pada tahun buku 2025, tidak terlepas dari proses merger yang dilakukan antara XL Axiata dan Smartfren Telecom pada 2025. Termasuk meningkatnya beban depresiasi.
Rupiah Menguat ke Rp 17.653 per Dolar AS, Begini Proyeksinya untuk Kamis (21/5/2026)
Ke depan, manajemen EXCL memprioritaskan semua pendapatan yang diterima digunakan untuk memperkuat jaringan sambil memperkuat layanan baik 4G dan 5G selama periode integrasi di 2025–2026.
“Integrasi masih terus berlaku-berlaku sampai April 2027, tetapi kami berharap bisa selesai lebih cepat, tahun ini bisa lebih cepat bisa selesai sehingga kami bisa fokus untuk meningkatkan profitabilitas,” ucapnya.