BEI suspensi saham Abadi Lestari (RLCO) usai melonjak ratusan persen

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi perdagangan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mulai sesi I, Rabu (21/1/2026).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan langkah tersebut diambil menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RLCO.

“Sebagai bentuk perlindungan investor, BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham RLCO di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I tanggal 21 Januari 2026 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” tulis Yulianto dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan.

Rekor Lagi! Harga Emas Antam Hari Ini (21/1): Naik Rp 35.000 ke Rp 2.772.000 Per Gram

Pada perdagangan sebelum suspensi atau tepatnya pada Selasa (20/1/2026), saham RLCO melesat 20% ke level Rp 8.700. Dalam sebulan perdagangan terakhir, pergerakan harga saham RLCO melonjak drastis hingga 917,54%.

Sebagai informasi, emiten pengolahan sarang burung walet tersebut resmi mencatatkan sahamnya di BEI melalui aksi korporasi penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) pada Senin (8/12/2025).

Usai IPO, Direktur Keuangan RLCO, Dwiadi Prastian Hadi menyampaikan bahwa perusahaan membidik laba bersih sekitar Rp 40 miliar pada tahun 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan laba tahun 2025 yang berada di kisaran Rp 30 miliar.

Sementara itu, RLCO juga menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga Rp 700 miliar pada 2026, naik dari estimasi pendapatan tahun 2025 yang berada di kisaran Rp 600 miliar.

Kenaikan target kinerja fundamental tersebut juga sejalan dengan kenaikan tingkat utilitas pabrik milik perusahaan usai IPO.

“Kalau utilisasi saat ini belum sampai 50%. Diharapkan nanti dengan penambahan dana IPO kita bisa meningkatkan produksi di atas 60%, sehingga kemampuan laba kita bisa meningkat,” kata Dwiadi di gedung BEI, Senin (8/12/2025).

Intip Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas pada Perdagangan Hari Ini (21/1)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RLCO Edwin Pranata menambahkan strategi untuk mencapai target kinerja tersebut salah satunya dengan membuka pasar baru seperti di Vietnam, Thailand dan Amerika Serikat. Adapun produk yang dipasarkan di negara-negara tersebut bakal berbentuk produk olahan sarang burung walet.

“Untuk itu, sekarang kita sedang mengawali untuk mengenalkan produk dengan merek yang nanti akan dipasarkan perseroan di luar. Jadi kita tidak hanya lagi nanti bergantung dengan ekspor daripada bahan setelah jadi. Jadi itu yang akan jadi tema besar di tahun 2026,” ucap Edwin.