Dapat kredit US$ 150 juta, intip rekomendasi saham Merdeka Gold Resources (EMAS)

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mendapat tambahan likuiditas melalui kredit sindikasi sebesar US$ 150 juta. Tambahan modal ini berpotensi mendorong ekspansi EMAS ke depannya. 

Pada 10 April 2026, EMAS meneken perjanjian kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) dan Kasikornbank Public Company Limited.

Fasilitas kredit dengan mata uang tunggal ini memiliki jangka waktu selama 12 bulan dengan tanggal jatuh tempo akhir ditetapkan pada 10 April 2027.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Kantongi Kredit US$ 150 Juta dari 5 Bank, Ini Tujuannya

Suku bunga pinjaman terdiri atas margin sebesar 2% per tahun ditambah dengan suku bunga acuan majemuk yang berlaku.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai langkah EMAS menggandeng lima bank besar mencerminkan tingkat kepercayaan sektor perbankan terhadap fundamental EMAS. 

“Pendanaan ini menunjukkan bahwa kepercayaan perbankan terhadap EMAS masih solid. Namun investor tetap perlu mencermati dinamika harga komoditas dan kondisi global,” katanya kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).

  EMAS Chart by TradingView  

Nafan menjelaskan  dana kredit tersebut berpotensi mendorong kinerja operasional EMAS, terutama dalam mendukung proyek strategis dan meningkatkan kapasitas produksi emas.

“Penggunaan dana untuk ekspansi dan operasional akan membantu EMAS mengejar target produksi. Di sisi lain, struktur bunga yang kompetitif menjadi nilai tambah bagi kinerja keuangan,” ucapnya. 

Merdeka Gold Resources (EMAS) Ajukan IPO di Hong Kong untuk Perluas Basis Investor

Meski demikian, Nafan melihat pergerakan saham EMAS dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, seperti pergerakan harga emas global dan arah kebijakan suku bunga. 

Lebih lanjut, Nafan pun merekomendasikan sikap wait and see terhadap saham EMAS, sambil menunggu katalis lanjutan dari realisasi proyek dan kinerja keuangan mendatang.