ESDM selidiki insiden tambang emas Antam (ANTM) di Pongkor

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendalami penyebab munculnya asap di kawasan pertambangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM Jeffri Huwae mengatakan, Kementerian ESDM telah melakukan pengecekan awal dan berkoordinasi langsung dengan manajemen ANTAM untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

“Kami langsung cek dan melakukan koordinasi dengan PT Antam. Apakah itu kecelakaan tambang atau human error, atau hal-hal yang terkait dengan force majeure,” ujar Jeffri di Kementerian ESDM, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan laporan sementara yang diterima ESDM, insiden diawali dengan munculnya asap dari terowongan tambang yang kemudian disertai peningkatan kadar karbon dioksida (CO2). Kondisi tersebut dilaporkan berkembang menjadi kebakaran di dalam terowongan.

ANTAM Evakuasi Korban Penambang Ilegal di Pongkor, Dirut Bakal Perketat Pengawasan

Menurut Jeffri, laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan langkah koordinasi dan penekanan pada penerapan prosedur keselamatan kerja.

“Kami sampaikan, prosedur keselamatan didahulukan. Selalu saya sampaikan, sebelum ke penegakan hukum, aspek kemanusiaan itu didahulukan,” katanya.

Terkait dugaan keterlibatan aktivitas penambangan ilegal yang menerobos wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ANTAM, Jeffri menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman. Hingga saat ini, ESDM belum menemukan keterkaitan langsung antara aktivitas tambang ilegal dengan insiden di tambang Antam tersebut.

“Ini kan garis merahnya tidak ada. Tambang ilegal itu dilarang, tetapi tidak boleh menyalahkan tambang ilegal kalau ada kecelakaan tambang,” ujar Jeffri.

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, PT ANTAM Tbk menyampaikan telah menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan atas insiden di sekitar wilayah Tambang Emas Pongkor dengan melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mengedepankan aspek kemanusiaan, keselamatan kerja, serta pengamanan wilayah tambang.

Berdasarkan penelusuran bersama aparat dan otoritas terkait, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan tanpa izin atau gurandil yang menerobos wilayah IUP ANTAM dan berada di luar area operasi resmi perusahaan.

Tambang Pongkor Masih Jadi Andalan Bagi Kinerja Antam (ANTM) 2026, Cek Strategi Baru

ANTAM bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban jiwa dari lokasi kejadian melalui koordinasi lintas instansi, dengan tetap menerapkan prosedur keselamatan kerja yang ketat sesuai kondisi teknis di lapangan.

Hingga kini, proses penelusuran dan penanganan lanjutan masih dilakukan berdasarkan asesmen teknis dan rekomendasi aparat berwenang. Seluruh tahapan evakuasi dilakukan secara terukur dan berhati-hati dengan prioritas pada keselamatan personel.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyatakan, peristiwa ini menjadi perhatian serius manajemen dan akan menjadi dasar penguatan pengawasan serta penegakan keselamatan dan keamanan wilayah tambang.

Ke depan, ANTAM akan memperketat pengamanan wilayah tambang melalui peningkatan sistem pemantauan dan pengendalian akses, serta memperkuat koordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait.

Produksi Emas 2026: Antam Optimalkan Produksi Pongkor dan Pasokan dari Freeport