
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Sentimen positif kembali menyelimuti saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).
Di tengah dinamika pasar awal tahun, PT Gozco Capital mengambil langkah strategis dengan menambah porsi kepemilikan di bank dengan layanan digital tersebut hingga mendekati Rp 100 miliar.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham per 15 Januari 2026, Gozco Capital membeli sebanyak 207 juta saham BBYB dengan harga rata-rata Rp 474 per saham. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 98,12 miliar.
Pembiayaan Griya Bank Mega Syariah Tumbuh 37,67% pada 2025
Aksi pembelian ini meningkatkan kepemilikan Gozco Capital dari sebelumnya 7,76% menjadi 9,31% atau setara dengan 1,24 miliar saham BBYB.
Langkah Gozco tersebut dipandang sebagai sinyal kuat atas prospek positif Bank Neo Commerce pada 2026. Pasar pun merespons cepat.
Saham BBYB ditutup menguat 5,49% ke level Rp 500 per saham pada perdagangan Kamis (15/1), mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental perseroan.
BBYB Chart by TradingView
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Eri Budiono mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan dari pemegang saham utama.
Menurutnya, peningkatan kepemilikan Gozco Capital mencerminkan keyakinan yang semakin kuat terhadap kinerja dan arah transformasi Bank Neo Commerce.
Kepercayaan tersebut tercermin dari kinerja perseroan. Hingga akhir kuartal III-2025, Bank Neo Commerce mencatat laba bersih sebesar Rp 464 miliar, tertinggi di antara bank-bank dengan layanan digital.
KPR iB BCA Syariah Tumbuh Positif, Mendominasi Pembiayaan Konsumer
Capaian ini melonjak signifikan dibandingkan laba bersih Rp 4,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami akan terus menjaga kinerja dan tata kelola yang baik sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Eri dalam siaran pers, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, dukungan pemegang saham menjadi bukti bahwa strategi perseroan dalam memperkuat bisnis melalui pertumbuhan aset yang prudent, inovasi produk digital, serta pengelolaan risiko yang disiplin berada di jalur yang tepat.
Dari sisi profitabilitas, rasio return on assets (ROA) meningkat menjadi 3,45% dari sebelumnya 0,03%, sementara return on equity (ROE) melonjak ke level 16,96% dari 0,16%.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio non-performing loan (NPL) gross turun dari 3,72% menjadi 2,92%, sedangkan NPL net membaik dari 0,99% menjadi 0,23%.
Bank Raya Beberkan Capaian Aksi Buyback, Segini Realisasinya
Perbaikan ini menegaskan keberhasilan Bank Neo Commerce dalam menjaga portofolio kredit yang sehat.
Memasuki 2026, Bank Neo Commerce memperkenalkan identitas korporasi baru dengan tagline “Satu Bank Banyak Tujuan”.
Pembaruan ini mencerminkan komitmen perseroan untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih inovatif, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.
“Lima tahun perjalanan transformasi digital telah kami lalui. Kini kami memperbarui semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan yang semakin bermanfaat,” tutup Eri.