IHSG ambles 4 persen, bursa Asia ikut terseret penutupan Selat Hormuz

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini, Rabu (4/3) terjun 4,03 persen ke level 7.619,885 pada perdagangan hari ini, terseret tekanan pasar global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan RTI pukul 11.53 WIB, mulanya IHSG dibuka pada level 7.896,377 dan sempat menyentuh posisi terendah 7.584,858.

Sepanjang sesi, tekanan jual mendominasi dengan 702 saham melemah, hanya 64 saham menguat, dan 46 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp 17,18 triliun dengan frekuensi 2,01 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 13.620,768 triliun.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) BEI Irvan Susandy mengatakan, pelemahan IHSG tidak terjadi secara terpisah, melainkan sejalan dengan koreksi tajam di sejumlah bursa kawasan.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX. Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8 persen,” jelas Irvan dalam keterangan resmi, Rabu (4/3).

Kata Irvan, tekanan pasar dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin intens, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global.

“Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis Energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” ungkapnya.