IHSG berpotensi lanjut menguat pada Senin (5/1/2026), cermati sentimen penggeraknya

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun 2026 dengan tren penguatan yang solid. Pada perdagangan Jumat (02/01/2026), IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17% ke level 8.748,13.

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee mengatakan, pasar saham global membuka awal tahun 2026 dengan pergerakan positif, meski diiringi potensi volatilitas yang lebih tinggi.

Di sepanjang 2026, pasar saham Amerika Serikat masih berpeluang melanjutkan tren penguatan, didukung oleh pertumbuhan laba perusahaan, kebijakan moneter Federal Reserve yang semakin akomodatif, serta dorongan fiskal yang bersifat ekspansif.

Pertumbuhan laba perusahaan di Amerika Serikat pada 2026 juga dinilai tidak lagi terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi sangat besar.

IHSG Diprediksi Menuju 10.000 di Akhir 2026, Analis: Realistis dalam Skenario Bullish

“Tahun 2026 The Fed menuju posisi suku bunga netral dengan potensi dua kali pemotongan bunga di bulan Maret dan Juni,” ujar Hans kepada Kontan, Minggu (4/1/2026).

Di kawasan Eropa, bursa saham mencatatkan kinerja tahunan terkuat sejak 2021. Kinerja positif ini ditopang oleh kombinasi penurunan suku bunga, komitmen Jerman untuk melakukan ekspansi fiskal.

Selain itu, langkah investor yang mulai mendiversifikasi portofolio dari saham teknologi Amerika Serikat yang dinilai sudah mahal. Tren positif bursa Eropa diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2026.

Lebih lanjut, pasar saham Indonesia juga diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada 2026. Sejumlah katalis positif berasal dari diplomasi dagang Indonesia dengan Amerika Serikat serta kondisi ekonomi domestik yang dinilai masih solid.

IHSG Diprediksi Tembus Level 9.000 pada 2026, Ini Sentimen Pendorongnya

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi. Pekan depan, data inflasi Indonesia diperkirakan berada di level relatif rendah, sementara neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali mencatatkan surplus.

Selain itu, pelaku pasar global juga akan mencermati rilis data tenaga kerja Amerika Serikat pada akhir pekan.

Dengan berbagai sentimen dan katalis di atas, IHSG pada Senin (05/01/2025) berpeluang bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat.

   

Hans memproyeksi level support IHSG berada di kisaran 8.664 hingga 8.537, sementara level resistance berada pada rentang 8.776 hingga 8.800.