
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (14/4/2026) dibuka menguat ditopang laju 5 saham big caps terbesar, BREN, BBCA hingga BBRI.
Berdasarkan IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG menguat 1,46% atau 109,13 poin ke 7.609,32. Pasar dibuka dengan transaksi 1,47 miliar saham senilai Rp918,1 miliar. Kapitalisasi pasar di pembukaan mencapai Rp13.514 triliun.
Sejalan dengan penguatan indeks komposit, mayoritas saham dibuka menguat. Ada 419 saham dibuka di zona hijau, sisanya 82 saham dibuka koreksi dan 458 saham belum berubah.
Lima saham dengan kapitalisasi pasar terbesar juga kompak dibuka naik. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menguat 1,65% ke Rp6.175, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,90% ke Rp6.700, dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 1,58% ke Rp3.210.
Selanjutnya, ada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang dibuka naik 3,09% ke Rp6.675 dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang dibuka menguat 2,08% ke Rp3.440.
Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pada penguatan IHSG sebesar 0,56% pada penutupan Senin (13/4) secara teknikal menunjukkan indikator MACD yang berlanjut membentuk histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought.
: : IHSG Ditutup Menguat 0,56%, Saham Prajogo Pangestu PTRO, BRPT Cs Jadi Penopang
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600,” tulis sekuritas, Selasa (14/4).
Adapun sejumlah data ekonomi domestik menjadi sentimen yang menyertai pasar. Data penjualan ritel domestik tumbuh 6,5% year on year (YoY) di Februari 2026 dari 5,7% YoY di Januari 2026. Angka tersebut juga lebih tinggi dari perkiraan sebesar 5,9% YoY.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 13 April 2026
Sementara itu, di sektor energi, Presiden Prabowo pada Senin (13/4) berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir untuk membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, termasuk mengenai penguatan pasokan minyak ke Indonesia di tengah konflik di Timur Tengah saat ini.
Di tengah konflik Timur Tengah tersebut, sekuritas mencatat adanya aliran dana asing yang menguap ke luar. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, investor asing terus keluar dari pasar SBN terutama dalam setahun terakhir.
Hingga 8 April 2026, kepemilikan SBN oleh investor asing mencapai Rp857,60 triliun atau setara 12,60% dari total SBN yang diperdagangkan, turun dari Rp893,47 triliun atau setara 14,34% pada 8 April 2025.
“Sebaliknya, pada periode yang sama, kepemilikan SBN oleh bank domestik semakin meningkat, yaitu dari 18,37% menjadi 23,58%. Hal ini didorong oleh penempatan dana pemerintah di perbankan yang mencapai Rp300 triliun,” tulis sekuritas.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.