IHSG dibuka menguat sentuh 7.136, saham EMAS, BRMS, hingga MEDC kompak hijau

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026) pada level 7.074,61. Saham EMAS, BRMS, hingga MEDC menguat pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 7.074,61. IHSG lalu menguat 1,63% sesaat setelah pembukaan ke level 7.136,46.

Tercatat, 474 saham menguat, 106 saham melemah, dan 114 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp12.657 triliun.

Sejumlah saham pada pagi ini terpantau menguat. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) naik 5,79% ke level Rp9.600. 

Demikian juga saham emiten emas PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang menguat 3,70% ke level Rp700, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang menguat 3,14% ke level Rp1.805.

Saham-saham lain yang juga naik adalah ANTM menguat 4,67% ke level Rp3.810, saham BBRI naik 1,15% ke level Rp3.520, dan saham BIPI menguat 5,64% ke level Rp206 per saham.

: : IHSG Terburuk di Asean, Hitung Peluang Akumulasi Saham

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan investor akan menantikan RDG Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75% hari ini, Selasa (17/3/2026).

Pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan meningkat 10,1% di Februari 2026 dari 9,96% di Januari 2026 (17/3/2026).

: : Analis Ungkap Biang Kerok IHSG Kian Melorot Dekati Level 7.000

“Menjelang libur panjang, diperkirakan investor cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900-7.150,” tulis Phintraco Sekuritas, Selasa (17/3/2026).

Adapun dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menjelaskan sentimen datang dari Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap disiplin fiskal, dengan menyatakan prinsip utama dalam pemerintahannya adalah memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai dengan kemampuan (16/3/2026).

Presiden menekankan bahwa opsi melonggarkan defisit APBN adalah pilihan terakhir. Presiden menyatakan hanya akan mempertimbangkan untuk melebarkan batas defisit APBN maksimal 3% dari PDB jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.