
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 16-17 Maret 2026.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai keputusan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak sideways dengan kecenderungan hati-hati dalam jangka pendek hingga menengah.
Menurutnya, sentimen global, khususnya arah kebijakan The Federal Reserve, masih menjadi faktor utama penggerak pasar.
IHSG Diproyeksi Sideways pada Jumat (13/3), Simak Saham Rekomendasi Analis
Elandry menjelaskan, langkah BI menahan suku bunga mencerminkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global, sambil menunggu perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
“IHSG berpotensi bergerak dalam beberapa skenario, yakni level pesimis di kisaran 6.700–6.800, moderat 6.900–7.200, dan optimistis di 7.300–7.500,” kata Elandry kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).
Lebih lanjut, ia menyebut keputusan suku bunga yang tetap juga membuat arus dana asing cenderung stabil, meski tetap selektif. Investor diperkirakan akan lebih fokus pada saham dengan fundamental kuat serta likuiditas tinggi.
Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (13/3), IHSG Berpeluang Sideways
Namun demikian, Elandry menekankan bahwa arah aliran dana asing masih sangat dipengaruhi oleh kondisi suku bunga global dan dinamika geopolitik.
Tingkat imbal hasil (yield) yang tinggi akibat kebijakan The Fed yang cenderung hawkish, ditambah ketidakpastian geopolitik, membuat aliran dana ke pasar emerging market, termasuk Indonesia, masih terbatas.
“Jadi meskipun kebijakan domestik cukup stabil, ruang masuknya dana asing masih terbatas dalam jangka pendek karena dominasi sentimen eksternal,” ujarnya.
BBCA Chart by TradingView
Untuk strategi investasi, Elandry merekomendasikan pendekatan buy on weakness dengan fokus pada saham-saham berfundamental kuat dan likuid.
eberapa saham yang direkomendasikan antara lain BBCA dengan target harga Rp 7.300–Rp 7.350, BMRI di kisaran Rp 4.900–Rp 5.000, ADRO Rp 2.490–Rp 2.700, MDKA Rp 3.540–Rp 3.700, serta ICBP dengan target Rp 7.500–Rp 8.000.
IHSG Melemah, Investor Masih Bisa Cuan lewat Saham Murah, Intip Rekomendasinya
“Arah pasar tetap ditentukan faktor global, dengan IHSG cenderung bergerak konsolidatif dalam jangka pendek,” tutupnya.
Hingga akhir penutupan perdagangan Selasa (17/3/2026), IHSG menguat 1,2% ke posisi 7.106,83. Secara tahun berjalan, pergerakan IHSG masih mencatatkan pelemahan 17,81%.