
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak di level 8.250 hingga 8.350 pada Kamis (26/2/2026). Sinyal teknikal menunjukkan potensi konsolidasi meskipun sentimen global cenderung positif.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG masih mampu bertahan di atas MA5 dan MA20. Namun, sejumlah indikator menunjukkan mulai adanya tekanan jenuh beli.
“Indikator Stochastic RSI telah berada pada area overbought, dengan MACD mulai menunjukkan penyempitan pada slope positif, sehingga IHSG berpotensi konsolidasi,” ujar Valdy dalam publikasi riset harian.
Pada perdagangan kemarin, Rabu (25/2), IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 8.322. Penguatan tersebut ditopang oleh rebound di Wall Street serta apresiasi mayoritas indeks di bursa Asia. Sektor kesehatan dan konsumer siklikal menjadi motor utama penguatan masing-masing sebesar 2,73% dan 2,71%.
: IHSG Rawan Koreksi Hari Ini, Cermati Saham AHAP hingga PADI
Selain faktor domestik, Valdy menyebutkan pelaku pasar tengah mencermati sentimen dari pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump menyoroti kebijakan ekonomi domestik, termasuk pembentukan program pensiun yang didukung pemerintah serta upaya pengendalian inflasi.
Dari Eropa, investor menantikan rilis data Economic Sentiment Euro Area bulan Februari yang diperkirakan sedikit meningkat ke level 99,5. Dari AS, fokus pasar tertuju pada data Initial Jobless Claims yang diprediksi naik menjadi 210.000.
“Penguatan indeks di bursa global berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks hari ini,” pungkas Valdy.
Seiring proyeksi tersebut, Phintraco Sekuritas menetapkan titik resistance IHSG hari ini di level 8.400, dengan pivot pada 8.350, dan support di level 8.200.
Untuk perdagangan hari ini, Valdy merekomendasikan sejumlah saham yang masuk dalam top picks, di antaranya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Elnusa Tbk. (ELSA), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Sentul City Tbk. (BKSL), dan PT Astra International Tbk. (ASII).
Di sisi lain, penguatan nilai tukar Rupiah sebesar 0,21% ke level Rp16.780 per dolar AS pada perdagangan kemarin diharapkan dapat memberikan stabilitas tambahan bagi pergerakan pasar modal domestik hari ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.