IHSG ditutup menguat 2,75% usai libur panjang, saham BBCA, BUMI, hingga ASII ngegas

Ussindonesia.co.id , JAKARTA  — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,75% pada Rabu (25/3/2026), usai libur panjang Lebaran. Sejumlah saham seperti BBCA, BUMI, hingga ASII naik tinggi pada perdagangan sore ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 16.00 WIB IHSG berada pada posisi 7.302,12 atau naik 2,75%. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 7.057-7.302.

Tercatat, 574 saham menguat, 148 saham melemah, dan 101 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau naik ke posisi Rp12.868 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp2,1 triliun. Saham BBCA ditutup menguat 1,85% ke level Rp6.900 per saham.

: Pesona Emiten Royal Dividen kala Pasar Volatil, Rekomendasi Saham BUMN hingga Tambang

Saham lain yang juga menguat sore ini adalah saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 9,71% ke level Rp226 per saham, dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 13,79% ke level Rp6.600 per saham.

Saham-saham lain yang juga menguat signifikan sore ini adalah saham TLKM yang naik 8,20% ke level Rp3.300, saham AADI menguat 6,43% ke level Rp11.175 per saham, dan saham ADRO menguat 7,35% ke level Rp2.630 per saham. 

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bursa regional Asia didominasi penguatan hari ini karena sentimen didorong oleh lonjakan kontrak berjangka atau futures AS di tengah laporan bahwa Washington telah mengirimkan rencana gencatan senjata 15 poin kepada Iran, yang bertujuan menghentikan konflik selama satu bulan. 

Meskipun menguat, investor tetap berhati-hati, dengan kekhawatiran yang masih ada terkait likuiditas, momentum pertumbuhan, serta risiko lonjakan harga minyak kembali yang berpotensi menjaga volatilitas pasar dalam waktu dekat. 

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melampaui batas defisit anggaran sebesar 3%, dengan skenario kontingensi hanya akan dipertimbangkan jika terjadi krisis besar. 

Kenaikan pasar tertahan oleh kekhawatiran bahwa pemerintah dapat menaikkan harga bahan bakar setelah periode libur untuk mengimbangi kenaikan harga minyak global.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.