
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat di tengah sikap pelaku pasar yang antisipatif terhadap potensi memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. IHSG ditutup menguat 24,32 poin atau 0,27 persen ke posisi 8.975,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,84 poin atau 1,01 persen ke posisi 882,43.
“Bursa regional Asia yang cenderung melemah terbebani oleh ketegangan geopolitik dan menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati meningkatnya risiko konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah kapal induk AS dikerahkan ke wilayah tersebut sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer seiring ketegangan dengan Iran.
Setidaknya tiga pesawat Angkatan Udara AS dipindahkan dari Jerman ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Qatar, dalam dua hari terakhir, menurut data Flightradar24.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kapal-kapal Angkatan Laut AS sedang bergerak menuju Iran untuk berjaga-jaga. “Ketegangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi eskalasi yang dapat mengganggu aliran energi,” ujar Nico.
Selain itu, kekhawatiran perdagangan tetap ada setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap Kanada apabila Ottawa mengejar kesepakatan perdagangan dengan China.
Di sisi lain, menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS The Fed, pelaku pasar mengamati secara cermat sinyal arah suku bunga acuan.
Dari dalam negeri, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,0 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026 seiring meningkatnya kepercayaan terhadap kebijakan fiskal propertumbuhan.
Di sisi lain, IMF meminta Bank Indonesia (BI) lebih berhati-hati dalam melakukan intervensi rupiah di pasar valuta asing. IMF juga menilai nilai tukar rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.
Dibuka menguat, IHSG bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau sampai penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat, dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,85 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik serta sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 1,71 persen dan 0,26 persen.
Sementara itu, delapan sektor melemah, dengan sektor energi turun paling dalam sebesar 2,26 persen, diikuti sektor industri dan sektor properti yang masing-masing melemah sebesar 2,19 persen dan 2,08 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAST, MPIX, BBRM, GTRA, dan ELSA. Adapun saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INET, MINA, KIOS, TRIN, dan GTSI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.836.236 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,52 miliar lembar saham senilai Rp 36,97 triliun. Sebanyak 267 saham naik, 428 saham turun, dan 110 saham tidak bergerak.
Bursa saham regional Asia pada Senin sore antara lain indeks Nikkei melemah 961,59 poin atau 1,79 persen ke posisi 52.885,30, indeks Shanghai melemah 3,55 poin atau 0,09 persen ke posisi 4.132,60, indeks Hang Seng menguat 16,00 poin atau 0,06 persen ke posisi 26.765,51, dan indeks Strait Times melemah 30,52 poin atau 0,62 persen ke posisi 4.860,93.