
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke 7.106,83 setelah Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% pada Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat sebesar 1,20% atau 84,55 poin menuju 7.106,83. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 7.074,61 dan sempat menyentuh posisi tertingginya ke level 7.148,25.
Tercatat, hanya 457 saham menguat, 214 saham turun, dan 148 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp12.573 triliun.
Dari jajaran saham big caps, kenaikan harga paling tinggi ditorehkan saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang mencatat penguatan sebesar 7,82% ke posisi Rp2.000. Adapun saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) kemudian menyusul dengan kenaikan 5,80% menuju level Rp208.975 per saham.
: Breaking! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di RDG Maret 2026
Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) juga menguat sebesar 4,23%, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 3,04%, sementara saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) tumbuh 2,66%.
Sebaliknya, penurunan harga dicatatkan oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 2,93% ke level Rp5.800 dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) mengalami koreksi 0,85% menjadi Rp5.800 per saham.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Leyand International Tbk. (LAPD) yang melonjak 19,48% ke Rp92, sementara PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) tumbuh 15,62% menjadi Rp2.960 per saham.
Di sisi lain, posisi saham paling boncos atau top losers ditempati PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) yang turun 14,97% menjadi Rp159, dan PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA) melemah 14,86% ke Rp63 per saham.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG sempat ditutup menguat 1,13% ke 7.102,20 pada perdagangan sesi pertama.
Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD menipis dan indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk Golden Cross di area oversold.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 7.100 hingga 7.150 pada perdagangan sesi kedua hari ini,” pungkas Valdy.
Sementara itu, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi global akibat konflik di Timur Tengah. Selain itu, bank sentral turut memastikan bahwa inflasi tetap dalam target 2.5±1% untuk periode 2026–2027.
BI juga berkomitmen mengoptimalkan kebijakan moneter dalam memperkuat ketahanan eksternal, sambil terus memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit ke sektor riil.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.