
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada Rabu (15/4/2026). Adapun IHSG menutup perdagangan Selasa (14/4/2026) dengan menguat 2,34% ke level 7.675,95.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mencermati dari sentimen dalam negeri, IHSG menguat karena pelaku pasar menyambut baik penekanan pemerintah terhadap ketahanan energi, termasuk kemitraan dengan Rusia.
“Penguatan ketahanan energi ini termasuk kemitraan dengan Rusia dan pengembangan kendaraan listrik yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada pasar yang volatile,” jelasnya, Selasa (14/4/2026).
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Rabu (15/4), Investor Perlu Waspada Profit Taking
Menurut Nico, saat ini fokus pasar sudah beralih ke rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pada pekan depan terutama setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Maret 2026 untuk keenam kalinya secara beruntun.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG masih punya berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas dengan support 7.637 dan resistance 7.692.
Dia mencermati, penguatan IHSG ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Adapun rupiah di pasar spot turun 0,13% menjadi Rp 17.127 per dolar AS pada Selasa (14/4/2026).
Dana Kelolaan Reksadana Turun pada Maret 2026, Ini Cara Investor Hadapi Volatilitas
“Investor masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran meskipun kondisi selat Hormuz masih ditutup saat ini dan menyebabkan kekhawatiran akan menguatnya harga minyak mentah,” kata Herditya kepada Kontan, Selasa (14/4/2026).
Untuk perdagangan Rabu (15/4/2026), Herditya menyebut investor dapat mencermati saham PT PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) di kisaran Rp 2.760–Rp 2.900, PT PAM Mineral Tbk (NICL) di area Rp 1.010–Rp 1.060 dan PT Timah Tbk (TINS) di kisaran Rp 4.110–Rp 4.260.